Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
20. Taman Kota


__ADS_3

Setelah Audrey memberikan nasihat kepada putrinya, akhirnya Rosa dan Kimberly ditemani oleh salah satu pembantu untuk pergi ke taman bermain yang terletak di pusat kota. Dari kediaman keluarga Wijaya, mereka hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk sampai di taman tersebut.


Kimberly yang telah pergi ke sana bersama Audrey sebelumnya, dengan antusias kembali berlari-larian, sehingga membuat Rosa sedikit kesulitan untuk menyeimbangi gerakan gadis kecil yang lincah itu. Untungnya, Rosa telah menyiapkan pembantu yang bekerja di rumahnya untuk menjaga cucunya, sehingga ia tetap bisa mengejar dan menyusul Kimberly tanpa merasa terlalu kelelahan.


"Hati-hati, Sayang! Jangan terlalu cepat, nanti kamu bisa jatuh!" tegur Rosa, tetapi tidak diindahkan oleh gadis kecil itu.


"Fani, cepat mengejar cucuku! Jangan sampai dia jatuh atau terluka, dan terus pantau dia!" perintah Rosa kepada pembantunya.


"Baik, Nyonya. Lebih baik Anda duduk di bangku sana. Saya akan menemani Nona Cimmy bermain," ucap Fani dengan sopan.


Fani memang sudah lama menjadi pembantu di rumah keluarga Wijaya dan ia memiliki sifat yang lembut dan penyayang terhadap anak-anak, sehingga ia merasa siap untuk memiliki keluarga sendiri. Tapi saat ia menyadari bahwa sang pujaannya sama sekali tidak membuka hatinya untuknya, ia mulai tersadar bahwa mungkin ia hanya bermimpi terlalu tinggi.

__ADS_1


"Seandainya saja dia bisa melihat ke arahku sedikit saja. Maka aku akan memberikan hidupku sepenuhnya untuknya, asalkan dia bisa menerima aku apa adanya dengan semua kekurangan dan keadaan aku saat ini," gumam Fina saat ia teringat akan sosok yang selalu menutup hatinya.


"Ish, Fina, sadarlah! Kamu harus tahu posisimu dan posisinya. Kalian seperti langit dan bumi yang tidak akan pernah bisa bersatu," gumam Fina sambil memukul-mukul kepalanya perlahan-lahan.


Cimmy yang melihat pembantu itu, hanya mengernyitkan dahi dan menatap wajah gadis tersebut yang baru berusia dua puluh tahun itu.


"Kakak kenapa? Apa kakak merasa pusing?" tanya Kimberly dengan polosnya.


Fani yang tertangkap basah oleh tingkah konyolnya, semakin salah tingkah sambil menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.


Kimberly hanya mengedikkan bahunya dan kembali bermain. Sementara Fani fokus menjaga putri majikannya agar tidak terjadi kesalahan sedikitpun.

__ADS_1


"Fokuslah, Fina! Jangan biarkan perasaanmu mengganggu pekerjaanmu dan membuatmu kehilangan pekerjaan ini," batin Fina.


Saat Cimmy sedang asyik bermain, terlihat sosok yang sangat merindukan gadis kecil itu dari kejauhan. Namun, ia tidak ingin membuat gadis kecilnya merasa takut karena kehadirannya yang tiba-tiba. Sosok itu adalah Aaron, ayah biologis Kimberly yang selama enam tahun ini disembunyikan oleh Audrey darinya. Meskipun dia masih merasa bersalah, tapi tidak bisa membantah bahwa dia ingin memiliki kedua wanitanya secara utuh.


Apalagi, dia telah memiliki bukti bahwa gadis kecil itu adalah darah dagingnya dari sosok gadis asing yang ia kenal tujuh tahun lalu dan ia ingin mengejar cinta ibunya terlebih dahulu agar bisa memiliki gadis kecilnya dan hidup bahagia bersama sebagai keluarga utuh selamanya.


"Tunggu Daddy, honey! Daddy akan mengejar cinta ibumu terlebih dahulu, agar kita bisa hidup bahagia bersama dan menjadi keluarga utuh selamanya," gumam Aaron.


Tap...


Tap...

__ADS_1


Tap...


Perlahan suara hentakan kaki terdengar akan mendekati kedua wanita beda usia itu. Dari kejauhan sosok itu semakin mengembang senyuman, saat melihat lincahnya gadis kecil yang saat ini sedang asyik bermain.


__ADS_2