
"hay ma." sapa ivan saat melihat ema akan keluar dari gerbang kampus mereka.
"hay van."
"pulang pakai apa?" tanyanya basa basi.
"belum tau ni,masih menghubungi gerry tapi gak diangkatnya." jawab ema sambil mengecek handphone nya untuk melihat apakah panggilan nya diangkat gerry,dia ingin minta dijemput dan mengajaknya jalan.
"aku antarin aja ya,udah sepi nih." tawar ivan,karna hari juga sudah sore dan yang lain juga mulai pulangan kerumah masing-masing.
Ema pun tampak memikirkan tawaran ivan."ya udah yuk."akhirnya dia pun menyetujui untuk diantar ivan daripada dia menunggu gerry disana tanpa tau gerry nya kemana karna gak bisa dihubungi,ema pun lalu masuk kedalam mobil milik ivan dan pergi dari sana.
***
"Ehm...maaf buk...apa yang aku kerjakan jadi sugar baby orang itu?" tanya gerry polos,tapi gak polos-polos banget,karna dia hanya belum yakin dan juga dia tidak pernah ada pengalaman hal yang seperti itu.
"entah lah,kau bisa bertanya padanya nanti,kalau kau beneran mau aku akan mengatakannya sekarang kepada nya,jadi apa kau sudah yakin?"
"Kalau boleh tau,apakah dia orang dewasa?" tanya gerry sedikit takut kalau salwa marah karena dia banyak tanya,dan saat melihat respon salwa membuat nya kaget.
"Hahaha...ya jelaslah,namanya aja sugar mommy,memang pernah kau lihat sugar mommy anak-anak." Salwa malah mengetawakannya,padahal maksud dia bertanya apakah sugar mommy nya itu tante-tante yang jauh lebih tua dari pada nya gitu,tapi disalahpahamin dengan salwa,gerry pun hanya bisa mengehela nafasnya dengan kasar.
Melihat reaksi gerry salwa langsung menghentikan tawanya dan mulai serius lagi.
"Ya dia wanita dewasa dan dia hanya mau kalian bertemu didalam ruangan yang gelap saja,jika kau mau aku akan memberikan nomormu kepada nya,dan jika dia menghubungimu dan menyuruh untuk menemuinya,kau jangan heran kalau kalian akan bertemu diruangan gelap."terang salwa
"tapi untuk apa?" tanya gerry tak paham maksud salwa kalau orang itu hanya ingin bertemu tanpa tau wajah masing-masing.
"Kau turuti saja jika kau memang membutuhkan uangmu." salwa sudah malas menerangi,biar eva saja nanti yang mengatur bagaimana pertemuan mereka.
"Oh...baiklah,maaf terlalu banyak bertanya." ucap gerry mengerti kalau salwa sudah malas menerangi nya.
"Jadi apa kau sudah yakin mau?" tanya sakwa sekali lagi meyakinkan.
"baiklah saya mau."
"Ya sudah,besok kau kekantor lagikan,pergi keruanganku dan tanda tangani perjanjian kalian." ucap salwa sambil menatap wajah gerry dan ingin melihat reaksi nya.
"Pakai surat perjanjian?"gerry terkejut mendengar kalau mereka juga akan mengadakan surat perjanjian.
__ADS_1
" Ahhhh...sudahlah gerry,seperti nya aku membuang waktu saja disini,sebaiknya aku cari orang lain saja."ucap salwa pura-pura ingin pergi dari sana,karna dia merasa kesal gerry terlalu banyak tanya,jadi sekalian saja dia kerjain biar gerry cepat ngambil kesimpulan.
"jangan buk,saya mau...berikanlah nomor saya keorang itu dan besok saya akan ke kantor untuk menanda tangani perjanjian nya." Gerry memegang tangan salwa untuk menahannya jangan pergi,dan salwa pun menarik sedikit ujung bibir kanannya sampai gerry pun tak bisa melihat karna umpannya telah dimakan,tinggal tunggu tuannya menarik saja.
"Ya sudah,malam ini aku akan ambilkan surat nya dan besok kau harus datang ke kantor."
"Baik buk."
lalu salwa pun beranjak dari sana setelah tangannya dilepaskan gerry,dia terus tersenyum karna rencana dia dan eva berhasil.
"Maafkan aku ger,tapi salahmu sendiri menarik perhatian kucing garong." Gumamnya sambil tersenyum misterius.
Lalu dia memutuskan untuk pulang ke apartemen untuk memberi tahu kan ke eva kalau rencana mereka berhasil dan untuk bersiap-siap membawa kabur anak itu dari makan malamnya dengan calon tunangannya.
Tit... Tit... Tit... Bippppp
Klak...
