
Setelah sampai di dalam kamarnya, wanita muda itu pun langsung membanting tubuhnya ke atas ranjang. Saat ini dia hanya ingin menenangkan diri dan pikirannya terlebih dahulu.
"Hem, lebih baik aku berendam saja, agar pikiran ku kembali fresh. Karena aku harus bisa memanjakan diriku sendiri, sebelum masuk ke dalam kandang singa." gumam Audrey.
Kemudian dengan perlahan kaki jenjangnya berjalan ke arah kamar mandi, yang berada di dalam kamarnya. Setelah selesai mengisi bathtub, akhirnya setelah menanggalkan pakaiannya dia pun bergegas untuk masuk ke dalamnya.
Sambil menyandarkan kepalanya, wanita muda itu menikmati setiap detik yang dia rasa sangat berharga. Dengan aroma bunga lili yang bisa membuat relaks, dia pun memejamkan matanya sejenak.
"Aku harus memanfaatkan waktuku sebaik mungkin, dan menikmatinya sebelum aku pergi dari tempat ternyaman ini." gumam Audrey dengan mata terpejam.
Lima belas menit pun terlewati begitu saja, dan tanpa terasa dia sudah setengah jam berendam di dalam kamar mandi.
.
.
CEKLEK!
Benda persegi panjang itu terbuka lebar, dan menampilkan sosok wanita muda yang hanya menggunakan bathrobe saja.
"Aku pikir kamu akan tidur sambil berendam di sana," sindir seorang pria dewasa, yang sedang duduk di tepi ranjang sambil tersenyum getir.
Audrey yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung terperanjat karena merasa sangat terkejut dengan kehadiran sosok pria dewasa itu.
"Kak Rey?!" pekik Audrey.
"Bukankah pintunya tadi sudah aku kun-"
__ADS_1
Namun, belum selesai wanita muda itu menyelesaikan ucapannya, dia pun langsung kembali terkejut. Karena Reyhan menggunakan kunci duplikat kamarnya.
"Apa kamu pikir, aku tidak bisa masuk ke dalam kamarmu?" tanya Reyhan dengan tatapan yang sulit diartikan.
Audrey pun langsung mencebikkan bibirnya, sambil berjalan kembali ke arah walk in closet. Padahal sebelumnya, dia ingin bersantai sejenak. Tetapi semua itu dia urungkan, karena ada Kakak sulungnya di dalam kamarnya.
"Mau kemana? Apakah kamu mau kembali berendam lagi?" tanya Reyhan.
Kemudian wanita muda itu pun membalikkan badannya, sambil menatap tajam ke arah kakaknya.
"Aku mau ganti pakaian dulu, Kak Rey. Jadi tunggu di sini!" cetus Audrey.
Reyhan pun terkekeh saat mendengar ucapan adik perempuannya. Bahkan dia pun memandangi punggung adik kesayangannya, hingga menghilang dari balik benda persegi panjang itu.
"Drey, Drey! Ternyata kamu masih sama seperti dulu. Masih terlihat sangat menggemaskan, dan itu membuatku semakin berat untuk melepaskan mu." gumam Reyhan.
.
.
Reyhan pun terkekeh dan menggenggam erat kedua tangan adik perempuannya. Kemudian pria dewasa itu pun memandangi wajah teduh wanitanya, dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Kak Rey? Hello? Kakak kenapa sih?" tanya Audrey yang merasa kebingungan.
CUP!
Kecupan singkat dan lembut pun mendarat di kening wanita muda itu, sehingga membuat sang empu merasa sangat terkejut dengan mata yang membola sempurna.
__ADS_1
"Jangan tinggalkan Kakak, Honey! I LOVE YOU!"
GRAP!
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Reyhan langsung memeluk tubuh mungil adiknya. Dan semua perlakuan dari Reyhan, membuat Audrey semakin merasa kebingungan.
"Hey, Kak Rey! Kakak kenapa sih? Jangan membuatku semakin kebingungan dengan perlakuan yang Kakak berikan kepadaku!" gerutu Audrey, sambil membalas pelukan dari Reyhan.
"I LOVE YOU, HONEY! Jangan pernah mencoba untuk pergi dariku! Sejujurnya aku tidak bisa kehilangan mu." ucap Reyhan dengan jujur.
Seketika tubuh Audrey pun terpaku, dengan ucapan Reyhan. Sejujurnya dia pun masih ragu dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Maksud Kak Rey?" tanya Audrey memastikan.
Reyhan yang sudah tidak bisa menahan diri dan perasaannya kepada adik perempuannya, kini sudah tidak bisa berpikir jernih.
"Aku mencintaimu, Drey. Dan aku juga tidak bisa kehilangan mu. Jadi jangan menerima pernikahan itu!" jelas Reyhan.
Duaarrr!
Pernyataan dan penjelasan dari Reyhan pun semakin membuat Audrey yakin, jika Kakak sulungnya sudah mempunyai perasaan yang melewati batas kepadanya.
Dengan cepat wanita muda itu pun langsung memberontak, untuk melepaskan diri dari pelukan Reyhan.
PLAK!
Setelah berhasil terlepas dari pelukan Kakak sulungnya. Tanpa di duga, wanita muda itu pun langsung melayangkan satu tamparan keras di pipi Reyhan.
__ADS_1
"Apa Kak Rey sudah tidak waras, huh?!" pekik Audrey.