
Setelah keputusan disepakati, Audrey dengan wajah tertunduk lesu mulai bangkit dari tempat duduknya dan bergegas meninggalkan ruangan itu.
"Drey, kamu mau kemana?" tanya Riki.
Wanita muda itu seketika menghentikan langkahnya, dan membalikkan tubuhnya ke arah sang Ayah.
"Aku mau ke ruangan Cimmy, Yah. Bukankah keputusannya juga sudah final? Jadi untuk apa aku masih disini, jika sama sekali tidak bisa memberikan pendapat ataupun penolakan." ucap Audrey dengan tatapan yang sulit di artikan.
Aaron yang melihat mata sembab wanitanya, hanya bisa memandanginya dari kejauhan. Sejujurnya dia ingin sekali memeluk dan menenangkan wanita muda itu.
Tetapi untuk saat ini dia masih mengurungkan niatnya, dan memilih untuk menjaga jarak. Karena dia tidak ingin membuat kepercayaan yang telah diberikan Riki, hancur begitu saja hanya karena tidak bisa menahan dirinya sendiri.
"Baiklah. Pergilah! Ayah juga masih ingin membicarakan sesuatu kepada calon suamimu, dan hanya berdua saja." ujar Riki sambil melirik ke arah kedua putranya yang masih belum juga beranjak dari posisi mereka.
Akhirnya setelah mendengar ucapan dari sang Ayah. Kedua pria itu pun langsung mengekor kepada adik perempuannya.
__ADS_1
"Honey? Apakah kamu yakin akan menikah dengan pria itu? Apakah kamu yakin jika dia bisa membahagiakan kalian? Dan apakah kamu juga yakin jika pria itu bisa membuat Kimberly mendapatkan kebahagiaan yang dia inginkan?" cecar Reyhan sambil menatap lekat wajah adik perempuannya.
Audrey yang masih bergeming, hanya bisa menatap sendu ke arah Kakak sulungnya, disertai dengan buliran bening yang membasahi pipinya.
Meskipun Audrey tidak menjawab semua pertanyaan dari Reyhan, tetapi melalu sorot matanya saja. Reyhan bisa menangkap sebuah kehancuran dan ketidakberdayaan dari wanita kesayangannya.
Reyhan yang merasakan nyeri di ulu hatinya, dengan cepat pria itu langsung memeluk tubuh mungil adiknya. Perasaan cemburu dan tidak bisa menerima keputusan itu, membuat Reyhan ingin membawa pergi jauh Audrey.
Namun, dia sangat menyadari. Jika apa yang dia lakukan nanti, hanya akan menambah masalah menjadi semakin rumit. Dan sang Ayah juga tidak akan pernah tinggal diam.
"Kak Rey dan Kak Fai tenang saja. Aku dan Cimmy akan baik-baik saja. Dan jika nanti pria itu mengingkari janjinya, maka kami akan langsung pergi meninggalkan dia." potong Audrey dengan suara parau.
Faishal pun hanya bisa berdecak sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Pria itu pun juga tidak habis pikir, karena kemarin Ayahnya sudah memperingatkan Aaron agar tidak mendekati adiknya.
Tetapi hari ini, tiba-tiba saja sang Ayah membuat keputusan yang sangat mengejutkan semua orang. Ya, meskipun hanya satu orang yang belum mengetahuinya, yaitu Ibu mereka, Rosalina.
__ADS_1
"Baiklah. Jika suatu saat nanti terjadi apa-apa kepada kalian. Jangan merasa sungkan ataupun takut untuk mengatakan semuanya kepada kami. Karena kami akan selalu menjadi tameng untuk kalian berdua, dan ini adalah janji dari kedua putra Wijaya." cetus Reyhan dengan tegas.
Audrey yang masih berada di dalam pelukan Reyhan, kini semakin mengeratkan pelukannya. Dan semua itu membuat Reyhan semakin merasa berat untuk melepaskan pemilik hatinya.
Ya, meskipun sebenarnya perasaan yang dia miliki adalah salah. Tetapi rasa itu terus tumbuh dan berkembang begitu saja tanpa diminta.
'Maafkan Kakak, Honey! Kakak belum bisa melakukan apapun untuk membuatmu bahagia!" sesal Reyhan dalam hati.
Bersambung...
Mau aku kasih visualnya AUDREY CAMILLA WIJAYA nggak gaes? 🤭
Aku kasih bonus lagi buat reader setiaku ❤️
__ADS_1