
Setelah melakukan perdebatan panjang, akhirnya Audrey langsung diperiksa oleh Andrew dan salah satu Dokter wanita yang terpaksa harus dipanggil, karena ulah kedua pria dewasa itu.
"Maaf sebelumnya, saya ingin menyampaikan hal yang sangat penting untuk kalian semua. Sebenarnya ini baru dugaan saya, tetapi untuk lebih jelasnya lagi kita bisa melakukan pengecekkan secara keseluruhan..." ucap Dokter wanita itu.
Keempat orang dewasa itu saling beradu pandang, karena belum bisa mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Dokter wanita tersebut.
"Maksud Dokter Lita apa ya?" tanya Dokter Andrew.
"Ini baru prediksi saya. Gejala yang dialami oleh Nyonya Audrey seperti awal trimester pertama kehamilan, jadi besar kemungkinan jika saat ini Nyonya Audrey sedang mengandung. Dan untuk lebih jelasnya lagi, kalian bisa datang ke ruangan saya agar bisa melakukan pengecekkan secara keseluruhan." sambung Dokter Lita.
Audrey dan Aaron kini langsung beradu pandang disertai dengan perasaan yang tak menentu. "Baiklah, Dok. Kalau begitu sekarang saja kita pergi ke ruangan Anda." pinta Aaron dengan antusias.
Audrey yang melihat pancaran kebahagiaan dari sorot mata suaminya, hanya bisa berharap jika yang dikatakan oleh Dokter Lita adalah benar adanya.
Ameera saat ini masih bergeming sambil menatap lekat wajah pucat menantunya. Seandainya saja wanita itu sudah terbang ke negara tetangga, pasti dia akan melewatkan momen yang sangat penting ini.
__ADS_1
Tanpa ingin membuang-buang waktu, Dokter Lita berjalan lebih dulu. Dokter Andrew yang juga sangat merasa penasaran juga turut serta dalam rombongan itu.
Setelah sampai di ruangan Dokter Lita, Audrey langsung di arahkan ke arah ranjang untuk melakukan USG dan hanya Aaron yang bisa menemaninya.
Sedangkan yang lain kini masih menunggu di samping tirai penghalang antara pasien dan keluarga. "Semoga saja apa yang dikatakan oleh Dokter Lita adalah sebuah kebenaran ya, Jeng?" harap Rosa sambil memeluk besannya.
"Aamiin. Semoga saja kita segera mendapatkan tambahan cucu lagi sebagai teman gadis manis kesayangan kita." timpal Ameera.
Kimberly yang saat ini sedang berada di ruang tunggu bersama dengan kedua kakeknya, hanya bisa menatap datar ke arah ruangan yang masih tertutup rapat.
"Jadi sebentar lagi aku akan memiliki seorang adik? Benarkah itu, grandpa, Opa?" tanya Kimberly sambil menatap kedua kakeknya secara bergantian.
Kimberly pun langsung menganggukkan kepalanya dengan antusias. Bahkan gadis kecil itu juga merengek ingin ikut masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Kalau begitu, ayo kita masuk, Opa, grandpa! Cimmy mau lihat adik Cimmy sekarang." rengek Kimberly sambil menarik tangan kedua kakeknya.
__ADS_1
Mau tidak mau, akhirnya kedua pria paruh baya itu langsung menuruti permintaan dari cucu kesayangan mereka. "Baiklah. Ayo, Sayang." sahut Reza.
Tepat setelah pintu terbuka, mereka langsung disuguhi kabar gembira oleh Dokter Lita. "Selamat, Nyonya Audrey. Sebentar lagi Anda akan memiliki bayi kembar. Namun, untuk sementara ini saya belum bisa memprediksi berapa banyak jumlah janinnya. Karena usia kandungan Nyonya Audrey baru menginjak enam Minggu, jadi untuk memastikan jumlah bisa melihat kembali di usia lima bulan atau dua puluh Minggu lagi." ujar Dokter Lita.
Aaron dan Audrey langsung membulatkan matanya saat mendengar jika mereka akan memiliki bayi kembar. Padahal di dalam keluarganya tidak ada gen keturunan kembar.
"Jadi aku akan memiliki adik lebih dari satu, Mom? Tapi mereka dimana sekarang? Mengapa mereka tidak ada di sini?" tanya Kimberly sambil mengedarkan pandangannya.
Semua orang dewasa pun akhirnya terkekeh bersama saat melihat kepolosan gadis kecil yang sangat menggemaskan itu. Aaron yang saat ini berada di sampingnya, tanpa aba-aba langsung menggendong tubuh mungil putrinya dan membawa gadis itu untuk mendekat ke arah Ibunya.
"Adik-adik Cimmy masih di dalam perut Mommy, Sayang. Saat ini mereka masih sangat kecil dan belum terlihat. Jadi Cimmy harus bersabar dan tidak boleh merepotkan Mommy lagi ya? Karena di sini ada adik-adik Cimmy yang sedang berjuang untuk bertemu dengan kita." jelas Aaron sambil mengusap lembut perut Audrey yang masih rata.
Gadis kecil itu pun langsung tanggap dan mengikuti gerakan tangan sang Ayah. "Jadi di sini ada adik-adik Cimmy, Dad? Apakah dulu Cimmy juga ada di sini juga?" tanya Kimberly dengan kepolosannya.
Dengan sabar dan telaten Aaron memberikan pengertian kepada putri kesayangannya. "Iya, Sayang. Dulu Cimmy juga ada di dalam perut Mommy sebelum lahir ke dunia ini." timpal Aaron.
__ADS_1
Akhirnya gadis kecil itu perlahan-lahan bisa memahami setiap ucapan dan penjelasan dari Ayahnya. Sedangkan yang lainnya justru merasa sangat bangga dengan sikap lembut dan telaten Aaron.
"Terimakasih, Dokter Lita. Karena Anda, hari ini kami mendapatkan kabar yang sangat menggembirakan. Jadi untuk merayakannya, nanti sore saya ingin memberikan beberapa bingkisan kepada semua karyawan dan dokter yang bertugas di Rumah Sakit ini." cetus Reza.