Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
25. Sindiran


__ADS_3

"Astaga! Jadi yang tadi Ayah dengar memang benar adanya, Sayang? Mengapa tidak sejak awal kamu mengatakan semuanya kepada kami, daripada kamu harus pergi meninggalkan rumah ini?" tanya Riki.


Setelah Audrey menceritakan semuanya kepada keluarganya. Saat ini reaksi semua orang yang berada di sana terlihat berbeda-beda, termasuk Fani yang sangat merasa terkejut dengan penjelasan dari Nyonya mudanya.


'Astaga! Ternyata pria yang tadi itu adalah orang yang telah melecehkan dan menghancurkan kehidupan Nyonya Audrey? Ya Tuhan, mengapa Engkau memberikan cobaan dan ujian kepada orang-orang baik seperti mereka?' batin Fani.


Reyhan yang sejak tadi memperhatikan gadis yang selalu saja dibela oleh Ibunya, kini sedikit merasa terganggu dengan keberadaannya.


"Aku harap semua orang yang saat ini mendengar kejujuran adik kesayanganku, tidak ada yang membocorkan rahasia terbesar keluarga Wijaya. Karena aku yakin, jika rahasia ini sampai bocor, hanya ada satu orang tersangkanya." sindir Reyhan.


Fani yang sedikit tersinggung dengan sindiran Reyhan, kini mulai tersadar dan kembali menundukkan kepalanya. Sejujurnya dia memang sudah tidak nyaman berada diantara keluarga Wijaya, akan tetapi semua itu terpaksa dia lakukan atas perintah dari Nyonya besarnya, Rosa.

__ADS_1


"Maafkan Saya, Tuan! Saya sangat merasa jika ucapan Anda saat ini sedang menyindir Saya. Sejak awal Saya memang sudah ingin pergi dan ingin kembali mengerjakan tugas Saya di rumah ini. Tetapi...."


Belum selesai Fani melanjutkan ucapannya, Reyhan pun langsung memotong ucapan gadis itu. Namun, sedikitpun dia tidak pernah menyangka jika sosok tersebut dengan tega mengatakan hal itu.


"Ya, aku tau. Jika keberadaan mu disini, karena keinginan Ibu. Dan satu hal yang perlu kamu tau, jika kamu di rumah ini hanyalah orang lain dan bukan bagian dari keluarga Wijaya." tegas Reyhan.


Rosa yang sudah merasa pusing dengan masalah putrinya, kini semakin dibuat pusing oleh putra sulungnya. Dia pun tidak pernah habis pikir, mengapa Reyhan terlihat sangat tidak menyukai Fani.


Reyhan pun langsung bungkam setelah mendapatkan bentakan dari Ibunya. Namun, semua itu berbeda dengan Fani. Gadis itu merasa sakit hati dengan ucapan Reyhan.


Bagaimana tidak? Sosok pria yang sangat dia idolakan, saat ini membuat hatinya patah. Secara terang-terangan jika Reyhan telah menolaknya, dengan mengatakan jika dia bukanlah keluarga Wijaya.

__ADS_1


"Kak, bisakah kamu jangan menambahkan masalah baru lagi?" sindir Faishal.


Reyhan yang mendengar sindiran adik laki-lakinya, hanya memutar bola mata jengah. Dia juga tidak berniat untuk membalas sindiran itu, daripada dia mendapatkan teguran lagi dari Ibunya.


'Kali ini kamu selamat dariku, Fani! Tapi akan aku pastikan jika kamu tidak akan betah berlama-lama bekerja di rumah ini. Karena aku tau, jika kamu ingin menggeser posisi adik kesayanganku.' batin Reyhan.


Entah masalah apa yang pernah terjadi di antara mereka. Bahkan sejak awal melihat sosok gadis itu, Reyhan sudah sangat tidak menyukainya.


"Oh, iya, Ayah. Setelah ini apa yang akan kita lakukan? Apakah kita hanya menunggu saja, hingga dia datang sendiri ke rumah ini? Karena aku juga sangat yakin, jika tidak lama lagi dia pasti akan berkunjung ke sini." cetus Faishal.


Riki yang belum bisa berpikir jernih, kini hanya bisa berbicara seadanya dan tidak ingin membuat suasana semakin kacau.

__ADS_1


"Ayah hanya ingin...."


__ADS_2