
Keesokkan harinya...
"Eugh! Mom, bangun! Sudah pagi." ucap Kimberly sambil melenguh saat sang mentari berhasil mengusik paginya.
Audrey yang masih terlelap, kini langsung mengerjap-ngerjapkan matanya sambil menatap lekat wajah putri kesayangannya.
"Yes, Honey. Maafkan, Mommy! Ternyata sudah siang ya? Apa kamu lapar?" tanya Audrey sambil mengusap lembut puncak kepala putrinya.
Dengan cepat Kimberly langsung menganggukkan kepalanya, sambil memegangi perutnya yang sudah keroncongan.
"Iya, Mom. Cimmy lapar." ucap Kimberly.
CEKLEK!
"Selamat pagi, dua bidadari Daddy? Ternyata kalian sudah bangun. Baguslah, karena Daddy sudah memesankan makanan untuk kalian, dan semoga saja kalian suka dengan makanannya." ucap Aaron dengan seulas senyum manisnya.
Kimberly pun langsung antusias saat mendengar ucapan Aaron. Perutnya yang terasa sangat lapar, kini membuat gadis kecil itu kehilangan rasa gengsinya.
"Terimakasih, Dad." ucap Kimberly sambil menampilkan deretan gigi putihnya.
__ADS_1
Audrey yang melihat pancaran kebahagiaan dari sorot mata putrinya, kini semakin membuat dia yakin jika kebahagiaan putrinya memang sangat membutuhkan sosok figur Ayahnya.
"Sama-sama, Honey. Em.. sebelum makanan sampai, sebaiknya kita mencuci muka dulu. Mau?" tawar Aaron dan langsung diangguki oleh Kimberly.
Aaron pun langsung merentangkan kedua tangannya, agar putrinya bersedia untuk digendong olehnya. Dan benar saja, Kimberly langsung menempel kepada Aaron, dan senyumnya pun tidak pernah pudar dari kedua sudut bibirnya.
"Mungkin ini adalah jalan takdir yang harus aku jalani. Dan semoga saja Kak Aaron selalu bisa membuat Cimmy tersenyum dan tertawa." gumam Audrey saat kedua orang itu sudah menghilang di balik pintu.
Tak membutuhkan waktu lama untuk keduanya berada di dalam kamar mandi, karena makanan sampai tepat di saat mereka keluar dari tempat itu.
"Yeay, makanan sudah sampai! Daddy, Daddy, nanti suapin Cimmy makan. Mau 'kan?" pinta Kimberly dengan antusias.
"Tentu saja Daddy mau, Sayang. Semua akan Daddy lakukan, asalkan Cimmy selalu merasa senang." ucap Aaron dengan penuh kasih sayang.
Gadis kecil itu akhirnya langsung memeluk sang Ayah, dan semua itu semakin meyakinkan Audrey jika keputusannya memang tepat.
"Terimakasih, Daddy. Cimmy sayang sama Daddy." ucap Kimberly saat berada di dalam pelukan Aaron.
Aaron pun membalas pelukan putrinya. Pelukan yang enam tahun belum pernah di rasakan oleh gadis kecil itu, akhirnya kini dia bisa merasakannya setelah penantian panjang.
__ADS_1
"Em, Daddy? Jangan pernah tinggalkan kami ya?" pinta Kimberly sambil menatap lekat wajah sang Ayah.
Tanpa berpikir panjang, pria itu langsung menganggukkan kepalanya dan memberikan kecupan hangat di kening gadis kecilnya.
"Tentu saja Daddy tidak akan pernah meninggalkan kalian. Apakah kamu tidak ingat, bagaimana malam itu saat kita makan malam bersama? Bukankah Cimmy yang menolak Daddy, hem?" tanya Aaron dengan tatapan sendu.
Kimberly yang masih sangat mengingat kejadian di malam itu, kini hanya mengerucutkan bibirnya dan langsung melepaskan diri dari pelukan sang Ayah.
"Ish! Daddy yang tidak peka. Cimmy 'kan juga ingin dibujuk oleh Daddy. Tetapi apa? Daddy justru mengalah begitu saja, tanpa melakukan apapun." gerutu Kimberly sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Saat sedang merajuk, gadis kecil itu memang terlihat sangat manis dan menggemaskan sekali. Bahkan Audrey yang sejak tadi hanya menjadi penonton drama antara Ayah dan putrinya, kini langsung terkekeh saat mendengar ucapan gadis manis di sampingnya.
"Sudah-sudah. Lebih baik sekarang kita makan dulu sebelum makanannya dingin. Bukankah tadi Cimmy ingin disuapi oleh Daddy, hem?" ucap Audrey sambil menyodorkan satu piring makanan kesukaan putrinya kepada sang suami.
Aaron yang mendapatkan perlakuan hangat dari istrinya, kini langsung mengembangkan senyumnya.
"Terimakasih, Sayang." ucap Aaron sambil menarik tangan Audrey. Dan tanpa di duga, pria itu langsung mencium lembut tangan Audrey tepat di hadapan putri mereka.
Kimberly yang melihat bagaimana perlakuan Ayahnya kepada sang Ibu, kini langsung mengembangkan senyumnya.
__ADS_1