
Baru dua hari menikah dengan pria yang sangat dia benci, tiba-tiba kini timbul perasaan aneh yang hinggap di hati wanita muda itu.
Perhatian-perhatian kecil dan pengertian yang diberikan oleh Aaron, kini membuat prinsip dan keyakinan seorang Audrey mulai goyah.
Setiap tatapan dan ucapan lembut yang keluar dari bibir pria itu, seakan membuat Audrey terhipnotis dan sulit untuk menolaknya, kecuali permintaan hak dari suaminya.
Di sela-sela kesibukan memasak mereka, Aaron selalu mencuri ciuman kecil di pipi istrinya, dan semua itu membuat jantung Audrey berpacu tidak beraturan.
"Sayang, I Love You?" bisik Aaron tepat di samping telinga sang istri.
DEGH!
Jantung yang semula berpacu dengan kencang, kini seperti berhenti seketika. Saat seorang Aaron menyatakan perasaannya kepada istrinya, dan semua itu membuat aktivitas Audrey sedikit terhenti karena terkejut dengan ucapan suaminya.
'Astaghfirullah. Perasaan apa ini Ya ALLAH? Mengapa di saat Kak Aaron selalu menyatakan perasaannya, hatiku selalu berdesir hebat? Apakah aku sudah mulai membuka hati untuknya?' batin Audrey.
__ADS_1
"Mommy, kok jadi diam sih? Ini masakannya sebentar lagi matang lho. Mommy jangan melamun dong! Nanti kalau masakannya gosong kita tidak jadi makan malam." keluh Kimberly.
Dan ucapan yang baru saja dilontarkan oleh putri mereka, kini membuat pria itu terkekeh. Sedangkan Audrey kini langsung gelagapan dan salah tingkah sendiri.
"I-iya, Sayang. Maafkan, Mommy!" ucap Audrey sambil terbata.
Aaron yang melihat raut wajah istrinya yang bersemu merah, seperti tomat rebus. Kini langsung tergelak dan langsung memeluk tubuh mungil itu dari samping.
"Kamu kenapa, Sayang? Apakah tadi aku salah berbicara?" tanya Aaron dan langsung mendapatkan cubitan kecil dari istrinya.
Wanita muda itu kini semakin tersipu, karena setiap ucapan yang Aaron katakan malam ini selalu membuat jantungnya berpacu melebihi batas maksimal.
"Berhentilah untuk menggoda Mommy, Dad! Nanti masakannya akan gosong, kalau Mommy tidak bisa fokus untuk memasak makan malam kita." protes Kimberly sambil mengerucutkan bibirnya.
Aaron dan Audrey kini saling beradu pandang saat melihat tingkah laku putri mereka. Dan kini Aaron langsung mempunyai ide untuk menggoda putrinya.
__ADS_1
"Baiklah. Daddy tidak akan menggangu dan menggoda Mommy, Honey. Tetapi sebelum itu Daddy boleh tidak bertanya satu hal kepada Cimmy?" ucap Aaron sambil mensejajarkan dirinya dengan putrinya.
Kimberly pun langsung menganggukinya tanpa menaruh sedikitpun rasa curiga kepada sang Ayah. Dan itu semua membuat ide dan kelicikan dari pria itu muncul seketika.
"Em, jadi begini. Semisal nanti Cimmy punya adik kecil, mau tidak?" tanya Aaron sambil melirik ke arah istrinya.
Audrey yang mendengar pertanyaan konyol dari suaminya, kini langsung tersedak dan mendelik ke arah sang suami. Wanita muda itu bahkan belum terpikirkan untuk memberikan hak itu kepada suaminya, tetapi kini tiba-tiba sang suami dengan penuh percaya diri menanyakan hal itu kepada putri mereka.
"Kak Aaron?!" pekik Audrey.
Audrey yang melihat wajah Ibunya seperti tomat rebus, kini langsung mengernyitkan keningnya sambil menatap lekat wajah Ibunya.
"Mom, memang bisa ya kalau Cimmy mempunyai adik kecil? Terus bisa tidak kalau Cimmy minta adik perempuan, biar bisa menjadi teman Cimmy nanti?" tanya Kimberly dengan polosnya.
Audrey pun langsung memijat pelipisnya, saat mendengar pertanyaan dari putrinya. Bahkan suaminya saat ini hanya menahan tawa, sambil mengerlingkan mata kepadanya.
__ADS_1
'Astagfirullah. Kenapa aku harus menikah dengan pria konyol seperti dia?' gerutu Audrey dalam hati.