"KUCING GARONGGG..." teriak salwa saat sudah sampai di apartemen milik eva karna dia tau sandi wanita gila itu.
Salwa pun mencari eva yang tidak menyambut kedatangannya,dia memasuki kamar wanita itu tapi tak menemukannya.
"dorrrrr..."
"******!!!" Kaget salwa karna ada yang mengejutkan nya dari belakang,siapa lagi kalau bukan eva.
"Hahahaha kaget ya?" tanya eva sambil menertawakan salwa yang mengelus dada nya.
"Anjir ni anak...untung aku gak jantungan."
"sorry-sorry...lu dari mana masih pakai baju tadi?"
"Ya ketemu baby lu lah,ngurus rencana lu."ucap salwa dan membantingkan tubuhnya ke ranjang milik eva.
" Jadi bagaimana?"tanya eva dengan tersenyum tak sabar mendengar jawaban salwa,dan dia pun ikut duduk diranjangnya.
"Malam ini lu yang harus traktir aku ke club dan makan di restoran tempat biasa kita makan."ucap salwa menunjuk ke eva,eva pun semakin mengembangkan senyumannya.
" Siap!!!"hormat eva ke salwa dan membuat salwa jijik dengan sahabatnya ini.
__ADS_1
"Najis lu." Ejek salwa,eva hanya menyengir kuda saja menampilkan gigi putih nya.
"Ya udah...aku mau mandi dulu untuk siap-siap." Ucap salwa berdiri dari posisinya tadi dan ingin kembali ke apartemen nya.
"Terima kasih sayang!!! " teriak eva dan salwa hanya mengangkat tangan kanannya saja,karna dia merasa sangat kecapean belum ada istirahat,padahal baru saja pulang ini mau siap-siap lagi untuk pergi.
"Hahhhh...bagaimana kabar iki ya?" gumamnya saat membuka pintu apartemen nya.
Iki adalah tunangan salwa,dan kini dia berada di amerika,mereka sudah 2 tahun menjalani hubungan LDR,dan hanya sesekali dia kembali ke tanah air dan bertemu dengan salwa,dan beberapa hari ini pria itu susah untuk dihubungi,makanya salwa membuat dirinya sibuk dari pada harus berdiam diri yang membuat pikiran buruk datang kepada nya.
***
"Nih nomor tu bocah." Unjuk salwa handphone nya ke eva,mereka sekarang sudah berada di club untuk menghindari Alvin menjemput eva di apartemen.

Eva pun mengambil handphone salwa ditangannya untuk menyatat nomor gerry.
"Jadi lu kapan mulainya?" tanya salwa sambil meminum minuman nya yang tadi mereka pesan,terkadang dia juga ikut berjoget dikursi mereka mengikuti alunan musik di ruangan itu.
"Lihat dululah." ucap eva dan meletakkan handphone salwa dimeja mereka setelah mencatat nomor gerry,salwa pun langsung memandang kearahnya.
"Jadi lu gak langsung menghubungi nya,dia lagi butuh uang va,mamanya itu harus cepat diobati,lu kira aku nolong lu cuman mikirin perintah lu,aku juga kasian sama dia." kata salwa dengan sedikit marah dengan eva,dia kira setelah dapat nomor gerry eva bisa langsung membantu gerry.
"Aku salah ya,aku hanya belum terlalu yakin sal." Ucap eva lesu.
"Kalau lu belum yakin kenapa lu senang banget tadi sore aku kasi tau kalau rencana kita berhasil?" Tanya salwa
"Eeeee...aku masih takut nyerahinnya sal,aku baca di internet kalau itu bakalan sakit." Ucap eva gamblang dan membuat salwa melebarkan mata dan mulutnya.
"Anak gila." Makinya dan membuang wajahnya ke orang yang sedang menari disana,tapi tak lama dia menemukan ide yang membuat eva langsung menghubungi gerry.
"Kalau lu tak mau...biar aku aja,lagian kami juga sudah dekat jadi tak sulit bagi aku ngajakin dia." ucap salwa sambil memandang ke arah eva dengan serius,dia saat ini ingin sekali tertawa melihat reaksi eva,sahabatnya itu tampak sangat shock.
"Lu gila!!!dia itu target aku,enggak...biar aku nanti menghubungi nya." Ketus eva,dia kesal dengan salwa yang ingin mengambil terget nya itu.
"Kapan?" tantang salwa,dia merasa puas bisa ngerjain eva,dihatinya dia terus tertawa.
"Besok,setelah dia tanda tangani perjanjiannya." jawab eva meneguk habis minuman yang ditangannya,sedangkan salwa hanya tersenyum untuk menutupi keinginan tertawanya.
__ADS_1