Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
47. Tantangan


__ADS_3

BRAK!


BUGH! BUGH! BUGH!


"Apa Anda berpikir bisa memantau keluarga Wijaya, dengan mengirimkan seorang bedebaah seperti dia, huh?!" hardik putra sulung Wijaya.


Ya, informasi yang diberikan oleh orang kepercayaan dari Aaron, ternyata adalah salah satu jebakan agar mereka bisa memberikan pelajaran kepada Aaron.


Aaron yang mendengar ucapan dari Reyhan, kini terperangah dengan beberapa luka lebam di wajahnya.


Kemudian Aaron mengalihkan pandangannya kepada orang kepercayaannya, yang saat ini sudah berada di tangan salah satu bodyguard keluarga Wijaya.


Pria muda itu pun juga dipenuhi luka lebam akibat dari kecerobohannya sendiri. Bahkan, pria itu juga tidak bisa menghindari amarah dari kedua putra Wijaya.


"Dasar, pengkhianat! Ternyata Anda sama sekali tidak berguna!" kecam Aaron.


Pria muda itu hanya bisa pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Saat ini seluruh tubuhnya terasa remuk, karena mendapat beberapa bogem mentah dari kedua putra Wijaya di beberapa titik sensitif tubuhnya.

__ADS_1


Bahkan untuk berdiri saja, dia harus dibantu oleh bodyguard itu dengan menggunakan satu tangan saja.


"Anda jangan melempar kotoran kepada orang lain, Tuan Aaron! Seharusnya Anda bisa lebih berhati-hati kepada kami. Karena kami sama sekali tidak pernah memberikan celah sedikitpun kepada orang seperti Anda!" tegas Reyhan dengan tatapan tajam.


Faishal yang masih diam sambil memperhatikan kedua pria arogan itu, kini hanya menunggu instruksi dari Kakak sulungnya.


Tidak ingin gegabah dan tetap santai, adalah cara Faishal agar tetap tenang untuk menghadapi lawannya. Padahal jika orang itu tau, bahwa diamnya seorang Faishal hanyalah sebuah kedok, untuk menutupi amarahnya yang hampir meledak.


'Kita lihat! Bagaimana dua pria arogan itu menyelesaikan masalah ini? Apakah Kak Rey juga akan melibatkan ku?' batin Faishal.


Putra kedua keluarga Wijaya itu sepertinya merasa sudah tidak sabar, tangannya yang dilipat di depan dada. Kini sudah terasa sangat gatal, dan ingin memberikan bogeman mentahnya kepada pria yang sudah diincar olehnya.


BUGH!


Reyhan yang mendengar ucapan adik laki-lakinya, kini langsung menghampirinya dengan melayangkan satu pukulan di dada Faishal.


"AWH! Sakit, Kak!" keluh Faishal sambil menahan rasa nyeri di dadanya.

__ADS_1


Satu pukulan dari Reyhan, ternyata membuat Faishal mengeluh. Bukan hanya sekali atau dua kali pria itu mendapatkan pukulan dari kakaknya.


Bahkan, sewaktu-waktu pria arogan itu bisa menjadikan adik laki-lakinya, sebagai samsak tinju untuk melampiaskan amarahnya.


"Jaga bicaramu, atau aku akan menjahit mulutmu, Fai!" ancam Reyhan.


Dalam sekejap mulut Faishal pun langsung mengatup rapat, kedua tangannya pun juga dia gunakan sebagai penutup mulutnya.


Ancaman dari Reyhan, terkadang bukanlah gertakan saja. Pernah beberapa kali, ancaman itu benar-benar dia lakukan untuk membuat rivalnya bungkam dan tidak bisa berkutik lagi.


Aaron yang masih bergeming di tempat, kini menyadari jika kedua pria itu adalah dua singa lapar, yang menjelma menjadi kucing jinak sebelumnya.


"Dan untuk Anda, Tuan Aaron! Sebelum Anda bermimpi untuk mendapatkan kedua wanita kami, maka Anda harus bisa memenangkan tantangan yang akan Saya berikan. Namun, jika Anda menolak dan gagal, maka Anda jangan pernah menampakkan diri lagi di depan keluarga Wijaya!" tantang Reyhan dengan tatapan meremehkan.


Aaron yang mendapatkan tantangan dari calon Kakak iparnya, tanpa ba-bi-bu akhirnya dia pun langsung menyetujuinya.


Entah dia mampu atau tidak, biarkan hasil akhir yang menjadi penentunya. Bahkan dia akan melakukan apapun, agar dia bisa mendapatkan semua yang dia inginkan.

__ADS_1


"Baiklah. Saya bersedia untuk memenangkan tantangan dari kalian. Dan jangan pernah menyesal, karena telah meremehkan kemampuan seorang Aaron Vincent!" tegas Aaron dengan penuh keyakinan.


__ADS_2