Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
40. Bertemu Teman Lama


__ADS_3

BRUGH!


"Awh!..." rintih seorang wanita yang terjatuh, karena tanpa sengaja menabrak seorang pria muda.


Pria itu pun juga tidak kalah terkejutnya, saat dia melihat seorang wanita muda yang tersungkur ke lantai. Pria itu pun bergegas untuk membantu wanita muda itu.


"Apa Anda baik-baik saja, Nona?" tanya pria muda itu sambil mengulurkan tangannya.


Tanpa menyambut uluran tangan dari pria asing yang berada di depannya. Wanita muda itu pun langsung bangun sendiri sambil memegangi lengannya yang terasa sedikit nyeri.


"Ya. Saya baik-baik saja. Maafkan Saya karena tadi....."


Tiba-tiba wanita muda itu pun menghentikan ucapannya, karena merasa sedikit terkejut dengan sosok yang berada di depannya.


"Lho kamu kan........"


"Lho kamu Audrey kan? Teman sejurusan waktu kuliah dulu?" tanya pria muda itu.

__ADS_1


Ya, wanita muda itu adalah Audrey Camilla. Saat sedang mengejar putrinya, tanpa sengaja Audrey menabrak seseorang.


Namun, siapa sangka? Jika yang dia tabrak adalah teman lamanya, di saat masih di bangku kuliah.


"Iya. Kamu Arzen kan? Yang dulu dikenal sebagai kutu buku?" tanya Audrey dengan ragu-ragu.


Bagaimana tidak? Dulu Arzen yang memiliki penampilan super cupu dan berkacamata, kini penampilan sangat berbanding terbalik dari masa kuliah dulu.


"Yes. Kamu benar sekali, Drey. Ternyata aku tidak salah mengenalmu, karena wajahku masih saja terlihat sangat cantik dan awet muda." ucap Arzen di sertai dengan pujian untuk wanita muda itu.


Di saat kedua orang dewasa itu sedang asyik berbincang-bincang. Tiba-tiba seorang gadis kecil datang sambil mengerucutkan bibirnya.


Kini perhatian kedua orang dewasa itu pun langsung teralihkan kepada sosok gadis manis yang sedang merajuk itu.


"Astaga, Honey! Maafkan Mommy! Tadi tidak sengaja Mommy terjatuh dan menabrak seseorang, saat mengejar kamu." jelas Audrey.


Gadis kecil itu diam-diam melirik ke arah pria asing yang berada di depan Ibunya. Bahkan gadis kecil itu juga menatap sinis kepada pria tersebut.

__ADS_1


"Ya sudah. Ayo kita cari makan! Cimmy sudah sangat lapar sekali." rengek gadis kecil itu sambil menarik tangan sang Ibu.


Arzen yang merasa sedikit terkejut, dengan sosok gadis kecil yang memanggil wanita muda itu dengan panggilan Mommy. Wajah gadis kecil itu juga terlihat sangat tidak asing untuknya.


"Ar, aku dan putriku ingin makan siang dulu ya? Bye...." pamit Audrey sambil melambaikan tangan kepada Arzen.


Arzen pun membalas lambaian tangan dari Audrey. Tetapi saat wanita muda itu sudah membalikkan badannya, dan berjalan menjauh darinya. Diam-diam Arzen mengikuti langkah wanita muda dan gadis kecil itu.


"Aku penasaran. Mengapa wajah gadis kecil itu sangat mirip sekali dengan seseorang? Tetapi siapa orang itu ya? Argh! Mengapa sekarang pikiranku tidak bisa berpikir dengan cepat?" gerutu Arzen.


Perlahan langkahnya mulai memelan, saat dia melihat Audrey dan Kimberly masuk ke dalam sebuah restoran khas Indonesia.


Pria muda itu pun juga ikut masuk dengan cara mengendap-endap untuk mencari tempat duduk yang kosong, dan dekat dengan teman lamanya.


"Ah, di sana mungkin tempat yang tepat, dan aku pun juga bisa mendengar apa yang mereka bicarakan." gumam Arzen sambil memegangi selembaran surat kabar, guna menutupi wajahnya agar tidak terlihat oleh Audrey.


Dan benar saja, baru saja dia duduk di bangku sebelah kedua wanita itu. Arzen mendengar sebuah pernyataan yang sedikit membuatnya terkejut.

__ADS_1


"Mom, apakah jika Uncle yang mengatakan bahwa dia adalah Daddy Cimmy datang lagi, Mommy akan memarahi dan mengusirnya?" tanya gadis kecil itu dengan tatapan penuh selidik.


__ADS_2