Mengejar Cinta, Ibu Anakku!

Mengejar Cinta, Ibu Anakku!
41. Tamu tak diundang


__ADS_3

Keluguan dan kepolosan seorang gadis kecil yang bernama Kimberly, saat ini sedang berubah menjadi seorang gadis remaja yang sedang mencari informasi tentang keluarga dan masa depannya.


"Menurut kamu, Mommy harus bagaimana, Honey?" tanya Audrey sambil menatap lekat wajah putrinya.


Kimberly yang sedang berada diambang dilema, seketika gadis kecil itu diam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


Mendapati fakta jika Ayahnya telah datang dan mengungkap semuanya, membuat pikiran dan hati Kimberly berkecamuk. Di lain sisi dia sangat merindukan sosok yang belum pernah dia jumpai, tetapi di sisi lainnya dia juga merasa kecewa kepada pria itu.


Audrey yang masih menelisik jawaban putrinya, kini dia pun masih menunggu jawaban dari putri kesayangannya. Ya, meskipun dia sangat tau, bagaimana perasaan putrinya saat ini.


"Lebih baik habiskan makananmu dulu, Honey! Nanti kita akan bicarakan lagi, setelah makanan ini habis." pinta Audrey.


Kimberly pun hanya bisa menganggukinya dan mulai berkutat dengan makanan kesukaannya. Sesaat semua pikiran gadis kecil itu teralihkan kepada makanan-makanan yang tersaji di atas meja.


'Seandainya Cimmy menginginkan pertemuan dan kebersamaan itu, apa yang harus aku lakukan?' batin Audrey.


Meskipun Audrey selalu mengulas wajahnya dengan senyuman manis, tetapi di dalam hatinya saat ini sedang berkecamuk.

__ADS_1


Sebenarnya dia pun juga menginginkan keluarga yang utuh untuk putrinya. Namun, di dalam hati kecilnya dia belum bisa untuk memaafkan seseorang, yang telah menghancurkan kehidupannya itu.


***


"Cimmy hanya ingin merasakan hal yang belum pernah aku rasakan, Mom. A-aku hanya ingin sedikit saja merasakan sebuah kasih sayang dari seorang Ayah, seperti anak-anak lainnya." ucap Kimberly dengan nada suara yang semakin merendah.


Tap...


Tap...


Tap...


"Suara langkah kaki ini?" gumam Audrey sambil menoleh ke arah sumber suara.


Dan benar saja, sesuai dengan dugaannya. Jika pemilik langkah kaki itu, adalah seseorang yang selalu dia hindari dan sangat dia benci.


Tanpa meminta izin terlebih dahulu, seseorang yang baru datang itu langsung ikut bergabung dengan kedua wanita beda usia itu.

__ADS_1


Bahkan dia pun tidak mempedulikan, apakah mereka memberikan izin kepadanya untuk duduk bersama dengan mereka.


"Maafkan aku! Jika kedatangan ku yang lancang tanpa undangan. Mungkin hanya ini yang bisa aku lakukan, datang sebagai seorang pecundang yang telah ditolak mentah-mentah oleh kalian." ucap seseorang itu.


Audrey yang awalnya merasa terkejut dengan kedatangan tamu tak diundang itu, kini langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Sedangkan Kimberly hanya menatap datar dan dingin ke arah pria dewasa itu. Bahkan gadis kecil itu pun masih enggan untuk mengatakan sesuatu kepadanya.


"Aku tau, kalian masih sangat marah kepadaku. Tetapi percayalah, jika aku selalu mencari keberadaan kalian. Dan aku hampir saja gila, karena selama tujuh tahun tidak bisa menemukan kalian berdua. Tolong maafkan aku!" sesal Aaron.


Di bangku sebelah, seseorang yang sengaja mengikuti kedua wanita itu merasa sangat geram dan hampir saja melakukan sebuah kecerobohan.


"Maaf, Tuan! Tolong jangan ganggu kedua wanita ini, jika Anda tidak ingin berurusan dengan Bos Saya!" tegur seorang pria yang berpawakan kekar dan berotot.


Aaron yang menyadari, jika saat ini kedua wanitanya sedang dalam pantauan dari kedua kakaknya merasa sedikit terkejut. Dia tidak berpikir sejauh itu, jika Audrey dan Kimberly sedang dikawal oleh seorang Bodyguard sekaligus orang kepercayaan dari kedua Kakak wanitanya.


'Sial! Mengapa mereka harus dijaga seketat ini oleh keluarga Wijaya?' umpat Aaron dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2