Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
94. Kedatangan Mertua


__ADS_3

Sesampainya di mansion, Aaron yang sedang menginginkan sesuatu dari istrinya. Tanpa ba-bi-bu pria itu langsung menyambar tubuh mungil wanitanya dan langsung membawanya ke dalam kamar tanpa mempedulikan beberapa pelayan yang masih berada di ruangan itu.


"Kak Aar, turunkan aku!" pinta Audrey.


Namun, bukannya menurunkannya kini Aaron langsung memberikan ciuman singkat kepada istrinya.


Tepat saat menaiki tangga, Aaron dikejutkan dengan suara seseorang yang berada di dalam ruangan tersebut.


"Apakah kamu tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukan apapun sesukamu, anak nakal?!" celetuk seorang pria paruh baya yang sedang berkacak pinggang saat melihat tingkah pria dewasa itu.


"Lho, Daddy? Sejak kapan Daddy pulang dari Eropa? Dan dimana Mommy?" tanya Aaron tanpa ingin menurunkan wanitanya.


"Kak, turunkan aku!" pinta Audrey sambil memukul-mukul dada bidang suaminya.


Mau tidak mau, akhirnya Aaron menurunkan istrinya dan segera menghampiri sang Ayah yang tiba-tiba berkunjung ke mansion nya.


"Baru satu jam yang lalu, Aar. Daddy sengaja langsung ke sini, berharap bisa bertemu dengan cucu kesayangan Daddy. Tetapi sepertinya Daddy datang diwaktu yang tidak tepat. Apakah saat ini gadis manis itu menginap di rumah Tuan Wijaya?" ujar Reza ayah dari Aaron.


"Iya, Dad. Cimmy malam ini meminta menginap di rumah Ayah dengan alasan merindukan mereka. Jadi kami tidak ingin menolaknya, karena Ayah dan Ibu juga sudah menginginkan cucu lagi dari kami." ucap Aaron.


Seketika pukulan kecil mendarat di bahu pria dewasa itu. Audrey yang mendengar ucapan ceplas-ceplos suaminya, kini wajahnya terlihat memerah karena menahan rasa malu di depan Ayah mertuanya.


"Kak Aar!" bisik Audrey sambil menunjukkan wajah masamnya.


Reza yang melihat wajah menantunya memerah seperti kepiting rebus, kini hanya mengulum senyum.


"Tidak apa-apa, Sayang. Kan tadi mereka memang mengatakan hal itu kepada kita. Masa sih kamu sudah lupa?" ucap Aaron yang mencoba untuk membela dirinya.


Reza yang sudah sangat hafal bagaimana perangai dari putra semata wayangnya. Kini langsung menggeleng-gelengkan kepala kecil.


"Sudah tidak apa-apa, Nak. Jangan terkejut dengan sifat suamimu yang berbicara seenaknya di sembarang tempat. Itu sudah menjadi wataknya yang sama sekali tidak bisa diubah lagi dan sepertinya dia sudah memberikan pengawet juga. Jadi bersikaplah seperti biasa, meskipun suamimu kenyataannya memang sangat luar biasa, Nak. Dan semoga saja kamu betah hidup bersamanya, tanpa ingin mencari pengganti yang jauh lebih baik darinya." jelas Reza dengan seulas senyum.


Audrey yang belum pernah melakukan obrolan seakrab ini dengan Ayah mertuanya, kini rasa sungkan masih ada di dalam hatinya.

__ADS_1


"Baik, Dad. Aku pasti akan selalu sabar untuk menghadapi sikap luar biasa putramu." ucap Audrey dengan senyum tipis.


Aaron yang menjadi tokoh utama dalam perbincangan mereka, kini hanya bisa mengerucutkan bibirnya.


"No! Istriku tidak akan pernah ku biarkan untuk mencari penggantiku, Dad. Karena aku akan memberikan segalanya agar dia dan putriku selalu bahagia tanpa kekurangan apapun." cetus Aaron sambil mencebikkan bibirnya.


Wanita itu hanya mengulum senyum saat mendengar ucapan suaminya. Karena sejauh ini Aaron memang tidak pernah memaksa ataupun menyakitinya.


"Oh, iya. Mommy tidak ikut pulang, Dad?" tanya Audrey yang mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan mereka.


Tap...


Tap...


Tap...


