MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
119


__ADS_3

"Berarti orang yang mau dijodohin ke gue?"batinnya lagi dengan keadaan yang shock.


" Kenapa malam itu nggak datang?beneran nggak enak badan apa nggak mau bertemu saya?"lanjutnya lagi melihat thaya dengan wajah yang shock.


"Thaya." panggil daren yang juga ada disana karna tadi ngumpul dengan teman rekan bisnisnya tadi siang dan janjian bertemu disana.


"Kamu ngapain disini,trus dari mana kenal adam?"


"Kak daren,kakak kenal dengan dia?" tanya thaya pula dan diangguki daren,adam yang melihat itu ada rasa tak suka saat daren melihat dengan lembut ke thaya.


"Ngapain kamu disini?" Tanyanya dingin ke daren.


"Suka-suka saya."thaya semakin bingung,apa ini batinnya,daren yang melihat raut wajah bingung thaya lalu menjelaskan semuanya.


" Dia ini kakak tiri siska."tunjuknya pakai dagu ke adam,kini giliran adam yang terkejut.


"Dia kenal siska."


"Hm...dia pernah ketemu."


"Terus...kamu dari mana kenal dia?" tanya adam ke daren membuat daren agak salting,bingung mau jawab apa.


"ATHAYA." panggil arsen agak keras,tangannya mengepal melihat pemandangan dimana thaya dikelilingi dua pria tampan,dia pun langsung berlari menyempal pengunjung disana,dan mencekal tangan thaya.


"Auu...sakit kak." Ringis thaya.


"Lepasin ar...dia kesakitan." Kata daren mencoba mencengkal tangan arsen yang memegang tangan thaya,adam bertambah heran...ada apa ini,kenapa banyak sekali pria yang mendekati thaya.


"Itukan kak daren dengan kak adam,ngapain mereka disana?" Gumam amber yang melihat mereka dari jauh.


"Siapa sebenarnya thaya?" Gumamnya lagi masih memantau dari jauh,tapi tiba-tiba matanya melotot kaget.


Plak


"THAYA."teriak ketiga pria itu saat melihat thaya telah ditampar seseorang dan saat mereka lihat ternyata.

__ADS_1


"SISKA!!! "Daren dan adam kembali kaget.


" Apa-apaan kamu ha!!!"bentak daren tak suka melihat siska.


"Kenapa...kamu masih mau lindungin dia haa,aku lagi hamil mas dan kamu bilang mau pergi bertemu dengan rekan bisnismi tapi apa yang kulihat sekarang,kamu ada bisnis apa sama dia ha...bisnis diranjang maksud kamu." Teriak siska marah-marah,dia merasa sangat marah saat tau kalau yang dijumpai daren adalah thaya,orang yang dia suka,padahal dia hanya lambat sedikit saja untuk melihat daren tadi memang bertemu dengan rekan kerjanya.


PLAK!!!


"THAYA!!! " kini teman-teman nya berlari kesana dan livy berteriak,wajah thaya sudah lain,wajah yang biasa senyum akhir-akhir ini,kini mendingin seperti sebelumnya.


Ughhtt...


Siska meringis saat pipinya dicengkam kuat oleh thaya.


"Jaga mulut lo ya,gue nggak peduli walaupun kun lagi hamil,dan gue bisa saja membuat lo kehilangan anak yang lo harapkan ini." Tekan thaya,mereka yang disana tampak sangat kaget melihat thaya seperti itu,thaya tak pernah seperti itu kecuali...mata livy langsung melebar saat ingat sesuatu.


"Lepasin..."ucap siska masih menahan sakit dipipinya,daren yang melihat itu oun mencoba untuk membujuk thaya lepasin.


" Thay...kakak mohon lepasin,siska lagi hamil thay,maaf...dia hanya salah paham."


Thaya pun langsung melepas kasar pipi siska membuat wanita itu meringis memegang pipinya, thaya pun langsung pergi dari sana dan diikuti teman-teman nya dan arsen,sedangkan adam masih disana dengan daren dan siska.


"Malam ini gue ingin sendiri." Ucapnya datar tanpa melihat ke teman-teman nya dan langsung ingin masuk kedalam taksi tapi tangannya ditarik arsen.


"Nggak jadi pak, maaf." Ucapnya membuat thaya dan lainnya melongok.


