Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
36. Gagal


__ADS_3

"Sialaan! Ternyata rencana kita yang sudah tersusun dengan rapi menjadi berantakan karena badjingan itu! Aku tidak akan pernah melepaskan pria brengseek seperti dia. Apalagi jika dia sampai mencapai tujuannya, maka aku adalah orang pertama yang akan menghabisinya dengan tanganku sendiri!" kecam Reyhan.


Kedua putra Wijaya itu tidak langsung pulang ke rumah bersama dengan keluarga mereka. Saat ini mereka sedang berada di suatu tempat yang menjadi tempat rahasia atau bisa disebut sebagai markas.


Meskipun kedua kakak beradik itu sering bertengkar dan berselisih pendapat, namun keduanya juga bisa menjadi kompak jika terjadi sesuatu yang menyangkut tentang keluarga Wijaya.


"Kak Rey benar. Aku sendiri juga tidak habis pikir, jika badjingan itu akan mengatakan semua itu secara terang-terangan. Apalagi di sana ada Kimberly. Aku yakin jika saat ini gadis itu masih sedikit syok, dengan fakta yang baru daja terungkap. Dan kita semua juga tau 'kan? Jika gadis manis itu selalu menantikan kehadiran sosok Ayahnya," celetuk Faishal.


Reyhan pun menyetujui ucapan adik laki-lakinya, dan semua yang dikatakan oleh Faishal memang benar adanya. Sejak kedatangan Audrey dan Kimberly, gadis manis itu selalu saja meminta agar semua keluarga mencari keberadaan sang Ayah.


Bahkan gadis kecil itu juga sangat berharap bisa bertemu dengan sosok yang selalu dia nantikan. Akan tetapi, saat semuanya terungkap dengan jelas, gadis kecil itu pun langsung menolak fakta tentang Ayah kandungnya secara mentah-mentah.

__ADS_1


***


"Mommy? Mengapa Mommy tidak mengatakan semuanya sejak awal? Mengapa Mommy harus terus membohongiku?" tanya Kimberly dengan tatapan sendu.


Audrey yang melihat sorot mata putrinya, dengan cepat wanita muda itu langsung memeluk tubuh mungil putrinya. Bahkan dia pun juga sudah tidak bisa lagi untuk menyembunyikan air matanya.


"Maafkan Mommy, Honey! Mommy tidak bermaksud untuk membohongi mu ataupun menyembunyikan sesuatu darimu. Mommy hanya ingin melindungi mu dari pria itu. Dan Mommy juga tidak ingin bertemu dengannya, oleh sebab itu Mommy lebih memilih untuk pergi sejauh mungkin dari kota ini." jelas Audrey dengan suara parau.


"Sayang, percayalah! Kami tidak akan pernah tinggal diam saat pria itu kembali untuk mendekati kalian. Kami semua akan selalu menjadi tameng untuk melindungi kesayangan kami. Jadi kalian jangan khawatir ataupun merasa takut, karena ada kami yang selalu melindungi kalian berdua." ucap Rosa dengan penuh kasih sayang.


Ibu tiga anak itu pun mencoba untuk tetap terlihat kuat saat berada di depan putri dan cucunya. Namun, siapa sangka jika akhirnya pertahanannya pun ikut runtuh saat mendengar suara isakan tangis yang memilukan, dari kedua wanita beda usia itu.

__ADS_1


"Jangan pernah kalian menitikkan air mata, hanya karena pria brengseek itu! Ayah tidak pernah rela, jika putri kesayangan Ayah terluka dan hancur karena dia! Dan Ayah......"


Sejenak Riki menjeda ucapannya, karena napasnya saat ini sedang tidak beraturan, karena emosinya yang masih memuncak.


"Dan Ayah tidak akan pernah rela, jika putri kesayangan Ayah mempunyai pendamping seperti dia. Bahkan pria bodooh itu juga tidak pantas untuk menjadi seorang Ayah untuk cucu kesayanganku!" tegas Riki dengan napas yang tersengal-sengal.


Rosa yang melihat emosi suaminya, merasa sedikit khawatir. Karena saat ini kondisi Riki dan Rosa masih sama-sama tidak stabil. Apalagi jika mereka banyak pikiran, maka kedua pasangan paruh baya itu bisa kembali drop.


"Tenang, Yah. Jangan sampai Ayah sakit lagi hanya gara-gara pria itu! Ibu tidak ingin jika nanti dia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengambil mereka dari kita." tegur Rosa.


Mendengar ucapan sang istri, akhirnya emosi Riki sedikit redam. Pria paruh baya itu pun juga sedang mengatur napasnya yang sangat tidak beraturan.

__ADS_1


"Kamu benar, Sayang. Karena aku sendiri yang akan turun tangan untuk membuat perhitungan kepada badjingan itu!" cetus Riki.


__ADS_2