
"Kak, apakah kita perlu membawa bukti-bukti ini?" tanya Faishal di sela pekerjaan lembur mereka.
"Tentu saja iya, Fai. Karena bukti-bukti itu, kita akan mendapatkan sesuatu hal yang sangat menarik. Dan kamu bisa melihatnya sendiri, apa yang akan aku lakukan kepadanya." ucap Reyhan dengan penuh keyakinan.
*Flashback on*
Cafe RAF'W
Di saat pulang kerja Reyhan dan Faishal tidak langsung pulang ke rumah. Akan tetapi mereka pergi ke Cafe milik keluarga Wijaya, yang berhasil dirintis oleh Reyhan dan Faishal sendiri.
Saat kedua pria itu sedang asyik berbincang-bincang. Dari arah pintu masuk private room mereka melihat sosok yang sedang mereka nantikan kehadirannya.
"Akhirnya Anda datang juga, Tuan Rider. Saya kira Anda tidak akan sanggup untuk melakukan tugas kilat ini. Tetapi Saya sama sekali tidak menyangka, ternyata pekerjaan ini bisa lebih cepat dari apa yang Saya perkirakan." cetus Reyhan.
Ya, sosok yang mereka nantikan adalah Rider Vanderson. Seorang detektif profesional dan berpengalaman untuk melakukan penyelidikan dalam segala hal.
__ADS_1
Namun, siapa sangka jika Rider, adalah salah satu rekan kerja sekaligus sahabat baik dari Aaron Vincent Rich. Akan tetapi, meskipun dia adalah sahabat dari Aaron. Dia harus bisa bersikap profesional di dalam pekerjaannya.
"Sesuai dengan kesepakatan kita. Sebelum senja Saya sudah berhasil mengumpulkan semua bukti-bukti yang Anda inginkan, Tuan Reyhan." ucap Rider sambil memberikan map berwarna biru beludru kepada Reyhan dan Faishal.
Kedua pria itu pun langsung menerima map tersebut. Kemudian mereka berdua dengan seksama membaca dan menyimak setiap informasi, serta bukti yang telah dikumpulkan oleh detektif itu.
Sesuai dengan dugaan mereka, jika Aaron adalah Ayah biologis dari Kimberly dan itu semua juga sesuai dengan pernyataan dari adik perempuan mereka.
"Baiklah. Saya merasa sangat puas dengan cara kerja Anda. Jadi setelah ini, adik Saya akan mentransfer bonus dua kali lipat kepada Anda. Terimakasih atas kerjasama dan bantuannya, Tuan Rider." ucap Reyhan sambil menjabat tangan Rider.
*Flashback off*
Tak terasa malam pun semakin larut, dan akhirnya pekerjaan mereka pun berhasil terselesaikan dengan baik. Tepat pukul dua belas malam, kedua Kakak beradik itu tiba di kediaman Wijaya.
"Apakah harus selarut ini kalian pulang dari Kantor? Mengapa tidak sekalian pulang besok saja?" cetus seseorang yang saat ini duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
"Baby?! Honey?!" pekik kedua pria itu.
Mereka berdua pun merasa sangat terkejut, karena tiba-tiba mendengar suara wanita yang selalu menjadi kesayangan mereka.
Akhirnya kedua pria itu pun langsung menghampiri sosok wanita yang masih terjaga. Mereka pun tidak menyangka jika adik kesayangan mereka akan menunggui kepulangannya.
"Mengapa kamu masih di sini, Honey? Bukankah seharusnya kamu sudah tidur nyenyak di dalam kamar? Apakah saat ini ada yang mengganggu pikiranmu?" cecar Reyhan.
Kedua Kakak beradik itu saat ini duduk mengapit adik perempuan mereka. Sedangkan Audrey hanya melipat kedua tangannya di depan dada, sebagai tanda jika wanita muda itu merajuk.
"Baby Sayang? Mengapa kamu diam saja saat Kak Rey bertanya? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Faishal sambil mengusap lembut rambut hitam panjang Audrey.
Audrey yang sudah tidak bisa menahan dirinya untuk melakukan protes kepada kedua Kakaknya, kini langsung mencubit lengan kedua Kakaknya.
"Apa maksud kalian akan melibatkan ku dan Cimmy dalam rencana kalian besok? Mengapa kalian tidak membicarakan tentang hal ini terlebih dahulu denganku? Jika saja aku tadi tidak mendengar pembicaraan Ayah dan Ibu, pasti aku akan menjadi orang bodoh besok!" cecar Audrey dengan nada ketus.
__ADS_1