Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
19. Melakukan Penyelidikan


__ADS_3

"Halo?"


"......."


"Segera lakukan penyelidikan tentang dia! Saya ingin hari ini anda bisa mendapatkan informasi lengkapnya. Lakukanlah dengan hati-hati! Karena dia bukanlah orang sembarangan." tegas Faisal.


"......."


"Bagus. Lakukanlah!"


"......."


Setelah mendapatkan jawaban dari seseorang yang berada di seberang panggilan. Akhirnya Faishal langsung menutup panggilan tersebut, dan kembali menyimpan benda pipih itu di sakunya.


"Baiklah, Kak. Kita tinggal menunggu kabar dari DIA. Aku yakin dia bisa menyelesaikan tugasnya, sebelum waktunya habis. Dan dia pasti juga tau, apa konsekuensinya jika sampai menyia-nyiakan waktunya yang sangat berharga itu." cetus Faishal sambil menyeringai licik.

__ADS_1


Reyhan pun juga ikut menarik sebelah sudut bibirnya. Karena dia juga tau, bagaimana sistem kerja orangnya itu. Dan dia juga sangat yakin, jika sebelum senja tiba orangnya telah berhasil mengumpulkan semua bukti-bukti yang dia inginkan.


"Bagus. Aku percayakan semuanya kepada kalian. Aku yakin jika firasat ku tentang pria itu tidak pernah salah. Karena gadis kecil kesayangan kita, memiliki paras yang identik seperti dia." ujar Reyhan sambil menatap tajam ke depan.


Tidak bisa dipungkiri, bahwa firasat Reyhan memang selalu tepat. Bahkan pria matang itu selalu memiliki perasaan yang sangat peka terhadap sekitarnya.


***


"Kenapa kamu sudah pulang, Sayang? Apakah kamu pulang sendirian? Dan kenapa kakak mu tidak mengantarkan mu?" cecar Rosa, saat melihat putrinya yang berjalan tergesa-gesa dan seorang diri.


Audrey pun sedikit merasa terkejut dengan kehadiran sang Ibu yang tiba-tiba. Dia pun memaksakan seulas senyum, meskipun di dalam hatinya saat ini sedang berkecamuk.


"Yasudah. Kalau begitu kamu ikut Ibu saja ya ke taman bermain. Cucu kesayangan Oma ingin bermain di taman katanya. Apakah kamu mau ikut, Sayang?" tanya Rosa dengan suara lembut.


Audrey yang saat ini sedang kacau, dengan ragu-ragu dia langsung menggelengkan kepalanya. Saat ini bukan waktu yang tepat untuknya keluar dari rumah itu.

__ADS_1


Wanita itu belum siap untuk bertemu kembali dengan orang-orang yang pernah dia kenali. Termasuk masalalu nya dan mantan sahabatnya yang saat ini sedang mengandung anak dari mantan kekasihnya.


"Tidak, Bu. Sepertinya hari ini aku ingin berada di rumah saja bersama dengan Ayah. Bolehkah?" tolak Audrey.


Rosa yang mengerti bagaimana perasaan putrinya saat ini, hanya menganggukkan kepala dan mengulas senyum tipis. Berada di posisi Audrey memang tidak mudah, apalagi dia menyimpan rahasia besar itu seorang diri. Hingga hadir putri semata wayangnya, dan merawatnya seorang diri.


"Baiklah. Tidak masalah. Mungkin memang lebih baik jika kamu berada di rumah terlebih dahulu, Sayang. Dan jika nanti ada sesuatu yang ingin kamu katakan, kamu bisa mengatakannya kepada Ayah atau Ibu setelah pulang nanti." ujar Rosa dengan penuh kasih sayang.


Audrey yang kembali merasakan hangatnya kasih sayang dari keluarganya. Kini sedikit merasa lebih baik dari sebelumnya. Meskipun sebenarnya dia belum terlalu nyaman setelah kembali lagi ke rumah ini.


"Baik, Bu. Aku akan menemui Cimmy terlebih dahulu, dan mengatakan kepadanya agar tidak merepotkan Omanya." ucap Audrey sambil menggandeng tangan Rosa.


Rosa pun hanya menganggukkan kepalanya sambil mengembangkan senyumnya. Kedua wanita beda usia itu akhirnya menemukan gadis kecilnya bersama dengan Opanya.


"Cimmy Sayang?" panggil Audrey.

__ADS_1


Cimmy yang awalnya duduk di pangkuan Riki, kini langsung bangkit dan berlari ke arah Ibunya.


"Mommy!" pekik gadis kecil itu sambil berlari ke arah Audrey.


__ADS_2