Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
68. Ketulusan Aaron


__ADS_3

"Terimakasih. Karena kamu sudah bersedia untuk menjadi penyempurna hidupku. Aku berjanji akan selalu menjaga mu dan putri kita." ucap Aaron sambil menarik tangan Audrey.


Sebenarnya Audrey ingin menepis tangan Aaron, tetapi dia langsung mengurungkan niatnya. Karena dia pun sadar, jika saat ini statusnya adalah sebagai seorang istri.


Jadi apapun yang diinginkan Aaron selama itu masih dibatas kewajaran, Audrey masih membiarkannya. Namun, jika malam ini Aaron langsung meminta haknya, mungkin Audrey akan menolaknya terlebih dahulu.


Wanita muda itu masih merasa merinding saat teringat malam kelam itu. Malam dimana Aaron terus memaksanya untuk mencari kepuasan sendiri.


"Ya. Dan aku melakukannya karena aku ingin putriku memiliki keluarga yang utuh. Karena sejak dulu, hanya inilah impian terbesarnya." jelas Audrey sambil tersenyum getir.


DEGH!


Ucapan yang baru saja Audrey katakan sedikit membuat hati Aaron merasa nyeri. Dia pun juga sangat memahami, bagaimana perasaan Audrey saat putri mereka terus menanyakan tentang dirinya.

__ADS_1


"Maafkan aku, Sayang! Maafkan, karena aku telah gagal untuk menemukan keberadaan mu. Sehingga membuat mu harus menanggung semaunya sendiri, karena kebodohan yang telah aku lakukan." ucap Aaron dengan mata yang berkaca-kaca.


Audrey yang bisa melihat ketulusan dari mata Aaron, kini hanya mengangguk kecil dengan seulas senyum yang tersungging di bibirnya.


"Semua itu juga karena kesalahan ku sendiri, yang memilih pergi dan menghindari kalian semua. Untung saja nasib baik masih berpihak kepada kita. Karena pada saat itu, bus yang kami tumpangi mengalami kecelakaan hingga terperosok ke jurang. Dan yang paling membuatku bisa semakin kuat adalah Kimberly, dialah yang selalu menguatkan aku sejak masih di dalam kandungan." jelas Audrey sambil menatap wajah teduh putrinya yang saat ini sudah terlelap.


Tanpa ba-bi-bu, Aaron langsung menarik tubuh wanita itu ke dalam pelukannya. Audrey yang merasa terkejut hampir saja memekik.


Di saat Aaron memeluk tubuhnya dengan erat, hati Audrey berdesir hebat dan jantungnya pun berdegup kencang.


Pria yang terkenal dengan sifat arogannya, seketika kini telah berubah menjadi pria yang lembut dan penyayang. Rasa bahagia bercampur haru kini dirasakan oleh seorang Aaron Vincent Rich, karena telah berhasil mendapatkan tambatan hatinya yang sempat hilang.


Wanita muda itu hanya menjawab dengan anggukan kepala, karena dia sendiri tidak tahu apa yang harus dikatakan kepada pria yang telah menjadi suami, sekaligus Ayah kandung dari putrinya.

__ADS_1


"Baiklah. Sekarang malam semakin larut. Beristirahatlah, Sayang! Dan tenang saja, aku tidak akan memaksamu untuk memberikan hakku saat ini juga. Karena aku pun juga sangat menyadari, jika saat ini kamu belum sepenuhnya menerima ku. Tetapi percayalah! Aku akan selalu menunggu waktu itu tiba, dan biarkan waktu yang akan menentukan masanya." ujar Aaron.


Perlahan pria itu melepaskan pelukannya, dan langsung menatap lekat wajah istrinya. Sosok wanita yang selama tujuh tahun ini hampir membuatnya menjadi gilaa.


CUP!


"Selamat malam, Sayang. Semoga esok hari akan menjadi awal yang baru untuk keluarga kecil kita." ucap Aaron setelah memberikan kecupan singkat di kening istrinya.


Seketika tubuh Audrey pun menegang bagai tersengat aliran listrik. Hatinya pun kembali berdesir hebat, napasnya pun seperti tercekat di tenggorokan.


Ada perasaan aneh yang kini menjalar di dalam hati wanita muda itu. Kini dia jadi teringat dengan mantan kekasihnya yang selalu memberikan kecupan singkat itu dikenangnya.


Namun, bayangan itu segera ditepis olehnya, karena dia pun langsung menyadari jika pria yang dulu sangat dicintainya kini telah menjadi milik orang lain.

__ADS_1


'Sadar, Drey! Sadarlah! Lupakan pria yang sudah menjadi suami mantan sahabatmu! Dan fokuslah pada kehidupan barumu bersama dengan pria yang berstatus sebagai suamimu!' batin Audrey yang mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri.


__ADS_2