
*Hay gaes.. mampir yuk ke Novelku yang berjudul GADIS LUMPUH KESAYANGAN SANG PRESDIR.. ā¤ļø
Kisah memilukan seorang gadis miskin yang lumpuh, akibat tragedi kecelakaan yang membuat kedua kakinya tidak bisa berjalan lagi.
Namun...
Karena sebuah kebaikan dari seorang pria, gadis itu pun akhirnya mendapatkan perawatan yang terbaik untuk kesembuhannya.
Tetapi....
***
Yuk kita simak bersama, bagaimana kelanjutan kisah dari gadis itu? šā¤ļø*
"Ayahmu telah menjual mu kepada Saya, sebagai pelunas semua hutangnya. Jadi kamu harus bersedia untuk menjadi istri ketiga Saya, gadis manis!" ucap Juragan Toro sambil menyeringai licik.
Melody yang baru saja pulang dari tempat kerjanya sebagai waiters di Restoran Cendana, kini langsung disuguhi oleh pemandangan yang sangat mencengangkan. Melihat Sang Ayah yang terkapar tak berdaya, dengan kedatangan Juragan Toro yang sama sekali tidak pernah dia duga.
Awalnya membuat Melody merasa iba. Namun, rasa iba itu seketika berubah menjadi sorot kebencian, karena dengan tega Ayahnya sendiri menjual dirinya kepada Juragan Toro, orang yang terkenal sebagai salah satu rentenir yang sangat sadis dan tidak kenal ampun.
"CIH! Aku tak Sudi untuk menjadi istri ketiga mu, dasar laki-laki tua gendut tidak tau diri!" hardik Melody dengan tatapan mata tajam.
__ADS_1
"PLAK!"
Seketika tamparan keras mendarat di pipi Melody, dari sudut bibirnya saat ini mengalir darah segar dan terasa sangat perih.
"Cepat! Bawa dia! Mau tidak mau, dia harus menjadi istri Saya! Hahaha.." ucap Juragan Toro dengan angkuhnya.
Sedangkan kedua orang yang bertubuh kekar, kini langsung mencengkeram erat lengan Melody. Salah satu dari mereka kemudian memberikan obat bius kepada Melody, kemudian kesadarannya perlahan mulai menghilang.
***
Saat Melody tersadar, dia memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing. Tiba-tiba dia teringat dengan kejadian yang beberapa waktu lalu dia alami, kemudian dia menatap ke sekeliling dan menyapu setiap sudut ruangan yang berada di kamar itu.
"Aku dimana?" gumam Melody yang saat ini sedang kebingungan.
"Aku harus bisa keluar dari rumah ini, bagaimana pun caranya. Karena aku tidak sudi menikah dengan laki-laki tua dan gendut itu, apalagi harus menjadi istri ketiganya." gumam Melody sambil bergidik.
Kemudian dia pun melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu, dan mencoba untuk memutar kenop pintu tersebut.
"Ceklek!"
"Tidak dikunci ternyata. Bagus, aku harus memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri dari tempat terkutuk ini," gumam Melody sambil mengendap-endap keluar melewati pintu.
__ADS_1
"Mau kemana kamu gadis manis?" tanya Juragan Toro yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.
Melody yang merasa frustrasi karena kesulitan mencari celah untuk melarikan diri, langsung mendorong tubuh Juragan Toro yang hampir mendekatinya, hingga terjerembab ke belakang.
"Hey! Jangan lari kamu!" pekik Juragan Toro, yang saat ini sedang mencoba untuk berdiri kembali.
"CEPAT, KALIAN TANGKAP DIA!" titah Juragan Toro kepada kedua bodyguard-nya.
Melody yang merasa sangat ketakutan, kini langsung berlari sekencang mungkin agar tidak tertangkap kembali oleh anak buah Juragan Toro. Namun na'as, saat Melody berlari, dia sama sekali tidak memperhatikan sekelilingnya.
"BRAAKK!"
Tiba-tiba terdengar suara hantaman yang cukup keras, saat sebuah mobil berwarna hitam menabrak tubuh gadis malang itu.
Sedangkan dua bodyguard Juragan Toro yang ingin menangkap kembali Melody, kini langsung berputar arah dan melarikan diri agar tidak terkena imbasnya.
Alexander Biantara adalah nama pemilik mobil sport berwarna hitam tersebut. Dengan cepat dia dan sang asisten pribadinya, Daren Hendrawan langsung keluar dari dalam mobil dan menghampiri Melody.
"To-tolong sa-saya, Tu-an!"
Hanya kata-kata itu yang sempat terucap oleh Melody. Karena setelah itu, Melody langsung kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
"Cepat, bawa gadis ini ke Rumah Sakit terdekat!" titah Alex kepada Daren.
Dengan cepat Daren menganggukkan kepalanya, dan langsung membawa Melody masuk ke dalam mobil Alex.