
"Gerry." batin eva terkejut tapi dia langsung menguasai ekspresinya jangan sampai gerry tau kalau dia terkejut.
Eva pun hanya pura-pura diam saja dan seakan cuek kedatangan gerry,padahal dalam hatinya dia merasa deg-degan melihat kalau cowok yang akan jadi sugar baby nya ada disana.
dia hanya tak mau kalau gerry mengetahui suaranya karna jika bertemu nanti dia tak mau kalau gerry bakalan mengenalinya,makanya dia ingin bertemu diruangan gelap saja dan gerry hanya bisa mendengar suaranya tanpa melihat wajahnya.
"Buk eva." sapa gerry basa basi tapi eva hanya menganggukkan kepalanya dan mengintai dimana teman laknatnya itu.
"Sialan kau sal,lu pasti sengaja bawa ni anak kesini." batinnya kesal dengan salwa karna dia pikir salwa sengaja mengerjainya, lalu dia pun mengode ke gerry untuk menyuruhnya duduk,untung saja gerry paham maksudnya dan lalu duduk didepan eva,dan eva hanya diam dan masih mengintai dimana salwa.
Gerry pun memulai makan saat melihat eva menyuapkan makanannya ke mulutnya,tapi tak lama mereka duduk berdua tiba-tiba meja mereka digebrak seseorang dan itu membuat gerry dan eva kaget.
Brak...
"Jadi ini alasan lu mau mutusin aku karna udah dapat tante-tante,aku kira memang marah dengan aku ternyata malah kamu yang selingkuh dengan tante-tante ini." hardik ema saat melihat gerry dan eva makan bersama,sedangkan eva membulatkan matanya.
"Tante!!?dia bilang aku tante?" batin eva,dia masih mengontrol emosinya untuk tidak berbicara dekat gerry,kalau saja gerry tidak ada disana sudah dia maki cewek yang mengatainya dengan tante-tante.
"Lu apa-apaan sih ma,jangan sembarangan nuduh ya." bela gerry,seperti nya ema tidak tau siapa eva itu,dan lagian mana juga ivan,mengapa ema hanya sendirian,kalau ivan juga ada disana pasti ema gak sembarangan menuduh orang.
"Nuduh apaan,ini buktinya kamu makan bareng same tante-tante." ucap ema lagi,eva pun semakin kesal dan semua orang memandang kearah mereka terutama kepada ema,mereka berfikir siapa ema ini berani sekali mengatai pemilik perusahaan ini didepan orang ramai.
"buk,ger...ada apa ini?" tanya salwa saat tiba disana,dia tadi dari toilet dan saat keluar dia melihat ramai dikursi yang diduduki eva tadi.
__ADS_1
Eva hanya memutar matanya mendengar pertanyaan sahabatnya itu."huh ini semua gara-gara lu sal,pake tanya lagi."batinnya,dia pun ingin pergi dari sana karna malas meladeni bocah ingusan itu,tapi saat ingin beranjak tiba-tiba ema menarik tangannya dan...
Plak...
Semua mata melotot melihat itu,apa lagi gerry dan ivan,ivan pun langsung mendekati ema dan ingin menyuruhnya untuk meminta maaf ke eva.
"Lu apa-apaan sih ma,minta maaf."bisik ivan dan suara menekan,gerry hanya melihat datar ke ema dan ivan yang saling berbisik di depannya.
" Memang dia siapa maka aku harus minta maaf?"eva pun ikut membisikan ke ivan.
"dia... " belum sempat ivan melanjutkan kata-katanya dia pun kembali melebarkan matanya.
Plak plak plak...
"Kauu..." Geram ema dan ingin membalas tapi sekali lagi dia dapat tamparan dari salwa,gerry hanya diam saja melihat itu karna ema pantas mendapatkan nya.
Plak...
"Bawa dia pergi." ucap salwa saat melihat security baru datang kesana.
"Heh...lepasin,urusan kita belum selesai ya,he gerry...kau kenapa diam saja aku ditampar oleh selingkuhanmu itu,dasar brengsek... "teriak ema saat ditarik security itu untuk dibawa keluar,sedangkan ivan merasa malu dengan kelakuan ema karna orang tau kalau dia yang membawa ema kesana,lalu dia pun menyusul ema keluar dan akan mengantarkan nya pulang,bagaimana pun rencana dia mendekati ema sedikit lagi tercapai.
Orang disana pun kembali duduk dan terkadang melihat ke bos mereka itu yang duduk kembali dengan salwa dan seorang cowok.
__ADS_1
"Ibuk gak papakan buk,coba saya lihat tangannya buk" tanya salwa khawatir,ya walapun kadang mereka sering saling mengatai tapi mereka tetap saja saling peduli jika diantara mereka merasa sakit atau apapun.
Eva hanya menggelengkan kepalanya,tapi salwa tidak mempercayainya lalu dia menarik tangan eva dan dia melihat telapak tangan wanita itu sudah memerah.
"Ya ampun buk,pasti wajah tu anak sakit banget." ucap salwa,eva langsung melirik tajam ke salwa.
"Bukannya mengkhawatirkan aku malah mengkhawatirkan wajah tu bocah." batin eva,dan gerry tiba-tiba langsung berdiri dan berlari kearah dapur kantin,eva dan salwa saling pandang."apa yang ingin dilakukan anak itu?"batin mereka seperti bisa membaca pikiran masing-masing.
tak lama gerry oun kembali lagi kesana dan membawakan kain yang berisi batu es ditangannya.
"Sini buk tangannya saya kompres." ucap gerry langsung menarik tangan eva dari salwa,salwa dan eva terkejut melihat keberanian gerry mengambil tangan nona besar diperusahaan itu tanpa permisi.
"Maafkan saya buk,ini semua gara-gara saya, ema mengira aku selingkuh dengan ibuk,padahal baru tadi aku memutuskannya karna dia selingkuh dengan ivan." tiba-tiba gerry curhat dengan eva,dan salwa juga mendengarinya,mereka memutuskan untuk mendengarkan cerita cowok itu tentang mantannya,ya sekalian ingin tau tentang gerry juga,lalu eva mengode ke salwa untuk bertanya dengan gerry tentang dirinya dan pacarnya tadi, salwa pun mengertj dari kodean eva dan langsung bertanya ke gerry.
"Lu kenapa mutusin dia,apa karna perjanjian lu itu?" tanya salwa,gerry terkaget dan langsung memandang ke eva bukannya ke salwa.
"Aku yang nanya gerrr...." Ucap kesal salwa.
"Iya aku tau kok ibuk yang nannya,tapi kenapa ibuk nanya depan buk eva,nanti buk eva tau." bisik gerry,dan salwa baru ingat kalau gerry tak tau kalau wanita yang mau menjadikannya sugar baby itu adalah eva.
"Oh sorry."ucap salwa pelan,eva yang melihat mereka saling berbisik pun membuang nafasnya dengan panjang.
" Aku yang ingin tau jadi tambah tak tau jadinya."batinnya,lalu dia pun berdiri dan ingin pergi dari sana.
__ADS_1
"Mau kemana buk?" tanya salwa,eva hanya menunjuk menggunakan kepalanya.