
"Darimana aja kamu, Ra? Bukankah seharusnya kamu selesai sejak dua jam yang lalu di ruangan Pak Faishal? Apa jangan-jangan kamu berlama-lama di sana hanya untuk menggoda Bos kita ya?" cecar salah satu rekan kerja Mutiara dengan tuduhan yang tanpa bukti.
"Astaghfirullah, Nit! Mana mungkin aku berani menggoda Pak Faishal? Aku juga sadar diri, Nita. Siapa aku dan siapa beliau?!" ujar Mutiara saat membela diri.
Anita yang sejak awal tidak pernah menyukai kehadiran Mutiara sejak awal, selalu saja mencari-cari kesalahan yang sama sekali tidak pernah dilakukan oleh wanita muda itu.
Meskipun beberapa rekan kerja mereka sudah hafal bagaimana watak dari Anita. Mereka terkadang juga terhasut dengan ucapan-ucapan Anita yang selalu melempar kesalahannya kepada orang lain.
"Halah, Ra. Ngaku aja deh! Jangan munafik! Siapa sih orang yang tidak tertarik dengan pria tampan dan humble seperti Pak Faishal? Semua orang juga tau, jika beberapa karyawan lainnya juga bersaing untuk mendapatkan perhatian dari Bos kita." ujar Anita yang menyudutkan Mutiara.
Mutiara pun langsung menghela napas panjang saat mendapatkan tuduhan lagi dari wanita yang lebih tua lima tahun darinya.
"Sekali lagi aku jelaskan ya, Anita Sayang. Kalau aku di sini bekerja secara profesional. Dan jika kamu ingin tau apa yang aku lakukan tadi di ruangan Pak Faishal. Silahkan kamu tanyakan sendiri kepada beliau secara langsung!" ucap Mutiara dengan santai.
__ADS_1
Setelah menjelaskan semuanya kepada Anita. Akhirnya Mutiara memutuskan untuk meninggalkan rekan kerjanya yang selalu saja membuat masalah baru dengannya.
"Awas kamu, Ra! Aku pasti akan segera menyingkirkan mu dari kantor ini. Lihat saja nanti!" kecam Anita sambil menatap punggung Mutiara yang semakin menjauh.
Mutiara yang baru saja tiba di depan lokernya, kini langsung menghampiri atasannya yang bernama Melly.
"Assalamu'alaikum, Kak Melly?" sapa Mutiara dengan seulas senyum.
"Tidak, Kak Mel. Di sana aku justru mendapatkan pelajaran baru dari Pak Faishal, karena tadi beliau meminta ku untuk membantu beberapa pekerjaannya yang menumpuk." jelas Mutiara.
Melly yang mendengar penjelasan dari salah satu bawahannya, kini langsung memutar tubuhnya dan segera menarik Mutiara agar duduk di bangku depannya.
"Tunggu, Ra! Maksud kamu pekerjaan tentang apa? Bukankah Pak Faishal saat ini sedang menggantikan tugas Pak Reyhan yang masih melakukan cuti pernikahan?" tanya Melly dengan tatapan penuh selidik.
__ADS_1
Mutiara yang mendapatkan interogasi dari supervisornya, kini langsung memberikan penjelasan secara rinci agar tidak ada kesalahpahaman lagi.
"Jadi begini, Kak................"
Setelah selesai menjelaskan semuanya kepada Melly, akhirnya Melly langsung memahami jika salah satu bawahannya adalah wanita yang cerdas.
"Jadi kamu bisa mengoperasikan komputer juga ya? Coba deh kamu magang dulu di sini, siapa tau kamu bisa diangkat menjadi karyawan 'kan? Lumayan tuh gajinya nanti, bisa kamu buat untuk melanjutkan pendidikan mu." saran Melly dengan antusias.
Sejenak Mutiara kembali berpikir dan menimang-nimang saran dari supervisornya.
"Apa bisa, Kak? Aku takut jika nanti akan ditolak mentah-mentah oleh divisi yang merekrut ku." ucap Mutiara dengan ragu-ragu.
"Tenang saja, Ra. Aku akan membantumu agar mereka bisa memberikan kesempatan itu kepadamu. Dan aku yakin setelah melihat pekerjaan mu, mereka pasti akan mempertimbangkannya kembali." jelas Melly dengan penuh semangat.
__ADS_1