
Setelah melalui perdebatan kecil antara suami-istri itu, akhirnya suasana makan malam pun sedikit canggung. Sejujurnya Audrey merasa tidak enak, karena secara tidak langsung suaminya telah meminta hak itu kepadanya.
Di sela-sela makan malam, Audrey menjadi lebih banyak diam daripada ikut meladeni candaan yang dilontarkan oleh Ayah dan anak itu.
'Apakah malam ini aku harus memberikan hak itu? Dan apakah aku sudah benar-benar siap untuk melakukannya?' batin Audrey.
Kini perasaan Audrey berkecamuk untuk memutuskan satu hal terpenting di dalam hidupnya. Wanita muda itu pun sebenarnya tau, jika dia terlalu lama menunda hak suaminya. Maka dia akan sangat berdosa, karena telah membiarkan suaminya menahan hasratnya seorang diri.
Aaron yang melihat perubahan sikap dan perilaku istrinya semenjak dia menanyakan perihal adik kepada putrinya, kini pria itu menjadi tidak enak karena telah membuat istrinya menjadi pendiam.
Pria itu pun kini meraih tangan istrinya dan langsung menggenggam erat tangan mungil itu. Audrey yang sedari tadi masih memikirkan tentang bagaimana cara untuk memberikan hak itu, kini langsung terkejut saat tangannya sudah berada di genggaman suaminya.
"Eh, Kak?"
"Tidak perlu dipikirkan sekarang, Sayang. Aku pasti akan menunggumu, sampai kamu benar-benar siap untuk memberikan itu nanti. Jadi jangan terlalu dipikirkan sekarang, fokuslah kepada putri kita yang satu ini dulu." ucap Aaron dengan seulas senyum manisnya.
Audrey yang melihat ketulusan dan keikhlasan dari sang suami, kini semakin merasa bersalah dan berdosa karena telah menunda hak itu.
__ADS_1
"Maafkan aku, Kak! Maaf!" ucap Audrey sambil menundukkan kepalanya.
Kimberly yang masih menikmati makanan, sesekali hanya melirik dan mengedikkan bahunya. Karena gadis kecil itu juga tidak tau, pembahasan apa yang dibicarakan oleh kedua orangtuanya.
"Ssstt! No! Jangan pernah meminta maaf kepadaku! Apalagi jika kamu harus menitikkan buliran yang sangat berharga itu. Tetaplah tersenyum bulanku, agar kamu selalu bisa memberikan cahaya untuk kehidupan kami." ucap Aaron dengan tulus.
CUP!
Setelah mengatakan hal itu kepada istrinya. Kecupan singkat pun tidak pernah tertinggal dan itu akan menjadi kebiasaan barunya, agar istrinya segera membuka hati untuknya.
'Aku berharap, jika nanti aku akan menjadi satu-satunya orang yang memiliki hatimu sepenuhnya, Sayang. Dan aku juga berharap jika kamu akan selamanya menjadi milikku.' batin Aaron.
"Makanlah, Mom! Makanannya benar-benar sangat enak sekali. Jangan sampai Mommy menyesal, karena Cimmy akan menghabiskan semuanya." puji Kimberly sambil memasukkan makanan itu kedalam mulutnya dengan lahap.
Audrey kini hanya membalas ucapan putrinya dengan seulas senyum dan anggukan kepala. Saat ini wanita muda itu masih berperang dengan hati dan pendiriannya.
'Ya ALLAH, mungkin memang ini sudah saatnya. Karena aku juga ingin mencari ridho MU di dalam pernikahan ini.' batin Audrey saat meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Setelah makan malam selesai, Aaron membantu Audrey untuk membersihkan sisa makanan dan mencuci beberapa piring yang kotor.
Mereka melakukan semuanya sendiri, karena tidak ingin melibatkan pelayan di rumah itu. Mereka juga memerintahkan kepada semua pelayan, agar beristirahat terlebih dahulu.
Setelah semuanya selesai, keluarga kecil itu langsung bergegas menuju kamar tidur mereka. Sedangkan putri kesayangan mereka saat ini memilih untuk belajar mandiri dan tidur sendiri di kamar sebelah mereka.
Aaron yang belum memikirkan tentang desain kamar putrinya, setelah sampai di dalam kamarnya. Kini dia langsung mengotak-atik laptopnya untuk mencari desain yang cocok dengan gadis kecil itu.
Audrey yang melihat suaminya yang masih berkutat dengan benda persegi itu, kini hanya mencebikkan bibirnya. Sejujurnya saat sampai di dalam kamar, dia ingin mengatakan sesuatu kepada suaminya.
Namun, semua itu tertunda karena suaminya lebih memilih untuk menatap benda itu daripada menatapnya. Meskipun dia tau apa yang sedang dilakukan oleh suaminya, tetapi dia juga sedikit merasa kesal karena diabaikan oleh sang suami.
"Sayang, coba lihat dulu ke sini. Aku mau menanyakan tentang desain yang cocok untuk mendekorasi kamar putri kita." pinta Aaron.
Mau tidak mau, akhirnya wanita muda itu beranjak dari ranjangnya dan berjalan ke arah suaminya berada.
GRAP!
__ADS_1
Setelah tiba di samping suaminya, wanita itu pun langsung terkejut. Karena saat ini posisi mereka sangat intim, dengan posisi Audrey yang duduk dipangkuan suaminya.
"Kak Aaron?!" pekik Audrey.