Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
95. Menaiki Nirwana


__ADS_3

Malam yang semula terasa dingin, kini langsung menggelora dan semakin memanas. Membuat sepasang insan saling memadu kasih dan terbang ke nirwana bersama.


"Ught, Sayang! Ternyata rasanya masih sama seperti pertama kali aku melakukannya. Masih terasa sempit dan menggigit." racau Aaron saat sedang memegang kendali.


Audrey yang sudah terlena dan kehilangan akalnya. Saat ini hanya mengeluarkan suara desahaan erotisnya, sehingga membuat Aaron semakin mempercepat hentakannya.


"Ught! Terus, Kak Aar!" pinta Audrey dengan mata yang terpejam.


Aaron yang masih memimpin permainan panas mereka, kini semakin mempercepat gerakannya sehingga suara erotis sang istri semakin membuat Aaron ingin membawanya terbang.


Audrey yang sudah tidak bisa menahan ledakan itu, akhirnya mencengkeram kuat punggung suaminya. Lembah sungai yang semula terasa kering kini langsung banjir disertai denyutan lembab tersebut.


Sejenak Aaron memberikan ruang untuk istrinya agar beristirahat terlebih dahulu. Pria dewasa itu yang saat ini masih turn on, langsung memberikan serangan lembut dan menggelitik di dalam lembah basah itu.


Satu jam memacu belut listriknya, akhirnya Aaron sampai pada puncak kenikmatannya. Pria itu pun semakin memperdalam belutnya saat susu kentalnya keluar di dalam lembah sungai milik Audrey.


"Terimakasih, Sayang. Semoga bibit-bibit kecebong ku berkembang dengan baik di dalam sana. Dan aku sudah tidak sabar untuk menantikan kehadiran mereka." harap Aaron sambil menciumi seluruh wajah istrinya.


"Aamiin. Tetapi mengapa Kak Aar mengatakan mereka? Apakah Kakak menginginkan lebih dari satu?" tanya Audrey dengan sikap polosnya.


"Ya. Aku berharap memiliki twins atau triplets, Sayang. hehehe..." sahut Aaron sambil menampilkan deretan gigi putihnya.


Audrey pun langsung terperangah saat mendengar ucapan suaminya. Pria itu belum tau saja bagaimana repotnya mengurus satu anak, dan sekarang dia meminta dua atau tiga sekaligus.


Namun, Audrey yang tidak ingin mengecewakan keinginan suaminya, kini langsung menganggukkan kepalanya dengan mantap.


"Tentu saja, Kak. Kamu pasti akan segera mendapatkan apa yang kamu inginkan. Semoga saja mereka tumbuh dengan baik di tempatnya." ucap Audrey dengan seulas senyum.


.


.


Di saat Aaron dan Audrey sedang melakukan ritual panas mereka. Di lain pihak, sepasang suami-isteri juga sedang merasakan indahnya malam pertama.

__ADS_1


"Kak, pelan-pelan ya? Katanya kalau pertama itu sakit." pinta Fani sambil menggigit bibir bawahnya.


Reyhan yang sejak tadi sudah menahan hasratnya, tanpa berpikir panjang dia langsung menganggukinya.


"Iya, Sayang. Aku akan melakukannya dengan perlahan dan hati-hati. Jadi kamu jangan takut ya?! Boleh kan aku memintanya malam ini?" pinta Reyhan dengan suara parau.


Menahan hasrat di sepanjang perjalanan membuat pria itu sudah seperti cacing kepanasan yang sedang mencari tempat yang teduh dan menyegarkan.


Fani yang merasa tidak tega melihat wajah suaminya yang sudah memerah, kini langsung mengangguk kecil.


Setelah mendapatkan lampu hijau, akhirnya Reyhan memulai rutinitasnya dari atas terlebih dahulu. Perlahan pria posesif itu memberikan ciuman lembut di bibir ranum istrinya.


Fani yang baru pertama kali melakukannya, saat ini hanya pasrah dan mengikuti arahan dari suaminya. Dua tangan kekar yang semula hanya diam, kini langsung melakukan tugasnya masing-masing.


Satu tangan pria itu saat ini sedang menjelajah di pucuk merah jambu istrinya. Fani yang awalnya merasa geli, lama kelamaan dia mulai terbiasa dengan sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan oleh Reyhan.


