
"Lho ada apa ini? Kenapa princess Mommy cemberut gitu, sampai bisa diikat tuh kerucutnya?" goda Audrey saat melihat putri dan suaminya duduk di meja makan.
Dengan lirikan sinis kepada sang Ayah, gadis kecil itu masih memilih untuk bungkam tanpa ingin menjelaskan semuanya kepada Ibunya.
"Hem, kamu tenang saja, Sayang. Putri kita hanya ingin menghabiskan waktu bersama, dan aku sudah memutuskan setelah sarapan kita akan pergi jalan-jalan seharian." jelas Aaron.
Audrey yang mempercayai ucapan suaminya begitu saja, kini hanya menganggukkan kepalanya. Namun, berbeda dengan gadis kecil itu, justru menyembunyikan wajahnya diantara tumpuan kedua tangannya yang terlipat di atas meja.
"Tapi, bukankah Daddy hari ini ada meeting penting ya? Apakah nanti kliennya tidak akan marah?" tanya Audrey sambil melirik ke arah putri kecilnya.
Audrey yang masih merasa heran dengan sikap putrinya, kini masih menanyakan hal itu kepada Aaron melalui kode mata.
Aaron yang memahami maksud dari kode itu, kini hanya tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya. Sebagai tanda jika semuanya akan segera baik-baik saja.
Wanita muda itu akhirnya mengalah dan membiarkan suaminya untuk membujuk hingga meluluhkan kembali hati gadis kecil mereka.
"Baiklah. Sebaiknya kita sarapan dulu dan setelah ini kita akan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan. Okey?" ujar Aaron dengan seulas senyum.
"Okey, Dad." jawab Audrey.
Kimberly yang masih di posisi yang sama, kini membuat Aaron dan Audrey menghela napas berat.
__ADS_1
"Okey. I'm sorry, Honey! Setelah ini Daddy akan menebusnya dengan menuruti semua keinginanmu. Apa kamu setuju?" ujar Aaron yang masih membujuk putrinya.
Akhirnya jurus andalan itu berhasil membuat gadis kecil mereka kembali tersenyum lebar.
"Benarkah? Okey. Cimmy akan memaafkan Daddy. Tapi hari ini kita jalan-jalan ke tempat yang Cimmy mau. Deal?" ucap Kimberly yang masih membuat kesepakatan dengan Ayahnya.
Mau tidak mau, pria dewasa itu pun langsung menyetujuinya tanpa ingin memikirkan tentang kesepakatan yang mereka lakukan.
"Okey. Deal! Dan sekarang Cimmy harus makan yang banyak dulu, agar nanti bisa lebih bertenaga." pinta Aaron sambil mengusap lembut puncak kepala Kimberly.
Audrey yang melihat kembali senyum putrinya, kini merasa sangat lega. Karena suaminya dengan cepat bisa mengatasi putrinya yang memiliki sifat sepertinya.
'Terimakasih, Kak. Karena kamu sangat sabar untuk meluluhkan hati kami yang sempat mengeras dan beku. Semoga saja aku bisa menerimamu sepenuhnya, dan memberikan seluruh hidupku kepadamu.' batin Audrey sambil mengulum senyum.
.
.
Reyhan berharap jika hatinya akan segera terbuka untuk gadis yang sudah resmi menjadi istrinya. Bahkan dia juga mulai memberikan perhatian-perhatian kecil kepada gadis itu.
"Em, Fan... Eh, maksud ku, Sayang? Apakah kamu ingin pergi jalan-jalan atau honeymoon ke luar negeri?" tanya Reyhan dengan suara lembut.
__ADS_1
Fani yang masih merasa canggung dengan suaminya, kini hanya menggeleng kecil. Karena di sendiri belum terpikir ke arah sana, saat suaminya belum bisa menerima dirinya sepenuhnya.
"Tidak perlu, Tuan. Bukankah Tuan Rey juga sangat sibuk dengan beberapa proyek yang sedang berjalan?" tolak Fani dengan halus.
Reyhan yang merasa gemas dengan panggilan itu, kini langsung memberikan ciuman singkat di bibir ranum istrinya.
CUP!
"Sekali lagi kamu memanggilku Tuan, maka aku akan memberikan hukuman kepadamu, Sayang. Bukankah tadi pagi kita sudah sepakat untuk melakukan pendekatan? Apakah kamu sudah melupakan hal itu, hem?" ujar Reyhan sambil menangkup kedua sisi wajah Fani.
Fani yang mendapatkan perlakuan manis secara tiba-tiba, kini wajahnya bersemu merah seperti tomat rebus.
"Maaf, Kak Rey! Sa- em, aku lupa." jawab Fani sambil terbata.
Gadis muda itu kini harus membiasakan panggilan baru itu kepada mantan majikannya. Meskipun sebenarnya lidahnya masih sulit untuk mengubah panggilan itu, tetapi dia tetap harus melakukannya.
"Sudahlah, tidak masalah. Em, bagaimana kalau masa cutiku, kita habiskan untuk jalan-jalan bersama ke tempat-tempat yang indah dan seru. Apa kamu mau?" tawar Reyhan.
"Iya, Kak. Aku ikut saja." jawab Fani dengan seulas senyum.
Reyhan pun kini terpana dengan senyuman manis istrinya. Ternyata jika dilihat dari dekat saat Fani tersenyum, dia memiliki lesung pipi diwajahnya. Sehingga senyuman itu semakin menyempurnakan kecantikan alaminya.
__ADS_1
"Cantik." pujia Reyhan yang masih terus menatap wajah istrinya.