Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
57. Makan Malam


__ADS_3

Setelah membuat keputusan baru, akhirnya Riki dan Rosa kembali membuat janji temu dengan Aaron. Bahkan Audrey dan Kimberly juga turut hadir dalam pertemuan itu, karena semua ini juga permintaan dari Audrey sendiri.


Di sebuah restoran bintang lima, keluarga Wijaya meminta datang ke tempat yang telah mereka siapkan. Makan malam yang indah kini dirasakan oleh seorang Aaron Vincent Rich, saat berhasil meruntuhkan pertahanan seorang wanita muda, yang bernama Audrey Camilla Wijaya.


Tap...


Tap...


Tap...


Suara langkah kaki yang sangat terdengar tidak asing, kini semakin mendekat ke arah pintu masuk private room mereka. Dan di saat itu juga, Audrey mencoba untuk bersikap tenang dan santai seperti biasanya.


"Selamat malam semuanya? Maaf jika aku datang sedikit terlambat, karena tadi di jalan sedikit mengalami kendala," jelas Aaron dengan seulas senyum.


Riki dan Rosa pun langsung menyambut tamu mereka. Audrey dan Kimberly pun juga melakukan hal yang sama, karena memang Audrey sudah menjelaskan semuanya, kepada gadis kecilnya tentang pernikahan itu.


"Selamat malam juga Nak Aaron. Tidak apa-apa. Kami tau jika kamu memang sangat sibuk. Seharusnya kami yang meminta maaf, karena telah mengganggu waktumu." ucap Riki, sambil menepuk-nepuk pundak Aaron.


Awalnya Kimberly juga menolak pernikahan kedua orangtuanya, tetapi setelah dibujuk oleh Oma dan Opa nya. Akhirnya gadis kecil itu pun menyetujuinya, meskipun sebenarnya dia sangat merasa bahagia dengan bersatunya mereka.

__ADS_1


'Benarkah aku akan memiliki keluarga yang lengkap? Tetapi mengapa, aku merasa jika Mommy menerima pernikahan ini karena keterpaksaan?' batin Kimberly.


Pikiran dan hati gadis kecil itu saat ini sedang berkecamuk. Di saat dia merasakan sesuatu hal yang membahagiakan, tetapi di sisi lain dia merasa jika ada hal yang sedikit tidak beres dengan Ibunya.


'Pokoknya aku harus cari tau, kenapa Mommy mau menikah dengan Daddy?! Meskipun nanti aku akan merasakan kebahagiaan yang utuh, tapi aku tidak mau jika Mommy akan tersakiti nantinya,' batin Kimberly lagi.


Entah mengapa, feeling gadis kecil itu memang sangat tajam. Bahkan sesuatu yang belum dia ketahui pun sudah bisa dia terka-terka.


Makan malam pun berlangsung dengan lancar dan tidak ada hambatan apapun. Sesekali pria dewasa itu mencuri-curi pandang kepada calon istrinya, dan semua itu langsung diketahui oleh putri semata wayang mereka.


"Jangan lirik-lirik Mommy ku, Uncle! Atau aku akan marah kepada Uncle?!" sewot Kimberly dengan ketus.


"Uhuk... Uhuk... Uhuk....."


Riki yang saat itu duduk di samping Aaron, langsung menyodorkan satu gelas air kepada calon menantunya.


"Honey?! Ssttt! Biarkan saja." bisik Audrey.


Kimberly kini sedikit merasa puas, karena telah berhasil memberikan sedikit pelajaran kepada pria yang akan menjadi Ayahnya.

__ADS_1


'Rasakan! Ini baru permulaan Dad, dan aku tidak akan semudah itu untuk menerimamu sebagai Daddy ku!' batin Kimberly dengan tatapan yang sulit diartikan.


Aaron yang melihat sorot mata putrinya, kini semakin yakin. Jika putrinya saat ini belum bisa menerima pernikahan itu, karena gadis kecil itu masih memanggilnya dengan sebutan Uncle.


"Tidak apa-apa, Ayah. Aku baik-baik saja." ucap Aaron.


Seketika wanita muda itu gantian tersedak, karena merasa terkejut dengan panggilan yang selalu dia ucapkan kepada Sang Ayah.


"Uhuk... Uhuk...."


Kini gantian Rosa yang menyodorkan satu gelas air untuk putrinya. Dan itu membuat Kimberly semakin menatap tak suka kepada Daddy-nya.


"Uncle?! Jangan memanggil Opa dengan sebutan Ayah! Karena Opa hanya Ayah dari Mommy." ketus Kimberly.


Bersambung....


*Hay gaes, nih aku kasih visualnya Kimberly, si gadis manis yang selalu menjadi sumber kebahagiaan Keluarga Wijaya...❤️


Gemesin banget nggak sih, kalo lagi ngambek gitu? 🤭*

__ADS_1



__ADS_2