Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
35. Murkanya Keluarga Wijaya


__ADS_3

Sesaat setelah berteriak dengan kencang, Audrey langsung mengatupkan bibirnya serapat mungkin. Kini dia pun langsung menyadari, jika telah melakukan kesalahan yang fatal.


Karena emosinya yang sudah tidak bisa dibendung lagi, akhirnya wanita muda itu sampai kelepasan bicara di depan putrinya.


"Mommy, apa maksudnya tadi? Mengapa Mommy mengatakan jika Uncle Aaron adalah Daddy ku?" tanya Kimberly dengan tatapan penuh selidik.


Gadis kecil yang sangat terlihat lucu dan menggemaskan, seketika berubah seperti wanita dewasa yang sedang mengintrogasi lawan bicaranya.


Aaron yang sejak tadi hanya diam saja, kini mulai beralih kepada gadis kecil yang masih berada di samping Ibunya.


"Ya, Cimmy. Aku adalah Daddy mu. Apa kamu-"


"DIAM! SEKALI LAGI KAMU BERBICARA, MAKA AKU AKAN MEROBEK MULUT KOTORMU ITU!" ancam Reyhan yang semakin naik pitam.


Aaron yang belum selesai menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba dengan cepat melepaskan diri dari cengkeraman tangan Reyhan. Pria itu pun langsung berlari dan menghampiri darah dagingnya.

__ADS_1


Grap!


Entah sejak kapan Aaron sudah berada di samping gadis kecil itu, dan dengan cepat tubuh mungil itu pun sudah berada di dalam pelukannya.


"NO! Lepaskan Cimmy, Uncle! Lepas!" pekik Kimberly sambil memberontak.


Setelah mengetahui fakta yang sangat mengejutkannya, gadis kecil itu tidak dengan mudahnya menerima pengakuan, dari sosok pria yang masih sangat asing untuknya.


"Sayang? Percayalah! Aku ini adalah Daddy mu. A-aku...."


Gadis cerdik dan cerdas itu memang bisa membuat semua orang tercengang, ketika sosok kepolosannya telah berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dari usianya.


"Maafkan Daddy, Sayang! Daddy-"


"Hentikan, Tuan Aaron! Jangan sampai Anda membuat Saya seperti singa yang lapar,sehingga Saya bisa menerkam dan mengoyak tubuh Anda." ancam Faishal.

__ADS_1


Ya, Reyhan dan Faishal adalah dua tameng pelindung untuk adik perempuan mereka. Bahkan kedua pria itu pun akan melakukan apapun, agar orang-orang yang mereka cintai tidak tersakiti oleh orang disekitarnya.


Dengan langkah panjang, Reyhan dan Faishal berjalan menghampiri Aaron dan Kimberly. Meskipun Audrey hanya diam, namun gejolak di dalam hatinya masih berkobar.


"Seharusnya Anda masih memiliki urat malu untuk mengatakan hal itu kepada gadis kecil ini, Tuan Aaron! Dan tidak seharusnya Anda bersikap seperti seseorang yang tersakiti, padahal di sini korbannya adalah kedua Ibu dan anak ini." tegas Faishal.


Riki dan Rosa pun tidak ingin tinggal diam, melihat cucu kesayangan mereka berada di dalam pelukan pria asing. Dengan cepat dia pun langsung mengambil alih tubuh mungil itu, dan membawanya ke dalam gendongannya.


Ya, meskipun mereka semua tau, jika Aaron adalah Ayah biologis Kimberly. Tetapi mereka tidak akan pernah mudah untuk memaafkan dan melupakan tentang kebejadtan pria tersebut.


"Jangan pernah bermimpi untuk mendekati mereka dengan mudah, Tuan Rich! Saya sangat menyesal karena telah membuat perjanjian kerjasama, dengan pria badjingan seperti Anda. Mulai sekarang kerjasama kita batal! Dan Saya akan membayar denda dan kerugian sesuai kesepakatan di surat perjanjian kita sebelumnya!" celetuk Riki dengan tatapan mata tajam.


Baru beberapa langkah berjalan sambil menggendong tubuh mungil itu, sambil memeluknya agar sedikit merasa tenang.


"Oh, iya satu lagi! Saya peringatkan kepada Anda, jangan pernah mencoba untuk mendekati dan bermimpi untuk memiliki mereka. Karena Saya tidak akan pernah merestui dan membiarkan Anda mengambil mereka dari Saya! Camkan itu!" ancam Riki yang sedang memperingatkan Aaron.

__ADS_1


__ADS_2