
Tapi daren juga tak ingin melakukannya jika thaya tidak mau,dia tak ingin memaksakan hal itu,sudah cukup sekali thaya mengalami hal seperti itu dari orang yang dicintainya,dia tak mau membuat kesalahan seperti arsen,dia tak mau kehilangan thaya.
Tak lama kendaraan mereka pun sampai didepan hotel mewah yang menjadi tempat pesta malam ini,disaat merek turun dan masuk kesana,semua mata tertuju kepada mereka,apalagi kini daren dan jackson sama-sama menggandeng tangan athaya.
"Apakah ini tidak berlebihan dad?" Tanya thay pelan sambil terus melangkah masuk mengikuti langkah kedua pria yang disamping nya.
"Tentu tidak sayang,daddy hanya ingin menyiksa anak itu." Jawab uno sambil melihat ke arah dimana arsen dan daddynya kini tengah menatap mereka.
Bukannya pergi ke arsen tapi mereka melewati orang itu dan berhenti didepan pemilik acara malam ini.
"Selamat tuan atas pembukaan cabang baru perusahaan tuan." Ujar uno yang mendahului mengucap selamat kepada tuan charles.
"Terima kasih tuan jackson,bukankah ini tuan Nicholas,selamat malam tuan." Sana tian charles beralih menjabat tangan daren.
"Selamat malam." Jawab daren terus diam,dia masih menggenggam tangan athaya yang dari tadi hanya diam,tapi setelah daren melepaskan tangan charles kini thaya yang menjabat tangan pria itu.
"Apakah ini putri mu tuan jackson?" Tanya charles setelah melepas tangan athaya.
"Benar tuan,dia putri ku satu-satunya."
__ADS_1
"Lalu apa hubungan anda dengan tuan Nicholas?" Charles tampak penasaran hubungn mereka yang berangkat bersama,semua orang pembisnis pasti tahu bagaimana seorang Nicholas terhadap orang,dia menjadi orang yang dingin dan kejam saat bekerja,tapi jika orang tak memiliki masalah dengannya tidak membuat dia mencari gara-gara duluan.
"Dia...
" Dia teman saya tuan yang sudah saya anggap sebagai adik saya."ada perasaan tak senang dihati athaya mendengar ucapan daren barusan,berarti seperti nya hanya dia uang menyukai pria itu sedangkan pria itu hanya menganggapnya sebagai adik.
"Apa yang gue harapin,mana mau orang seperti kak daren menyukai gadis bekas seperti gue."batin thaya,dia hanya tersenyum sedikit ke tuan charles.
Sungguh... Sungguh bukan ini yang ingin dikatakan daren taoi dia juga tidak berani mengatakan lebih ke mereka karna pada dasarnya tak ada ucapan status diantara mereka,arsen yang mendengar ucapan daren tadi membuatnya tersenyum,berarti dia masih ada kesempatan untuk dekat dengan athaya kembali,sama seperti putrinya,uno pun merasa kaget dan juga sedikit kaget dengan pengakuan daren yang mengatakan hanya hubungan sebatas teman padahal dia telah mengira mereka memiliki hubungan.
Setelah berbicara sebentar kini tuan charles pamit undur diri karna acara akan segera dimulai.Athaya dan dua pria itu pun berdiri disana sambil meminum air yang mereka smbil tadi.
Ternyata banyak teman sekolah thaya yang berada disana dan dapat thaya pastikan mereka juga menemani orang tua mereka datang kesana,saat tuan charles selesai mengucapkan beberapa kalimat sekarang waktu pesta dansa pun dimulai,selain merayakan pembukaan cabang perusahaan nya,acara ini juga merayakan anniversary pernikahan mereka.
"Apa kita tidak berdansa bersama ren?" tanya Bima menggoda daren,daren yang ditanya seperti itu menatap najis ke bima.
"Gua masih normal,kalau lo memang pengen...tuh ajak saja tu bocah." Sambil menunjuk arsen dengan dagunya.
