
Di lain tempat, seorang pria sedang melampiaskan kemarahannya dengan menengguk beberapa gelas minuman beralkohol. Minuman yang sangat dia benci dan hindari, saat ini dia jadikan sebagai pelampiasannya.
"Mengapa kamu tega sekali kepada ku, Drey? Apa kurangnya aku dibandingkan dengan badjingan itu? Hahaha... Sepertinya wanitaku sedang mempermainkan dia, dan setelah itu dia akan kembali kepadaku," racau Reyhan.
Di saat Reyhan sedang sibuk dengan gelas-gelasnya. Adik laki-lakinya kini sedang sibuk mencarinya di setiap penjuru kota. Bahkan dia juga mencari Kakaknya di sebuah kedai kecil di batas kota.
"Shitt! Kemana sebenarnya pria itu pergi? Apakah dia pergi ke hutan dan bunuh diri di sana? Huft! Benar-benar sangat merepotkan!" gerutu Faishal saat tak kunjung menemukan keberadaan putra sulung Wijaya.
Perlahan Faishal kembali mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Saat ini dia juga sedang mengerahkan semua orangnya untuk mencari keberadaan Kakaknya.
Tring... Tring... Tring...
Suara dering ponsel pun terdengar. Dengan cepat Faishal langsung mengambil ponselnya yang berada di bangku sampingnya.
"Halo? Apakah kamu sudah menemukan dia?" tanya Faishal tanpa basa-basi.
"Iya, Tuan. Kami sudah menemukan Tuan Reyhan di sebuah bar tengah Kota. Saat ini beliau sedang mabuk berat, dan meracau tidak jelas. Seperti... em, maaf! Seperti orang yang sedang patah hati." jelas seorang pria dari seberang panggilan suara.
__ADS_1
"Baiklah. Kalian cukup jaga saja, dan jangan dekati dia jika kalian sayang dengan nyawa kalian!" ucap Faishal yang memperingatkan orang-orangnya.
"Baik, Tuan." jawab seseorang itu lagi.
Setelah mendapatkan jawaban, akhirnya Faishal langsung memutuskan panggilan tersebut, dan bergegas memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Ckk! Kenapa kamu menjadi segila ini, Kak? Tidak sadarkah jika yang kamu cintai adalah adik kandungmu, adik kita? Dasar pria tidak waras!"
Di sepanjang perjalanan, Faishal terus mencaci maki dan menggerutu. Melihat tingkah Kakaknya yang hampir melewati batas, dia tidak mampu untuk menahan dirinya agar tidak marah kepada Kakaknya.
.
.
Kemudian salah satu pria yang menunggu kedatangan Faishal, menunjukkan tempat yang paling dia hindari. Beberapa kali seorang gadis datang menghampirinya, dan mencoba untuk merayunya.
Tetapi semuanya selalu ditepis dengan kasar oleh Faishal. Pria itu pun memandang jijik ke setiap wanita, yang menjajakan dirinya kepada setiap pria yang datang.
__ADS_1
"Dasar tempat lucknut! Sangat menjijikkan!" gerutu Faishal.
Pria yang terkenal dengan keramahan dan keceriaannya, kini mendadak menjadi seekor singa jantan yang sedang mencari mangsanya.
"Lepaskan Kakakku, atau kupatahkan kedua tanganmu!" kecam Faishal dengan aura dingin.
Akhirnya kedua wanita itu pun langsung pergi meninggalkan Reyhan yang masih sibuk menengguk minumannya. Pada,di depannya sudah berjejer beberapa botol kosong, tetapi Reyhan terus saja memesan minuman terlarang itu.
"Ikut aku, Kak! Kita harus segera pergi dari tempat lucknut ini!" pinta Faishal sambil membopong tubuh kekar kakaknya.
Dengan kasar Reyhan menepis tangan Faishal dan kembali duduk di tempatnya semula. Awalnya Faishal masih tetap sabar untuk meminta kakaknya untuk pulang, tetapi tidak saat dia mendapatkan bogeman mentah dari pria dewasa itu.
BUGH!
"Pergi saja sendiri! Dan jangan pernah menggangguku, atau kamu akan habis di tanganku!" hardik Reyhan dengan tubuh yang sempoyongan.
"Ckk! Membawa tubuhmu saja sudah tidak mampu, kamu masih bisa mengancam ku, Kak Rey? Dasar pria lemah!" ejek Faishal sambil berdecak.
__ADS_1
Reyhan yang sudah kehilangan kesabarannya, kini semakin naik pitam dan hendak memukul Faishal lagi. Namun, semua itu berhasil dihindari oleh pria itu.
"Badjingan kamu, Fai! Dasar pengkhianat! Jangan salahkan aku jika bisa berbuat diluar kendali, Faishal!" hardik Reyhan lagi.