Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
38. Time Zone


__ADS_3

Keesokan harinya, suasana yang selalu hangat dan menyenangkan kini seketika berubah menjadi menegangkan dan tidak seperti biasanya.


Makan pagi yang selalu disertai dengan canda tawa dan senyuman, saat ini juga menjadi kelabu karena sang pelangi mulai memudarkan senyumannya.


"Ayah, Ibu, hari ini aku akan keluar sebentar bersama dengan Cimmy. Aku janji tidak akan pulang terlambat, dan bisa makan malam bersama." izin Audrey.


Reyhan dan Faishal yang semula hanya fokus kepada makanannya, tiba-tiba langsung menghentikan gerakannya dan saling beradu lirikan.


Kedua pria itu pun juga saling memberikan kode melalui kedipan dan tatapan. Jadi semua orang yang berada di sana sama sekali tidak akan menyadari akan hal itu.


"Apakah kamu yakin, hanya akan pergi berdua saja? Atau kamu ingin Ibu dan Ayah menemanimu?" tanya Rosa.


Seorang Ibu pasti akan selalu mengkhawatirkan keadaan anaknya, apalagi saat ini salah satunya sedang berada di ambang kehancuran untuk kedua kalinya.


Dengan cepat Audrey langsung menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum tipis kepada wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Tidak perlu, Bu. Aku dan Cimmy hanya ingin menenangkan diri saja, dan kami harap kalian bisa menghargai keinginan kami, tanpa ada yang harus memata-matai." ucap Audrey dengan sebuah sindiran yang sengaja dia lontarkan kepada kedua Kakaknya.


Kakak beradik itu pun langsung beradu pandang dan saling mengedikkan bahu. Entah apa yang membuat adik perempuannya bisa berpikir ke arah sana.


Padahal sebelumnya mereka sudah merencanakan hal itu, melalui kode tatapan mata itu. Namun ternyata, adik perempuan mereka memang sangat cerdas, sehingga bisa membaca gerakan dan kode tersebut.


Setelah makan pagi selesai. Sesuai dengan kesepakatan akhirnya Audrey dan Kimberly pun berpamitan kepada sepasang suami-istri paruh baya dan kedua pria matang itu.


***


Kimberly yang sejak tadi masih terdiam, kini masih bergeming dan menatap ke luar jendela.


"Em, bagaimana kalau hari ini kita main time zone, seperti saat bersama dengan Oma?" usul Kimberly sambil mengedipkan matanya.


Audrey pun langsung menyetujuinya, karena saat ini dia dan putrinya memang sedang butuh hiburan dan refreshing. Meskipun hanya sejenak dan akhirnya akan teringat kembali dengan masalah yang berbelit-belit, tetapi mereka juga ingin bersenang-senang sesaat saja.

__ADS_1


"Baiklah. Kita ke sana sekarang. Kita berdua akan bersenang-senang, Honey. Hanya kita berdua saja. Kamu setuju?" cetus Audrey.


Kimberly pun mengangguk dengan antusias, dan bersemangat untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan itu.


"Siap, Mom. Hanya kita berdua dan tidak akan ada orang lain diantara kita." celetuk Kimberly.


Akhirnya kedua wanita beda usia itu pun pergi ke sebuah pusat perbelanjaan ternama yang berada di pusat kota. Tujuan mereka ke tempat itu bukanlah untuk berbelanja, tetapi untuk mengunjungi tempat bermain anak-anak dan dewasa.


"Yeah! Akhirnya kita sampai di sini juga, Mom. Oh, iya.. Cimmy mau main ke sana, Mom." pinta Kimberly sambil menarik tangan Audrey.


Audrey yang kembali melihat senyuman manis putrinya, kini menyambutnya dengan hangat dan senyuman. Kini dunia Audrey seakan berwarna kembali, saat melihat senyuman yang merekah di kedua sudut bibir putrinya.


"Yuk, Sayang! Mommy juga ingin ikut bermain-main denganmu, bolehkah?" tanya Audrey dengan seulas senyum.


Gadis kecil itu dengan antusias kembali menganggukkan kepalanya dengan semangat yang tinggi. Saat dia kembali melihat permainan-permainan yang berada di depannya, seakan jiwa petualang nya kembali.

__ADS_1


"Let's go play now, Mommy!" pinta Kimberly.


__ADS_2