Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
56. Pertengkaran


__ADS_3

"Aku ingin pernikahan ini lebih dipercepat, Yah. Kalau bisa satu Minggu atau beberapa hari lagi mungkin, dan ini sudah menjadi keputusan yang bulat untukku." ucap Audrey.


Semua orang pun langsung tertegun dan terperangah dengan keputusan tiba-tiba wanita muda itu. Bahkan Reyhan yang merasa tidak suka, dengan keputusan yang diambil oleh adik perempuannya.


Pria dewasa itu pun langsung menarik lengan Audrey, dan membawanya ke tempat yang cukup sepi. Reyhan juga sama sekali tidak mempedulikan adiknya, di saat mencoba menolak ajakannya.


"Lepaskan, Kak Rey! Aku tidak ingin ikut denganmu!" tolak Audrey, sambil memberontak.


Sedangkan Faishal dan kedua orangtua mereka, hanya menatap kepergian Kakak beradik itu tanpa ingin mengganggu mereka.


Setelah tiba di belakang rumah, dengan kasar Reyhan mendorong tubuh wanita muda itu dengan kasar. Sehingga membuat wanita itu memekik dan meringis.


"Apakah kamu sengaja ingin menghindari ku, Audrey Camilla Wijaya?!" pekik Reyhan dengan sorot mata tajam.


Seketika wanita muda itu terperanjat, karena sebelumnya Reyhan tidak pernah membentak ataupun berbuat kasar kepadanya.


Bahkan ini adalah pertama kalinya, pria itu memperlakukan Audrey seperti musuhnya. Dan paling membuat wanita muda itu semakin merasa takut, adalah saat pria dewasa itu menatapnya seperti serigala yang sangat haus dengan darah.


"Apa kamu ingin jika aku berbuat sesuatu yang tidak pernah kamu bayangkan, Drey? Atau kamu ingin aku menunjukkan kegilaan ku, huh?!" pekik Reyhan dengan tangan yang terkepal kuat.


Wanita itu pun semakin merasa sangat ketakutan, dengan perubahan sikap dan perilaku dari Kakak sulungnya. Dan untuk menjawab pertanyaan dari pria dewasa itu pun suaranya seperti tercekat di tenggorokan.

__ADS_1


"JAWAB?!" pekik Reyhan lagi.


Seketika air mata yang sejak tadi di tahan oleh Audrey, akhirnya luruh juga tanpa bisa terbendung lagi.


"Kak Rey, satu hal yang harus Kakak tau. Jika Kakak masih bersikap seperti ini kepadaku, maka jangan pernah salahkan aku jika nanti rasa sayang ini menjadi sebuah kebencian!" ucap Audrey dengan suara yang bergetar.


Ucapan Audrey kini semakin membuat Reyhan seperti seorang iblis, yang tidak bisa membedakan mana adiknya ataupun orang lain.


Tetapi saat Reyhan hendak mendekatkan wajahnya pada adik perempuannya, dengan cepat Audrey menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya.


.


.


Riki dan Faishal pun saling beradu pandang sambil mengernyitkan kening mereka.


"Bertengkar lagi? Memang sebelumnya mereka tadi bertengkar, Sayang?"tanya pria paruh baya itu memastikan.


Dengan mantap wanita paruh baya itu langsung menganggukkan kepalanya, dan akhirnya mereka pun bergegas untuk menghampiri putra-putri mereka.


Setelah tiba di belakang rumah, ketiga orang itu pun melihat sesuatu yang sangat mengejutkan, dan membuat pria paruh baya itu memberikan tamparan keras di pipi putra sulungnya.

__ADS_1


PLAK!


Reyhan yang sama sekali tidak peduli dengan kehadiran keluarganya, langsung membuka paksa kedua tangan Audrey dan ingin menciumnya.


Entah iblis mana yang telah merasuki tubuh pria dewasa itu, sehingga bisa tersesat dan tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.


"Apakah kamu sudah tidak waras, Rey? Apakah kamu juga lupa, siapa wanita yang saat ini berada di depanmu, huh?!" cecar Riki dengan tatapan mata tajam.


Reyhan pun masih bergeming dan membalas tatapan tajam kepada sang Ayah. Bahkan rasa hormatnya kepada pria paruh baya itu entah pergi kemana.


"Ingat, Rey! Dia adik perempuan mu! Adik kandungmu! Dan kamu akan memperlakukannya seperti itu, huh?!" pekik Riki dengan rahang yang mengeras.


Faishal dan Rosa pun juga tidak menyangka, jika Reyhan bisa menjadi seperti itu karena wanita muda yang berstatus sebagai adik kandungnya sendiri.


Rosa yang hanya bisa menguatkan dirinya dengan memeluk putra keduanya, kini hanya bisa terisak di dalam pelukan Faishal.


Reyhan yang masih belum bisa menerima keputusan dan kenyataan itu, dia pun langsung melenggang pergi dengan meninggalkan satu pukulan keras di dinding, dan meninggalkan bercak darah.


"Ayah?!" panggil Audrey lirih.


Dengan cepat pria paruh baya itu langsung menghampiri putri kesayangannya, dan memeluknya agar sedikit merasa lebih tenang.

__ADS_1


__ADS_2