Arsen saat ini masih melihat ke thaya yang sedang berdansa dengan daddy nya,dia menunggu pertukaran pendamping dansa dimana dia harus mendapatkan kesempatan untuk berdansa dengan thaya,taoi ternyata bukan hanya dia saja yang menargetkan thaya,saat kedatangan thaya tadi oun banyak padang mata buaya menatap lapar kearahnya, mereka ingin mencari kesempatan agar bisa berdansa bersama gadis cantik itu.
__ADS_1
Dan tibalah saat pertukaran itu,daren yang juga ingin berdansa bersama thaya pun meletakkan tangannya kedepan thaya bersamaan dengan tangan arsen,mereka pun saling bertatapan tajam seakan tidak ada yang ingin mengalah.
Ternyata daren salah,dia mengira athaya akan menerima ukuran tangannya, mtapi ternyata tangan arsen lah yang diterima thaya,mereka oun kini berdansa dan meninggalkan daren sendirian disana yang masih terpaku melihat tangan nya yang masih menggantung disana.
"Kakak tak menyangka kamu mau menerima tangan kakak dibanding dia." Ucap arsen mengawal pembicaraan mereka.
"Why not,kak arsen adalah kakak ayya,jadi sudah pasti thaya mendahulukan kakak." Jawab thaya memberikan sedikit senyuman yang mampu membuat orang lain terpesona dengan senyuman nya tapi tidak sekarang,itu sangat menghancurkan hatinya,thaya memang tersenyum untuknya tapi ucapan thaya sudah diartikan kalau gadis itu hanya akan menganggap dirinya sebagai kakak saja,jadi apa yang patut dia senangi melihat senyuman itu.
Tak jauh berbeda dengan arsen, daren yang tadi sudah pindah pergi ke tepi tempat orang berdansa hanya mampu melihat senyuman thaya yang dia kira thaya sudah memaafkan arsen dan kemungkinan kembali ke arsen.
Sampai seorang wanita seksi datang mendekati nya menawarkan berdansa bersama membuat daren mengalihkan pandangannya sebentar.
"Apakah anda ingin berdansa bersama tuan daren." Pinta wanita itu,sebenarnya bukan hanya wanita itu,banyak yang datang kepadanya menawarkan hal yang sama taoi tidak seperti wanita ini yang menarik paksa tangannya dan membuat dia terpaksa berdansa dengan dia.
"Kenalkan tuan nama saya nessa." Ucapnya memperkenalkan diri sendiri tanpa ditanya daren yang menganggap cuek dengan keberadaan nessa.
Daren tak pernah fokus ke nessa yang dari tadi berbicara padanya,dia terus melihat kearah tangan arsen yang berada dipinggang athaya,sama seperti nessa saat ini yang melingkar kan tangan nya dileher nya, mthaya pun begitu bedanya tangan thaya berada dileher arsen.
Tubuh daren terasa panas melihat pemandangan itu dia pun menghentikan dansanya bersama nessa dan meninggalkan sendiri wanita itu sendirian disana,sebenarnya thaya juga sedikit-sedikit melirik daren daritadi bersama nessa,dia juga merasa cemburu tqoi dia hanya ingin membalas ucapan daren tadi yang mengatakan dirinya hanya teman,taoi saat melihat daren pergi athaya oun menghentikan dansanya bersama arsen yang membuat arsen kebingungan.
__ADS_1
"Ada apa?"
"Tidak,ayya hanya merasa lelah,thaya ingin keluar dulu sebentar." Ucap thaya dan langsung pergi ingin menyusul daren.arsen hanya bisa melihat kepergian thaya dengan diam, dia tak ingin lagi terlalu mengekang thaya,dia sudah bersyukur thaya telah memaafkannya tanpa bisa seperti dulu mungkin lebih tepatnya dia sekarang benar-benar akan dianggap thaya sebagai kakaknya,arsen tetap menerima setidaknya mereka tetap bersama,untuk urusan perasaan dia hanya bisa menyerahkan kepada waktu,jika kesempatan untuk kembali itu ada dia akan bersama thaya lagi tapi jika tak memungkinkan dia pun harus mengubur perasaan nya dan tetap menjadi kakak yang baik untuk athaya.