"Lepasin!!!" Sentak thay,tapi arsen tak melepaskannya,rahangnya mengeras mengingat ucapan siska tadi,sampai sekarang membuatnya jadi seperti ini,dia menarik thaya untuk masuk kedalam mobilnya dan langsung menutup pintu mobilnya.


"Lo mau bawa thaya kemana ar,lo jangan sampai ngulangi kesalahan dulu ar!!!" Teriak teo mengingatkan arsen,karna keadaan sekarang hampir sama yang dulu dimana arsen menarik paksa thaya.


Arsen hanya diam dengan masih wajah nya yang penuh emosi."ar gue nggak akan biarin lo bawa thaya seperti ini lagi,lepasin dia ar!!!"teriak kelvin yang ikutan marah,dia tak mau kecolongan lagi cukup sekali dia dukungan tidak menahan arsen dan membuat perempuan itu akhirnya dilecehkan arsen.


"KAK!!!" teriak livy dengan ada rasa khawatir disana,sedangkan luna angel terdiam, mereka ketakutan karna melihat pria-pria disana tengah emosi,apalagi melihat arsen.


Thaya masih diam dengan wajah yang memanas,tapi tiba-tiba datang seorang wanita yang membuat semua orang disana tambah naik darah.

__ADS_1


"Kamu mau kemana ar?" Tanya amber yang langsung ikut gabung walaupun kedatangan nya sangat mengganggu apalagi bagi thaya, dia yang tadi memang kesal dengan arsen dan amber bersama membuat nya sekarang makin kesal,dia langsung ingin keluar dari mobil arsen tapi langsung ditahan arsen dari luar.


"Lo sebaiknya pergi dari sini dan jangan pernah ganggu gue." Tekan arsen menunjuk ke amber dan lalu melangkah untuk masuk ke mobilnya.


"Yang gimana ini?" Tanya livy ketakutan ke kelvin,kelvin pun memeluknya karna mereka disana oun semuanya khawatir,termasuk amber,dia tak pernah melihat arsen seperti ini walaupun dia tau kalau arsen emosian tapi ini dengan thaya,siapa thaya bagi arsen.


"Turunin aku nggak kak,atau aku loncat dari sini."ancam thaya,mereka masih dijalan dengan arsen membawa mobil entah kemana karna apartemen thaya sudah lewat.


" Kamu mau bawa aku kemana kak,kamu jangan macam-macam kak atau aku nggak akan maafin kakak lagi. "Arsen masih diam dengan wajah nya yang masih tegang menahan marah.


saat melihat tujuan arsen yang sudah keluar dari daerah yang thaya tidak tau membuat thaya ketakutan.


" KAK...TURUNIN THAYA!!!"teriaknya membuat arsen menepikan mobilnya,lalu thaya langsung keluar dan diikuti arsen.


"Lepas!!!


" Enggak...masuk ke mobil!!!


"Nggak mau,kakak mau ngapain!!? "Arsen langsung menarik tangan thaya dan langsung ditepis thaya membuat arsen termundur kebelakang,arsen yang sedikit kaget langsung menarik kembali thaya dan langsung ******* bibir nya.


Emmmmpppp...


Thaya melebarkan matanya merasa shock,dia masih diam dengan bibir mereka masih menempel,just menempel...you know menempel,tamplok.


Karna tak ada perlawanan dari thaya arsen memberanikan diri untuk ******* nya,mata arsen terbuka saat merasakan thaya kini tengah menutup matanya dan membalas lumatannya bahkan tangannya sudah melingkar dileher arsen,karna tak ingin ada yang mengganggu arsen membawa thaya masuk kedalam mobil dengan melepaskan ciuman mereka sebentar.


"Didalam." Ucapnya pelan dan diangguki thaya yang matanya sudah tampak layu,bukannya melanjutkan,arsen malah melajukan mobilnya untuk kesuatu tempat yang sudah dekat dia ingin tuju.


"Kita kemana?" nada bicara thaya sudah berubah, kembali seperti biasanya yang bisa membuat arsen yang marah tadi kini tersenyum memandangnya.


"Ke suatu tempat yang akan kamu suka nantinya."


Guys ikuti juga novel baru aku ya...dan jangan lupa selalu dukung karya aku.


__ADS_1


__ADS_2