
Setelah melakukan kesepakatan, akhirnya ketiga orang dewasa itu segera menyusul kedua wanita mereka.
"Wah.. Kenapa kalian makan ice cream hanya berdua saja. Apakah kalian tidak ingin mengajak kami untuk makan bersama?" goda Reyhan sambil mensejajarkan tubuhnya dengan gadis kecilnya.
Kimberly yang masih menikmati ice cream kesukaannya, kini hanya menampilkan deretan giginya yang masih belepotan.
"Uncle Rey mau?" tawar Kimberly sambil menyodorkan tangannya yang masih memegang ice cream.
Dengan cepat Reyhan langsung menggelengkan kepalanya, karena tadi dia hanya sekedar menggoda saja.
"Tidak, Baby. Kamu makan saja semuanya. Jika nanti masih kurang, Uncle akan men-stok semua ice cream kesukaan kamu. Okey?" ujar Reyhan dengan penuh kasih sayang.
Audrey yang mendengar ucapan Kakak sulungnya, kini langsung mendelik sambil memukul lengan Reyhan.
"Awas saja kalau berani! Kak Rey akan menjadi tersangka utama jika putriku terlalu memakan makanan yang manis-manis. Dan aku tidak akan membiarkan kalian untuk bertemu lagi." ancam Audrey dengan tegas.
Reyhan dan Kimberly yang mendapatkan ancaman itu langsung menggelengkan kepala dengan cepat.
"No, Mom!"
"No, Honey!"
__ADS_1
Jawaban yang sama secara bersamaan dan kompak, membuat wanita muda yang berada di samping Kimberly hanya mengulum senyum.
'Sepertinya mereka sudah berbaikan. Alhamdulillah, Ya ALLAH! Semoga saja persaudaraan mereka selalu terjaga dan terpelihara hingga mereka menua nanti. Aamiin.' batin Fani yang mengucapkan syukur.
Reyhan yang melihat tatapan istrinya, kini hanya memberikan kode melalui kedipan mata saja. Karena Fani juga sudah memahami apa maksud dari kedipan tersebut.
"Apakah kita bisa makan siang bersama? Bukankah kita juga akan jarang bertemu, jadi apa salahnya jika kita menghabiskan waktu seharian bersama?" tawar Aaron dan langsung mendapatkan persetujuan dari semuanya.
.
.
"Gara-gara dia mengambil cuti beberapa hari, semua tugasnya yang menumpuk jadi aku yang mengerjakan. Saat ini dia pasti sedang menikmati honeymoon nya dengan Kakak ipar. Huhf! Nasib jadi jomblo memang harus banyak bersabar." gerutu Faishal.
"Ya ALLAH, tolong kirimkan jodoh untukku! Aku tidak ingin terlihat mengenaskan, karena Kakak dan adikku sudah menikah dan kini hanya tinggal aku seorang diri yang belum menemukan jodohku." pinta Faishal sambil menengadahkan tangan.
CEKLEK!
Pintu pun terbuka dan menampilkan sosok wanita muda yang memakai seragam berwarna merah dan jilbab pashmina dengan warna yang senada.
"Permisi, Pak! Hari ini Saya ditugaskan oleh Bu Melly untuk membersihkan ruangan Pak Faishal. Apakah Saya bisa memulai tugas Saya?" jelas wanita muda itu.
__ADS_1
Faishal yang sedang berkutat dengan beberapa berkas-berkas yang masih menumpuk, kini hanya tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya.
"Silahkan!" jawab Faishal singkat.
"Terimakasih, Pak." sahut wanita muda itu.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Bos-nya. Akhirnya wanita muda itu langsung menjalankan tugasnya dengan baik dan hati-hati, agar tidak menggangu pekerjaan Bos-nya.
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
Dengan sigap wanita muda yang berada di ruangan itu langsung menyodorkan satu gelas air putih kepada Faishal. Dan Faishal juga langsung menerima gelas itu dan meminumnya hingga tandas.
"Alhamdulillah. Terimakasih atas kesigapan mu." ucap Faishal dengan seulas senyum.
"Iya, Pak Faishal. Sama-sama. Kalau begitu Saya akan melanjutkan pekerjaan Saya lagi ya, Pak? Permisi!" ujar wanita muda itu.
Faishal pun kembali menganggukkan kepalanya dan mempersilahkan wanita itu agar melakukan tugasnya kembali.
'Siapa office girl itu? Mengapa aku baru melihatnya? Apakah dia salah satu karyawan baru di sini?' batin Faishal dengan penuh tanda tanya.
Karena tidak ingin terlalu memikirkan tentang wanita itu, akhirnya Faishal melanjutkan pekerjaannya kembali yang masih sangat menumpuk dan membuatnya merasa pusing.
__ADS_1
"Awas saja kalau kamu sudah mulai kerja kembali, Kak Rey! Aku pasti akan membalas dendam dengan mengambil cuti beberapa hari, agar kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan sekarang." gerutu Faishal sambil memijit pelipisnya.