Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
24. Menekan Audrey


__ADS_3

"APA?! Jadi pria itu sudah berani untuk mendekati gadis kesayangan kita?! Sesuai dengan dugaanku, jika memang ada sesuatu hal yang telah terjadi. Iya kan, Baby?" cecar Reyhan dengan penuh penekanan.


Meskipun Reyhan menekan Audrey untuk berkata jujur kepadanya. Tetapi dia tetap menggunakan suara lembutnya, tanpa sedikitpun berniat untuk membentaknya.


Audrey yang sudah tidak bisa untuk mengelak lagi, kini dia masih bergeming sambil menundukkan kepalanya. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk berkata jujur kepada keluarganya.


Apalagi satu persatu semua terungkap, meskipun belum secara terang-terangan. Namun, Reyhan yang selalu memiliki feeling kuat, saat ini sedang mengintrogasi adik perempuannya.


"Katakanlah sejujurnya, Baby! Kakak tau jika semua ini bukanlah kesalahanmu. Kakak juga sangat yakin jika semua ini juga bukan unsur kesengajaan. Jadi kamu jangan pernah takut untuk berkata jujur kepada kami. Ingatlah! Jika kami adalah keluargamu dan bukan orang lain." ujar Reyhan sambil melirik ke arah Fani.


Rosa yang sangat memahami bagaimana perasaan yang sedang bergemuruh di dalam hati putrinya. Dengan penuh kasih sayang dia pun langsung menggenggam erat tangannya, untuk meyakinkan putri kesayangannya itu.

__ADS_1


"I-iya, Kak. Pria itu adalah sosok Ayah biologis dari Kimberly. Dan mungkin saat ini dia sedang mengejar kami, agar dia bisa lebih mendekati Kimberly." ucap Audrey dengan suara parau.


Reyhan dan Faishal pun langsung mengepalkan kedua tangannya. Sejak awal mereka juga sudah mencurigai pria yang mirip dengan keponakan mereka.


Bahkan Reyhan yang masih menunggu hasil penyelidikan dari orang kepercayaannya, kini menjadi sangat yakin. Apalagi adik perempuannya sudah berkata jujur kepada semua keluarganya.


"Jadi Tuan Rich adalah Ayah biologis Kimberly?" tanya Riki yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.


Audrey pun sedikit merasa terkejut, karena Ayahnya juga mengenal sosok pria yang pernah menghancurkan kehidupannya.


"Coba kamu ulangi lagi, Audrey Camilla! Apakah Ayah tidak salah dengar? Bagaimana bisa dia melakukan hal itu kepadamu, Sayang?" tanya Riki dengan tatapan mata sendu.

__ADS_1


Audrey kini masih bergeming dengan bibir terkatup rapat. Wanita satu anak itu juga masih mengingat bagaimana bejaat nya pria itu.


"Katakan, Drey! Katakanlah kepada Ayah! Jika memang benar dia adalah pelakunya, maka Ayah telah melakukan kesalahan yang sangat besar dan fatal," cetus Riki.


Faishal yang sejak tadi hanya diam, kini perlahan mulai mensejajarkan dirinya dengan sang Ayah. Dia pun sangat mengerti bagaimana perasaan dan hancurnya hati pria paruh baya itu.


"Tenanglah, Ayah! Biarkan Audrey berbicara secara perlahan. Karena saat ini dia sedang mengumpulkan semua keberanian untuk mengatakan sesuatu hal yang sangat besar, dan hal itu jugalah yang telah menghantam hidupnya, sehingga hidupnya hancur berkeping-keping." tegas Faishal.


Reyhan kali ini memilih untuk diam, karena Faishal bisa bersikap dewasa dan bijaksana dalam menghadapi masalah yang sedang mereka hadapi.


Jika dibandingkan dengan Reyhan. Faishal memang lebih bisa mengontrol emosinya daripada Reyhan. Meskipun usianya lebih muda beberapa tahun dari kakaknya, Faishal lebih cenderung seperti Ibunya yang memiliki sifat kebijaksanaan yang tinggi.

__ADS_1


"Baiklah. Ayah akan menunggu sampai Audrey mengatakan semuanya sendiri kepadaku. Meskipun aku harus terus menerus seperti ini," ucap Riki yang masih menunggu penjelasan dari putri kesayangannya.


"Em, apa yang aku katakan tadi memang benar adanya, Yah. Semua itu terjadi saat......"


__ADS_2