MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
20


__ADS_3

Keesokan paginya,eva masih di dalam apartement nya sedang duduk dicermin hiasnya untuk menutupi tanda pernah ada kehidupan dilehernya,dia tak akan membiarkan salwa dan orang lain melihat tanda itu.


"Gila ni anak,banyak banget dia ngasi tanda." ucapnya sambil mengoleskan foundation dilehernya.


tok tok tok...


"Aduh...pasti nek lampir." gumamnya lagi dan mempercepat gerakan tangannya untuk meratakan foundation itu,lalu dia pergi ke depan untuk membukakan pintu apartemen nya.


Klak


"Lama banget,lu ngapain aja?" tanya salwa kesal karna dari tadi dia menekan bel eva yang sudah di ganti pasword nya.


"Habis boker." jawab asal eva,lalu mereka keluar bersama dari apartemen mereka untuk ke kantor.


"Jadi bagaimana?" tanya salwa memecahkan keheningan mereka di mobil.


"Apaan?" Sewot eva,dia sebenarnya tau kalau sahabatnya itu bertanya tentang tadi malam,cuman mau mengelak saja.


"ck...yang mana lagi,ceritain." pintanya pula,dia tau kalau eva menghindari pertanyaannya itu.

__ADS_1


"Ya begitu." jawab eva malas meneranginya,padahal salwa bisa tau sendiri apa yang terjadi malam tadi.


"Ya jelasin dong." sewot salwa kesal karena eva tidak mau cerita dengannya,padahal dari malam tadi dia sudah tidak sabar ingin mendengar cerita sahabat nya itu,maklum...dia sama saja dengan eva belum pernah merasakan seperti itu.


"Haisss...aku malu." jawab eva dan membuang wajahnya ke jendela karna tak mau kalau salwa melihat wajahnya yang memerah karna mengingat kejadian malam tadi.


Pffttt...


"Emang lu punya malu" ucap salwa sambil menahan tawa,tapi tak bisa saat dia melihat wajah kesal sahabatnya itu karna menertawakan nya,apa lagi seperti nya eva memang sedang malu karna wajahnya saat ini memerah.


"wahhh pasti serangan gerry mantap ya sampai membuat lu malu kayak gini." salwa merasa takjub saat melihat wajah orang yang tak pernah dia lihat malu kini merah seperti kepiting rebus.


"Ah udah,jangan ngejekin aku terus,mending lu fokus dengan jalan." ucap eva kesal,sedangkan salwa terus menertawakan nya.


"Dasar gila." maki eva lalu keluar dari mobilnya dan membanting kuat pintu itu.


Brakk...


"Astaga,udah dapat servis masih juga tensi." salwa mengelus dadanya karna terkejut eva membanting pintu dengan kuat,sedangkan dia masih didalam mobil untuk memarkirkan nya.

__ADS_1


Hari ini gerry tidak ke perusahaan karna jadwal pemotretan nya telah selesai dan gajinya juga sudah dikirim ke rekening nya.


Dia saat ini tengah membujuk mamanya untuk dibawa kerumah sakit,karna dua hari ini mamanya keluar darah dari hidungnya dan gerry baru pagi ini tau karna mamanya hanya berdiam saja,seandainya dia tidak melihat darah didekat hidung mamanya,pasti mamanya tidak akan memberitahu dia kalau dua hari ini dia sering keluar darah dari hidungnya.


"tapi nak,kita kan gak punya uang." ucap mamanya lemah,karna dua hari ini dia merasa tubuhnya semakin melemah.


"mama tenang aja,gerry ada sedikit uang untuk membiayai rumah sakit mama,dan gerry juga masih bekerja,jadi mama jangan pikirin lagi soal biayanya." ucap gerry menenangkan mamanya,akhirnya mamanya oun mau dibawa kerumah sakit,dan pagi ini pun mereka berangkat,gerry menghubungi jhon dulu untuk meminta bantuannya untuk membawa mamanya menggunakan mobil.


Saat diperjalanan menuju rumah sakit,mama gerry tiba-tiba merasa kepalanya berdenyut dan pandangannya merasa kabur,gerry sangat mengkhawatirkan mamanya itu dan meminta jhon untuk mempercepat mobilnya,tapi disaat mereka sudah hampir sampai,mama gerry pingsan dan mengeluarkan banyak darah dari hidungnya,gerry dan teman-temannya pun tambah khawatir,dan setelah sampai didepan rumah sakit gerry buru-buru minta diberhentikan dan menggendong mamanya untuk masuk ke dalam dulu,sedangkan jhon kini memarkirkan mobilnya dulu dan menyusul gerry dan iban.


Dokter pun berlari membawa brangkar setelah mendengar gerry berteriak kepanikan sambil menggendong mamanya,lalu mereka membawa mama gerry kedalam ruangan ICU.


"gimana ger?" tanya jhon yang baru tiba dari memarkirkan mobilnya.


"mama lagi ditangani dokter." jawabnya dengan raut wajah yang tampak khawatir,dia terus berdoa untuk mamanya,karna dia tidak memiliki siapa-siapa lagi selain mamanya itu.


"Lu tenang ya ger,tante pasti akan sembuh." ucap iban yang membuat jhon langsung memandang kearahnya.


"Ada apa?" tanya iban.

__ADS_1


"Enggak,aneh aja kalau lu ngomong gitu."


Wuy... Sajen... Sajen mana sajen


__ADS_2