Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
88. Office Girl Baru


__ADS_3

Wanita muda yang saat ini sudah selesai membersihkan ruangan Faishal langsung meminta izin kepada sang Empu dengan sopan.


"Tugas Saya sudah selesai, Pak. Apa masih ada yang bisa Saya bantu?" tawar wanita muda itu.


Sejenak Faishal pun termenung sambil menatap lekat wajah wanita muda yang masih asing dimatanya.


"Em.. Bolehkah Saya menanyakan beberapa hal kepadamu?" tanya Faishal dengan seulas senyum.


Wanita muda itu pun langsung menganggukkan kepalanya dan masih bergeming di tempat.


"Silahkan, Pak Faishal." jawab wanita itu.


"Em.. Siapa namamu? Dan sejak kapan kamu bekerja di sini? Karena sebelumnya Saya belum pernah melihatmu di kantor ini." tanya Faishal dengan suara datar.


Sebelum menjawab pertanyaan dari Bos-nya, wanita muda itu sedikit mendongakkan kepalanya agar bisa melihat dengan jelas wajah atasannya.

__ADS_1


"Nama Saya Mutiara, Pak. Biasanya dipanggil Tiara. Saya baru satu Minggu bekerja di Kantor ini, Pak. Dan baru hari ini Saya ditugaskan secara langsung oleh Bu Melly untuk menggantikan tugas rekan kerja kami yang sedang sakit." jelas Mutiara.


Faishal pun langsung mengangguk-anggukkan kepalanya, dan kembali memikirkan tentang pertanyaan yang akan dia ajukan selanjutnya.


"Baiklah. Kalau boleh tau, kamu lulusan apa? Siapa tau kamu bisa sedikit membantu pekerjaan Saya yang sudah sangat menggunung ini." ujar Faishal sambil menghela napas panjang.


Mutiara yang melihat tumpukan berkas-berkas yang terlihat sangat banyak, langsung menganggukkan kepalanya.


"Saya lulusan SMK jurusan TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI, Pak. Apakah Saya boleh melihat salah satu berkasnya, agar Saya bisa melihat apakah mampu atau tidaknya?" tawar Mutiara.


"Kalau begitu pasti kamu bisa mengoperasikan komputer ini 'kan? Jadi Saya meminta tolong agar kamu memasukkan data yang penting ke sini saja, dan Saya akan mengecek kembali beberapa berkas lainnya. Dan jika ada yang belum kamu mengerti, kamu bisa menanyakannya kepada saya." jelas Faishal sambil menggeser benda pipih berbentuk persegi ke arah Mutiara.


Akhirnya dengan cekatan Mutiara melakukan tugasnya dengan baik dan benar. Tetapi sebelum dia menyerahkan berkas dan data itu kepada Bos-nya, beberapa kali dia mengeceknya terlebih dahulu.


"Yang ini sudah, Pak. Tolong Anda cek kembali!" pinta Mutiara.

__ADS_1


Faishal pun langsung mendekat ke arah Mutiara dan melihat hasil kerja dari seorang office girl di kantornya.


"Waw! Sempurna! Mengapa kamu tidak melamar sebagai karyawan saja? Bukankah pekerjaan seperti ini sangat mudah untukmu?" tanya Faishal yang disertai dengan pujian.


"Memangnya ada Perusahaan yang mau menerima lulusan SMK sebagai karyawan, Pak?" tanya Mutiara dengan hati-hati.


"Tidak semua Perusahaan hanya memandang pendidikan saja, Ra. Sebagian juga memandang attitude dan cara kerja juga. Jadi jangan minder dengan pendidikan yang tidak setinggi karyawan lainnya. Tetaplah optimis, semangat!" cetus Faishal.


Mutiara yang melihat Bos-nya yang sangat humble kepada para karyawannya, kini sedikit merasa dihargai karena hasil kerjanya.


"Terimakasih, Pak Faishal. Saya pasti akan lebih bersemangat lagi untuk mengabdikan diri Saya di Perusahaan ini. Semoga Anda juga merasa puas dengan hasil kerja Saya." ucap Mutiara dengan tulus.


Saat melihat semangat dan kesungguhan wanita muda itu, kini membuat Faishal sedikit merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya. Karena sebelumnya pria dewasa itu jarang sekali berinteraksi dengan lawan jenisnya, apalagi sampai melakukan obrolan seakrab itu.


'Mengapa aku merasakan sesuatu hal yang beda saat bersama dengan wanita ini? Ada apa denganku sebenarnya?" batin Faishal.

__ADS_1


__ADS_2