Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
51. Keputusan


__ADS_3

APA?! KEPUTUSAN MACAM APA INI, YAH?!" pekik Reyhan dengan tangan yang terkepal kuat.


Aaron yang mendengar ucapan sekaligus keputusan dari pria paruh baya itu langsung menyunggingkan senyumnya. Setelah mendapatkan bogeman mentah, kini pria arogan itu pun seperti mendapatkan angin segar.


Wanita muda itu pun hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. Bahkan untuk sekedar melirik ke arah keempat pria itu seperti sudah tidak memiliki tenaga.


Pikirannya sangat kacau, karena keadaan putrinya saat ini yang tidak stabil. Sehingga dia sama sekali tidak bisa mengutarakan pendapat tentang keputusan yang diambil oleh sang Ayah.


'Apakah ini benar-benar keputusan yang tepat, agar putriku bisa bahagia?' batin Audrey.


Flashback on šŸ”„


"HENTIKAN!"


Suara bariton dari pria paruh baya itu langsung menghentikan gerakan putra sulungnya. Bahkan dia pun langsung mengalihkan pandangannya kepada pria yang baru saja datang, dan langsung membawanya ke ruangan yang sudah dia siapkan.

__ADS_1


"Hari ini juga, kalian akan menikah!" tegas Riki dengan tatapan dingin.


Audrey, dan kedua Kakak laki-lakinya langsung membulatkan matanya dengan sempurna. Kabar sekaligus keputusan yang mengejutkan dari Ayahnya, membuat ketiga putra dan putri Wijaya tidak bisa untuk berpikir jernih.


Namun, Audrey yang ingin ikut angkat bicara, seketika langsung dihentikan oleh sang Ayah. Dan semua itu membuat wanita muda itu langsung mengatupkan bibirnya serapat mungkin.


Flashback off 🌚


"Apakah Ayah yakin, jika Audrey akan bahagia dengan pria seperti dia? Pria yang sama sekali tidak bisa dipercaya dan licik seperti ini, hanya pantas bersanding dengan orang yang sepertinya juga. Bahkan untuk sekedar menjangkau rembulan seperti Audrey, dia harus melewati sang bintang-bintang yang selalu mengelilinginya." cecar Reyhan dengan sorot mata tajam.


Tanpa melakukan perundingan terlebih dahulu dengan kedua putranya, membuat putra sulungnya merasa sangat terkejut dan tidak terima.


"Lebih baik kamu diam, Rey! Jika disini kamu tidak bisa memberikan solusi, makan keluarlah dari ruangan ini!" tegas Riki disertai dengan perintahnya.


Dengan cepat Reyhan pun langsung terdiam. Saat ini dia tidak ingin melewatkan satu detik pun waktu, karena wanitanya sudah tidak bisa lagi menentang keputusan sang Ayah.

__ADS_1


'Baiklah. Kita lihat, apa yang akan terjadi selanjutnya? Aku yakin, jika pria brengseek itu langsung menyetujuinya. Bahkan dia juga sangat terobsesi dengan wanitaku, dan itu semua membuat aku ingin mencabik-cabik tubuhnya itu.' batin Reyhan yang masih merasa geram dengan Aaron.


Riki yang sudah memikirkannya dengan matang, kini pria paruh baya itu langsung mengalihkan pandangannya kepada Aaron.


"Dan untuk Anda Tuan Aaron! Saya ingin Anda menikahi putri Saya, setelah cucu kesayangan kami keluar dari Rumah Sakit!" titah Riki dengan penuh penekanan.


Aaron yang sejak tadi hanya diam dan menatap calon mertuanya, kini dengan mantap langsung menganggukinya. Bahkan tanpa berpikir panjang, pria dewasa itu pun juga menghampiri sosok Ayah dari wanitanya.


"Baiklah, Tuan Wijaya. Saya akan mempertanggungjawabkan semuanya dengan sepenuh hati. Bahkan di depan kalian semua, Saya berjanji akan selalu menjaga dan membahagiakan mereka." ucap Aaron dengan penuh keyakinan.


Riki yang melihat sorot mata ketulusan dari Aaron, menjadi semakin yakin dengan keputusan yang telah dia lakukan. Pria paruh baya itu pun juga menepuk-nepuk pundak Aaron.


"Oke. Saya akan pegang janji Anda. Tetapi jika sampai Anda melanggar janji yang telah Anda ucapkan, maka bersiaplah untuk menerima hukuman yang setimpal dari Saya!" tegas Riki.


Dengan mantap, Aaron kembali menganggukkan kepalanya. Dan semua itu hanya bisa membuat Audrey pasrah dengan segala keputusan yang telah dilakukan oleh sang Ayah.

__ADS_1


__ADS_2