
"Tolong, dengarkan semua penjelasan ku terlebih dahulu, Aar! Aku mohon sekali saja." pinta Nathalie dengan air mata yang telah membasahi pipinya.
Kemudian Aaron pun terdiam dan membiarkan wanita itu untuk berbicara. Tanpa mereka sadari, ternyata ada sepasang telinga yang mendengar perdebatan mereka.
Namun, seseorang yang masih belum menampakkan diri, kini masih menunggu wanita itu untuk memberikan penjelasan kepada Aaron.
"Baiklah, Aar. Aku anggap diam mu sebagai tanda jika kamu setuju untuk mendengarkan semua penjelasan dariku." ucap Nathalie dengan suara parau.
Aaron masih bergeming, tanpa sepatah katapun terucap dari bibirnya. Pria arogan itu saat ini menunjukkan sikap angkuh dan dinginnya kepada wanita itu.
"Di malam itu, tepat di saat perayaan anniversary kita yang kedua. Aku sengaja mengundangmu untuk memberikan sebuah kejutan, tetapi ternyata prediksi ku meleset, Aar. Karena di malam itu, Tristan datang ke apartemen tanpa sepengetahuanku. Dia memaksa dan mengancam ku, jika malam itu aku tidak menuruti semua keinginannya, maka dia akan mencelakai mu, Aar. Dan aku tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi kepadamu...." jelas Nathalie.
Aaron masih bergeming, begitu juga dengan Tirta yang hanya menyimak setiap perdebatan antara kedua belah pihak. Pria muda itu lebih memilih untuk mencari posisi aman, karena dia juga sama sekali tidak tau menahu tentang permasalahan mereka.
"Dan, tepat di saat kamu datang dengan sengaja dia melakukan hal itu kepadaku. Sejujurnya aku tidak ingin melakukannya, Aar. Tetapi-"
"Tetapi karena kamu terbuai dan terlena dengan sentuhan-sentuhan darinya, jadi kamu sangat menikmati permainan itu." potong Aaron.
__ADS_1
Dengan cepat Nathalie langsung menggelengkan kepalanya. Wanita muda itu pun semakin mengeratkan pelukannya di kaki Aaron, karena dia masih belum ingin pergi dari tempat itu.
"Sudah selesai 'kan? Jadi segera enyahlah dari hadapanku, sekarang!" gertak Aaron.
Nathalie yang masih belum selesai dengan penjelasannya, kini masih mencoba untuk meyakinkan Aaron untuk mempercayai penjelasan darinya.
"Tolong, Aar! Percayalah kepadaku! Aku benar-benar tidak berniat untuk mengkhianatimu. Sungguh, Aar. Mengertilah dengan posisiku saat itu!" pinta Nathalie diiringi dengan suara isakan tangisnya.
"TIRTA?! CEPAT SERET WANITA JALAANG INI KELUAR DARI SINI! AKU SUDAH SANGAT MUAK DENGAN SANDIWARA YANG DIA LAKUKAN SAAT INI!" pekik Aaron dengan suara lantang.
Dengan mengerahkan seluruh tenaganya, akhirnya pria muda itu berhasil melepaskan pelukan itu, dan langsung membawa paksa mantan kekasih Bos-nya untuk keluar.
Di saat Tirta sedang membawa paksa mantan kekasih Aaron. Tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan, dari seseorang yang sejak tadi mendengarkan semua perdebatan mereka.
PROK! PROK! PROK!
"Wah, wah. Ternyata calon adik iparku pernah dihancurkan oleh seorang wanita?" tanya seorang pria yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.
__ADS_1
Aaron yang merasa sangat terkejut dengan kehadiran seseorang itu, kini hanya membulatkan matanya dengan sempurna. Sebelumnya dia tidak pernah menyangka, jika Kakak dari wanitanya sudah berada di luar untuk menjemputnya.
Ya, pria itu adalah Faishal, putra kedua dari keluarga Wijaya. Malam itu dia memang ditugaskan oleh sang Ayah, untuk menjemput calon adik iparnya.
"Kak Fai? Apa Kak Faishal sudah dari tadi berada di sana? Dan apakah.......?"
Aaron sengaja menggantungkan pertanyaannya, agar dia mendengar sendiri jawaban dari calon Kakak iparnya.
"Ya. Aku memang sudah dari tadi di sana, atau lebih tepatnya saat aku melihat wanita itu masuk ke dalam dengan memakai cadar. Jadi apakah aku harus menceritakan masalah ini kepada adikku, atau kamu sendiri yang akan menceritakan semuanya nanti?" ujar Faishal.
Meskipun belum sepenuhnya menerima kehadiran Aaron di keluarga Wijaya, tetapi Faishal ingin membiasakan dirinya untuk melakukan pendekatan kepada calon suami adiknya.
"Kak Fai, tolong jangan ceritakan apapun kepada Audrey! Aku berjanji, jika nanti aku sendiri yang akan menceritakan semuanya kepadanya. Tetapi semua itu juga butuh waktu yang tepat, agar Audrey tidak salah paham kepadaku." ucap Aaron dengan tatapan memelas.
Faishal pun terkekeh saat mendengar ucapan Aaron. Dia tidak menyangka, jika seorang Aaron Vincent Rich. Pria yang terkenal dengan sifat dingin dan arogannya, kini bisa memohon kepadanya hanya karena adik kesayangannya.
"Baiklah. Aku pegang janjimu. Tetapi jika kamu mengingkari janji itu, maka aku sendiri yang akan menceritakan semuanya kepada Audrey. Dan asal kamu tau, semuanya sudah aku rekam sebagai bukti." ancam Faishal dengan seringai licik.
__ADS_1