MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
10


__ADS_3

"Gak mau,aku sibuk." tukas eva,malas meladeni makhluk menjijikan itu,padahal sebenarnya mereka dulu memang sepasang kekasih,tapi karna eva melihat uno pergi ke hotel dengan sahabatnya,dia langsung memutuskan uno,dan tentu saja uno yang tidak merasa bersalah karna dia tidak tau kalau kelakuan dia telah diketahui eva jadi marah dan mengadu ke orang tua eva dan ingin dipercepat pertunangan mereka,dan orang tua eva setuju saja karna mereka tak percaya kalau uno berselingkuh dari eva karna selama ini yang mereka tau uno sangat mencintai eva.


Apakah eva menangis???


tentu tidak,walaupun ada rasa sakit tapi dia tidak ingin menangis karna baginya jika ada uang dan kedudukan dia bisa mendapatkan apa saja,apa lagi modelan seperti uno itu.


Makanya dia sekarang hanya ingin cari pria yang mau mendengarkan katanya dan mengikat orang itu,ya walaupun dia sadar yang dilakukan nya salah,tapi dia berharap kisah nya seperti novel yang dia baca,awal dari main sugar sugaran jadi cinta sejatinya nanti.


Dan juga dia merencanakan untuk hamil anak sugar baby nya biar keluarga nya dan keluarga uno membatalkan tunangan mereka.


"Kamu sibuk apa sih,kan makan malam saja,malam kamu itu gak ada kerjaan kan?"


"tapi dad..." ucapan eva tergantung karna daddynya memotong pembicaraan nya.


"udah...nanti malam pokoknya kamu harus pergi dengan uno,kalian bentar lagi akan tunangan jadi hubungan kalian itu harus diperbaiki." jelas daddy eva tanpa mau mendengar alasan apa-apa lagi.


"Hm ya udah." jawab eva malas,jika daddynya sudah memaksa maka dia tidak bisa membantahnya,makanya dia juga jadi orang keras kepala,tapi masih tidak bisa melawan keras kepala daddynya itu.


Dia pun mematikan panggilan itu dan menel salwa untuk ke ruangannya.


"Sal...ke ruanganku sekarang." perintahnya dan masih melanjutkan kerjanya,tapi dia tiba-tiba langsung membuang pena yang tadi dia pegang,dan untung saja penampilan itu tidak terkena ke kepala salwa yang baru masuk ke ruangannya.

__ADS_1


"Eitsss...apa-apaan langsung lempar orang dengan pena,salah apa aku?" tanya salwa karna tak tau kenapa dia dilempari pena padahal eva hanya lagi kesal dan melampiaskan nya dengan melemparkan pena ke sembarangan,tapi dak tau nya hampir terkena ke kepala salwa.


"Sorry...gak sengaja." ucapnya sambil memajukan bibirnya kayak bebek.


"Kenapa tu mulut,minta dicium brondong ya?"ucap salwa menaik turunkan alisnya ke eva. Eva yang mendengar oun langsung tersenyum dan mengangguk cepat.


" gila."umpat salwa,padahal dia hanya ingin menggoda eva taoi dak taunya eva mengiyakan minta dicium sama berondong.


"Ada apa?" tanya salwa lagi dan mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan eva.


"Huft...si makhluk astral menghubungi daddy aku untuk ngajak dinner malam ini."ucap eva lesu,wajahnya yang tadi tersenyum langsung hilang mengingat permintaan daddy nya.


" Jadi???


"Ya pergi aja,mana tau hubungan kalian menjadi baik."


"tapi sal,aku itu udah gak cinta sama dia,malahan sekarang aku jijik sama tu makhluk,apalagi aku ingat dia pergi ke hotel dengan nada."


"jadi lu mau ngapain?" tanya salwa lagi,lalu dia melihat senyum aneh dibibir eva,dan dia merasa curiga kalau sudah melihat senyum itu.


"Stop,aku tak mau dengar apa-apa." ucap salwa lagi sebelum dia mendengar permintaan eva,karna dia tau permintaan eva pasti gak ada yang bener.

__ADS_1


dan wajah eva pun langsung masam kembali."aku kan belum ngomong sal."protes nya.


"Aku tau apa yang kamu pikirkan jadi aku gak mau." tolak salwa


"plis...sekali ini aja lagi ya." eva pun terpaksa memohon ke salwa untuk meminta bantuan dia lagi kali ini.


Salwa pun memutar matanya dengan malas karna benar yang dipikirkannya kalau eva pasti melibatkan dia untuk menggagalkan makan malam nanti.


"Ckk...ya udah,tapi aku harus apa?" Jawab salwa ketus.


"Kita kabur aja sebelum uno jemput aku,kita pergi ke club lagi,dimana?eva memasang wajah imutnya berharap salwa menyetujui nya.


" memang gila,kalau orang tua lu tau kalau lu pergi sama aku,bisa habis aku,nanti aku kena pecat bege."salwa menggeleng kan kepalanya dengan rencananya eva yang menurut nya dia yang jadi tumbal disini.


"Lu tenang aja,selagi aku yang masih jadi CEO disini tempatmu tak akan bergeser,tapi lain jika lu nolak keinginan aku,bagaimana?"


"Gak ah,takut aku."


"2 kali lipat!!!" tawar eva, dengan menaikan gaji salwa dua kali lipat dari yang biasa dia terima.


"DEAL!!!" eva langsung menganga,dia masuk ke perangkap salwa yang sebenarnya memang memancing eva.

__ADS_1


"Sialan..." Makinya pelan dan meninju angin disamping nya,sedangkan salwa tertawa karna eva masuk ke perangkap nya,sebenarnya bagaimanapun salwa pasti membantu sahabat nya itu,tapi dia ingin membuat jera dengan eva agar eva tidak sembarangan lagi minta hal-hal yang aneh dan menyusahkan nya.


__ADS_2