Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
103. Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

Setelah beberapa hari mendapatkan perawatan intensif, akhirnya Audrey dan baby Twins bisa pulang bersama. Saat ini kebahagiaan mereka terasa sangat lengkap dengan kehadiran dua titipan Allah yang hadir ditengah-tengah mereka.


"Mommy? Daddy? Cimmy rindu." rengek Kimberly.


"Apa ini adik-adik Cimmy?" imbuh Kimberly sembari menunjuk ke arah dua bayi yang masih terlelap.


Aaron pun langsung meraih tubuh mungil putrinya dan membawanya untuk mendekati kedua adiknya.


"Iya, Sayang. Coba lihatlah. Mereka sangat tampan 'kan? Dan hanya kamu yang tercantik diantara mereka." jelas Aaron sambil mencium pipi gembul putri kesayangannya.


Kimberly pun langsung menganggukinya sambil tersenyum lebar. "Iya, Dad. Mereka berdua sangat tampan sekali seperti Daddy 'kan?" cetus Kimberly.


Melihat tingkah polos putrinya membuat Ayah tiga anak itu merasa gemas dan menciumi pipi chubby Kimberly bertubi-tubi.


"Kamu benar, Baby. Mereka tampan seperti Daddy 'kan?" timpal Aaron sambil terkekeh.


Reyhan, Faishal dan Audrey kini hanya menggeleng-geleng kecil melihat tingkah kekanak-kanakan Ayah tiga anak itu. Sedangkan Aaron kini masih terus memeluk tubuh mungil putrinya untuk melepaskan rasa rindunya.


"Oh.. iya, Dad. Nama adik-adikku siapa?" tanya Kimberly.


"Yuk Daddy tunjukkan, Baby! Yang ini namanya Arshaka Alfian Rich dan yang ini Arkhana Aldiano Rich." jelas Aaron.


"Bagaimana cara membedakannya, Dad? Mereka sama." timpal Kimberly sambil memandangi wajah kedua adiknya secara bergantian.

__ADS_1


Dengan sabar dan telaten akhirnya Aaron kembali menjelaskan tentang perbedaan putranya kepada putri kesayangannya.


"Coba lihat ini. Shaka memiliki tanda lahir di lengan sebelah kiri sedangkan Khana tidak." imbuh Aaron.


Kimberly dengan cepat mengangguk dan tersenyum manis kepada kedua adiknya. Menatap bayi mungil itu membuat gadis itu ingin sekali menciumi pipi chubby adik-adiknya.


"Bolehkah aku mencium mereka?" tanya Kimberly dengan antusias.


Mana mungkin Aaron bisa menolaknya? Gadis kecil nan cantik itu seakan menghipnotis semua orang sehingga membuat semuanya menjadi sangat gemas dengan tingkah polosnya.


"Silahkan, Baby. Tapi pelan-pelan ya? Ini dedeknya masih kecil, Sayang. Jadi harus pelan. Oke?" ujar Aaron dengan suara lembut.


Kimberly pun patuh dan memberikan ciuman selembut mungkin di pipi gembul adiknya. Pelan tapi penuh dengan kasih sayang. Terlihat sama sekali tidak ada rasa cemburu di sana. Semuanya bahagia.


.


"5A?" sahut Aaron dan Audrey secara bersamaan.


"Iya 5A. Aaron, Audrey, Arsyila, Arshaka, Arkhana." timpal Reyhan sambil terkekeh.


Akhirnya mereka semua pun terkekeh bersama, sehingga nampak jelas jika saat ini mereka sedang berada diatas kebahagiaan yang sempurna.


"Tentu saja, Kak. Aku pasti akan menjaga keluargaku. InsyaALLAH. Semoga Allah selalu mempermudah jalanku untuk membimbing dan mendidik mereka semua. (AAMIIN)." ucap Aaron sambil memeluk tubuh Kakak iparnya.

__ADS_1


"Baiklah. Aku percaya padamu, Aar. Jika ada sesuatu, jangan sungkan untuk menghubungi kami. Ingat! Kamu juga keluargamu 'kan?" ujar Reyhan.


Melihat keakraban dua pria arogan itu membuat dua keluarga menjadi yakin jika mereka sudah sama-sama melupakan masa lalunya.


'Kamu akan tetap mendapatkan tempat istimewa di dalam hatiku, adik manisku. Tetapi bukan berarti aku tidak mencintai istriku, hanya saja kamu adalah sosok yang selalu menjadi salah satu sumber kebahagiaanku. Berbahagialah kamu bersama dengan keluarga kecilmu. Aku akan selalu menyayangimu.' gumam Reyhan dalam hati.


Saat hati sudah menemukan pelabuhan yang tepat untuk menepi. Di sanalah sang nahkoda kapal ingin menyandarkan tubuhnya dipangkuan seseorang yang sangat berarti untuk mereka. Bahkan di saat buah cinta mereka akan segera hadir ditengah-tengah mereka, maka di sanalah kebahagiaan mereka akan semakin terasa lengkap.


"Eh, bumil kapan lahirannya, Kak?" tanya Audrey.


"Em, sekitar bulan depan, Drey. Do'akan ya? Semoga aku bisa lahiran normal." sahut Fani.


Kini diantara dua wanita itu sama sekali tidak ada rasa iri ataupun dendam. Karena saat ini mereka sudah sama-sama memiliki pawang tersendiri, khususnya dua suami bucin. (Siapa lagi kalau bukan Reyhan dan Aaron.. hehe).


"Aamiin. Semoga semuanya dilancarkan ya, Kak. Aku yakin pasti Kak Fani bisa?" timpal Audrey sambil tersenyum manis kepada Kakak iparnya.


Akhirnya kebahagiaan yang mereka miliki lengkap sudah. Ameera dan Reza yang turut merasakan kebahagiaan itu berkali-kali mengucap rasa syukur kepada Allah SWT.


"Terimakasih atas kebahagiaan dan kedamaian yang Engkau berikan, Ya Rabb. Aku percaya jika setelah badai akan hadir pelangi yang indah." gumam Reza sambil menitikkan airmata kebahagiaan.


TAMAT!


Yang mau part 2 nya silahkan tinggalkan jejak di komentar ya, guys! šŸ˜‰

__ADS_1


Pasti penasaran 'kan gimana perjalanan asmara 3A? 😁


Tunggu kelanjutannya di kisal 3A next episode 🄰


__ADS_2