"Mana mungkin Mommy membiarkan Daddy mu pulang sendiri, Nak. Karena Mommy tidak ingin kecolongan lagi seperti dulu." timpal seorang wanita paruh baya tetapi penampilannya masih terlihat awet muda.


"Sayang, itu hanya kesalahpahaman saja. Jadi tolong jangan diungkit terus!" rengek Reza saat melihat sosok wanita yang sangat dicintainya.


Sedangkan Audrey yang melihat kehadiran sosok Ibu mertuanya, kini langsung berjalan kemudian menyalaminya.


"Alhamdulillah. Jika Mommy ikut. Jadi aku tidak merasa kesepian juga karena Cimmy tidak ada." ucap Audrey dengan seulas senyum.


Ameera yang notabenenya adalah sosok Ibu yang sabar dan penyayang. Kini langsung menyambut menantunya dengan penuh kasih sayang.


"Tentu saja Mommy tidak akan membuatmu kesepian, Sayang. Apa kamu lupa jika kamu adalah satu-satunya menantu kesayangan Mommy, hm?" ujar Ameera dengan suara lembut.


Aaron dan Reza yang melihat kedekatan dua wanita beda usia itu kini saling melempar senyum dan sebuah kode melalui kedipan mata saja.


'Syukurlah, jika Mommy bisa menerima istriku dengan sepenuh hati. Dan aku berharap jika mereka akan terus akur seperti ini.' batin Aaron.


Tak terasa malam pun semakin larut dan rasa kantuk pun mulai menghampiri mereka.

__ADS_1


"Sayang, malam ini tidur bersama Mommy, yuk!" pinta Ameera.


Aaron yang mendengar permintaan dari Ibunya, seketika langsung mendelik dan tidak terima.


"Big No! Malam ini adalah waktu yang tepat untuk kami berkembangbiak, Mom. Jadi jangan coba-coba untuk menggangu malam kami." cetus Aaron dengan tegas.


Sedangkan wanita yang saat ini sedang duduk bersama dengan cinta pertamanya langsung mendelik disertai dengan tatapan mata tajam.


"Kak Aar, bicara apa sih?" protes Audrey dengan bibir yang membentuk kerucut.


Melihat wajah wanitanya yang terlihat sangat menggemaskan, membuat Aaron semakin bertekad untuk meminta haknya malam ini.


"Lho, kan memang benar, Sayang. Selagi putri kita aman, jadi kita bisa bebas untuk melakukan apapun yang kita sukai termasuk-"


"STOP! Jangan dilanjutkan lagi!" tegas Audrey dengan wajah yang sudah memerah.


"Kalau begitu kami pamit untuk ke kamar dulu ya, Mom, Dad? Sampai jumpa besok pagi." ucap Audrey yang sudah mulai terbiasa berbaur dengan kedua mertuanya.


Sepasang suami-isteri paruh baya itu langsung menganggukkan kepalanya. Karena mereka juga ingin memiliki cucu lagi selain gadis kecil yang menggemaskan itu.


"Baiklah. Semoga bibit kalian berkembang dengan baik." cetus Reza yang langsung mendapatkan pukulan kecil dari istrinya.


"Ish! Dasar, tua-tua keladi!" gerutu Ameera sambil mencebikkan bibirnya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari kedua orangtuanya. Akhirnya Aaron kembali menyambar tubuh mungil istrinya dan langsung menggendongnya ala bridal style.


Melihat kemesraan pengantin baru itu membuat Reza merasa iri, sehingga tanpa ba-bi-bu langsung menyambar tubuh berisi istrinya untuk dibawa ke kamar tamu.


Ameera yang sudah terbiasa dengan perlakuan manis dari suaminya, kini langsung mengalungkan tangannya di lehernya.


Aaron yang sudah tiba di dalam kamarnya, kemudian langsung mengunci pintu berbentuk persegi panjang itu dan segera mengayunkan kakinya menuju ke tempat tujuan utamanya.


Perlahan tapi pasti, Aaron menurunkan tubuh mungil istrinya dengan lembut. Tatapan mata mereka yang masih terkunci, kini membuat wanita muda itu seperti terhipnotis oleh tatapan mata elang suaminya.

__ADS_1


"Sayang, boleh 'kan?" tanya Aaron dengan suara lembut.


__ADS_2