Setelah puas dengan bibir ranum istrinya, Reyhan mulai mengabsen leher jenjang gadis itu dan memberikan tanda kepemilikan di sana. Kemudian pria itu segera turun untuk menikmati pucuk merah jambu milik Fani.


Reyhan yang mulai rakus saat ini langsung meraupnya secara bergantian. Benda kenyal yang menjadi permainan favorit baru untuk pria dewasa itu.


"Ught! Kak Rey....."


Reyhan yang sudah merasa kenyang dengan dua pucuk merah jambu itu, kini langsung membuka kaki istrinya untuk melihat surga dunianya.


Saat lorong milik istrinya terbuka, Reyhan kembali meraupnya sehingga membuat Fani semakin memekik tertahan.


"Kak Rey! Ught!"


"Sudah basah. Sekarang, Sayang. Boleh kan?" pinta Reyhan dan langsung mendapatkan anggukan dari istrinya.


Perlahan tapi pasti Reyhan membimbing cacingnya untuk masuk ke lorong milik Fani. Fani yang saat ini memilih untuk memejamkan mata sambil mencengkeram kuat bahu suaminya.


Tepat di saat hentakan pertama, Reyhan sukses menjebol gawang istrinya yang masih bersegel. Bahkan di saat itu juga Reyhan tersenyum penuh kemenangan saat Fani mencakar punggungnya.

__ADS_1


"Sa-kit, Kak!" keluh Fani saat gawangnya sudah kebobolan.


"Hanya sebentar, Sayang. Aku akan melakukannya dengan lembut dan aku yakin kamu akan mulai terbiasa nanti." ucap Reyhan yang masih meyakinkan istrinya.


Setelah mendapatkan persetujuan kembali. Reyhan langsung memaju-mundurkan gerakannya secara perlahan.


Tak berselang lama kemudian, suara lenguhan kembali mengisi seluruh ruangan. Bahkan Fani yang awalnya merasakan sakit di bagian intinya, kini mulai terbiasa dnegan sentuhan lembut yang diberikan oleh Reyhan.


Reyhan yang semakin mempercepat hentakannya membuat Fani melakukan pelepasan untuk pertama kalinya. "Kak, aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Ught!"


Setelah mengatakan hal itu, tak berselang lama kemudian lorong milik Fani bergetar dan itu sukses membuat mata Reyhan terpejam saat merasakan denyutan milik istrinya.


'Beginikah rasanya menikmati surga dunia? Ah, mengapa aku bisa melewatkan kenikmatan ini?' racau Reyhan dalam hati.


Sesaat Reyhan memberikan jeda kepada istrinya untuk beristirahat sebelum dia menghentaknya lagi. "Sudah siap, Sayang? Cacingku sudah ingin menggeliat lagi di dalam sana. Boleh kan?" ujar Reyhan dengan suara parau.


Hampir dua jam pria itu memegang kendali dan tanpa merasakan lelah sedikitpun. Sedangkan istrinya kini sudah merasa kewalahan saat mengimbangi stamina suaminya yang sangat luar biasa.


"Aku sampai Sayang. Ught!"


Akhirnya tubuh Reyhan ambruk di atas tubuh mungil istrinya setelah dia melakukan penerbangan ke nirwana bersama dengan istri tercinta.


"Terimakasih, Sayang. Semoga nanti bibitku bisa segera berkembang di rahimmu. Dan aku berharap jika kamu juga sudah siap untuk menjadi seorang Ibu." ujar Reyhan.


Fani yang sudah menjadi istri sepenuhnya untuk Reyhan. Gadis yang sudah tidak bersegel itu memberikan senyuman kecil, karena saat ini dia juga sedang menahan nyeri di bagian intinya.


"Kenapa, Sayang? Apakah masih sakit? Maaf ya? Karena aku terlalu bersemangat untuk melakukannya." celetuk Reyhan dengan tatapan mata sendu.


Fani yang sudah tidak memiliki tenaga, kini hanya menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. Dan Reyhan dengan senang hati menyambutnya, kemudian pria itu memberikan kecupan singkat di seluruh wajah istrinya.


"I love you, my heart?"


"I love you more."

__ADS_1


Setelah melalui malam yang panas, akhirnya mereka terlelap bersama dengan tubuh polos yang hanya tertutup selimut tebal.


__ADS_2