
Akhirnya dengan susah payah, Faishal pun berhasil membuat Reyhan kewalahan, sehingga dia kehilangan kesadarannya. Dan situasi ini sangat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Faishal dan beberapa orangnya, untuk membawa Reyhan kembali ke Rumah.
Di sepanjang perjalanan, Reyhan terus meracau tidak jelas dengan mata terpejam dan selalu menyebut nama Audrey disana.
"Astaghfirullah, Kak Rey, Kak Rey! Kenapa kamu tidak sadar-sadar juga sih? Kayak nggak laku aja, adik sendiri mau diembat juga," ucap Faishal sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Faishal yang sudah tidak tahan dengan bau alkohol, akhirnya dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Rasa ingin segera sampai di rumah dan mengguyur tubuh sang Kakak, sudah dia rencanakan.
"Bau sekali sih! Padahal sebelumnya kita sudah berjanji, agar menghindari barang-barang haram seperti itu. Namun kamu dengan sengaja mengingkari janji yang telah kita sepakati." gerutu Faishal.
Hanya dengan waktu lima belas menit saja, akhirnya mereka sampai di kediaman Wijaya. Dan tepat saat itu juga mobil mereka berpapasan dengan mobil sang Ayah.
__ADS_1
"Mampoes! Kamu pasti akan habis oleh Ayah, Kak Rey. Dan untuk kali ini maafkan aku, karena tidak bisa melakukan apapun untuk membantumu." ucap Faishal saat memasuki gerbang yang menjulang tinggi.
Faishal yang turun lebih dulu, kini berjalan untuk menghampiri kedua orangtuanya dan adik perempuannya. Tetapi semua orang yang di sana sedikit menatap heran, karena Reyhan tak kunjung turun sejak tadi.
"Apakah Kakakmu tidak ingin masuk ke dalam rumah, sehingga masih diam saja di dalam mobil, Fai?" tanya Riki sambil mengernyitkan keningnya.
Faishal pun langsung gelagapan, saat mendengar pertanyaan dari sang Ayah. Pria muda itu pun merasa kebingungan untuk mencari alasan yang tepat untuk Kakaknya.
Namun, belum dia mengatakan sepatah katapun, Riki langsung berjalan ke arah mobilnya dan langsung membuka pintu tersebut.
"Cepat bawa Kakakmu masuk ke dalam!" titah Riki dengan tegas.
__ADS_1
Faishal yang belum bisa memberikan penjelasan kepada sang Ayah, kini hanya bisa pasrah dan menuruti semua perintah dari Ayahnya.
Entah apa yang akan dilakukan oleh pria paruh baya itu kepada putra sulungnya. Karena yang Faishal tau, Riki selalu memberikan sanksi tegas, sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan oleh putra dan putrinya.
Audrey yang merasa sangat terkejut dengan apa yang terjadi kepada Kakak sulungnya. Seketika rasa bersalah itu pun hinggap di dalam hatinya.
Wanita muda itu juga sangat mengerti, apa penyebab utama Kakaknya bisa menjadi seperti sekarang ini. Tetapi saat dia hendak mendekati pria dewasa itu, sang Ibu langsung mencegahnya sambil menggelengkan kepalanya.
"Jangan sekarang, Sayang! Ini bukanlah waktu yang tepat untuk kamu berbicara dengan Rey. Bisa saja dia bisa lebih nekat dari kemarin, karena saat ini dia sedang dikuasai oleh minuman lucknut itu." ucap Rosa.
Audrey pun langsung menganggukkan kepalanya, dan hanya menatap punggung Reyhan yang dipapah oleh sang Ayah dan Kakak keduanya.
__ADS_1
'Maafkan aku, Kak Rey! Aku sama sekali tidak bermaksud untuk membuatmu menjadi seperti ini. Aku hanya ingin menyadarkan mu saja, jika perasaan yang kamu miliki kepadaku itu salah." batin Audrey.
Kemudian kedua wanita beda usia itu pun langsung menyusul ketiga pria mereka untuk masuk ke dalam rumah.