Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
83. Drama pagi hari


__ADS_3

Sang mentari pagi kini menelisik melalui celah-celah jendela, untuk mengusik ketenangan dan mimpi insan manusia yang masih terlelap. Kicauan burung dan semilir angin kini saling bersahutan, untuk menyambut cerahnya pagi ini.


***


"Good morning, Honey? Bagaimana malam mu? Apakah tidurmu nyenyak?" tanya Aaron saat melihat putrinya sudah beranjak dari ranjang.


Gadis kecil itu pun langsung menganggukkan kepalanya, dan berlari kecil ke arah sang Ayah yang sedang duduk di sofa.


"Yes, Dad. Tidurku sangat nyenyak sekali, jadi aku bangun kesiangan hari ini." ucap Kimberly sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang sang Ayah.


Aaron yang melihat tingkah manja putrinya, kini semakin bertambah gemas dan selalu ingin menciumi pipi chubby nya.


"No, Dad! Jangan cium Cimmy! Cimmy belum cuci muka dan mandi, jadi masih bau." cegah Kimberly sambil memberikan jarak kepada Ayahnya.

__ADS_1


Pria itu pun langsung terkekeh, saat mendengar ucapan putri kesayangannya. Sebenarnya dia sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu, tetapi karena itu semua keinginan putrinya jadi mau tidak mau dia harus menurutinya.


"It's okey! Daddy akan mencium mu nanti, setelah malaikat kecil Daddy sudah mandi dan wangi." ucap Aaron dengan penuh kasih sayang.


"Baiklah. Kalau begitu Cimmy mau mandi dulu ya, Dad? Oh, ya.. Sebelum itu, aku mau menanyakan dimana Mommy?" ujar Kimberly.


"Mommy sedang membuat sarapan untuk kita, padahal Daddy sudah melarangnya. Karena di rumah ini sudah ada pelayan yang memasak, jadi Mommy tinggal meminta mereka saja." jelas Aaron.


Kimberly pun langsung menganggukkan kepalanya, dan kembali melihat raut wajah Ayahnya yang terlihat sangat lucu.


Aaron pun langsung gelagapan, saat mendapatkan beberapa pertanyaan dari putrinya. Gadis kecil yang terlihat polos dan lugu, saat ini berubah menjadi sosok gadis dewasa yang sedang mengintrogasinya.


"Em, bukan seperti itu, Sayang. Daddy hanya tidak ingin jika nanti Mommy merasa kecapean, sedangkan di sini sudah ada beberapa pelayan yang siap untuk mengerjakan semua tugasnya." kilah Aaron yang mencoba untuk meyakinkan putrinya.

__ADS_1


Kruk! Kruk! Kruk!


Setelah beberapa kali mendengar suara yang keluar dari perut gadis kecil itu. Akhirnya Aaron meminta agar Kimberly segera mandi dan segera turun untuk sarapan bersama.


"Sayang, mandi dulu ya? Setelah itu kita turun dan makan bersama. Pasti kamu sudah sangat lapar 'kan?" pinta Aaron dengan penuh kasih sayang.


Kimberly pada akhirnya menyerah dan tidak meneruskan interogasinya. Karena dia juga tidak ingin cacing-cacing diperutnya terus mengganggunya.


"Baiklah, Dad. Tunggu Cimmy di sini, okey!" balas Kimberly sambil memberikan satu jempolnya ke arah Ayahnya.


Pria yang menyandang status sebagai Ayah, akhirnya membalas dua jempol sekaligus. Agar putrinya segera mandi, tanpa adanya drama lagi.


Setelah lima belas menit menunggu, Kimberly keluar menggunakan dress selutut berwarna navy. Namun, hanya satu yang belum menyempurnakan penampilannya, saat rambut panjang hitamnya masih berantakan.

__ADS_1


Dengan wajah yang cemberut, kini gadis itu menghampiri Aaron yang masih duduk santai di sofa. Kemudian gadis kecil itu pun langsung melipat kedua tangannya di depan dada, karena Daddy nya belum juga merasa peka dan tanggap dengan sikapnya.


"Ada apa, Honey? Mengapa kamu cemberut begini? Apakah ada sesuatu yang kamu inginkan?" tanya Aaron suara lembut.


__ADS_2