MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
85


__ADS_3

Ternyata setelah kepergian Athaya dan daren tadi membuat arsen mengikuti mobil iti sampai sekarang saat ini dia melihat dengan jelas thaya dan daren saling berpelukan.


"Jadi ini alasan kamu tidak ingin kakak bertanggung jawab." Gumam arsen dan langsung pergi meninggalkan tempat itu menuju basecamp nya.


"Atur malam ini." Ucap arsen saat baru tiba disana,disana sudah ada ketiga temannya yang tadi di suruh arsen menunggu nya disana.


"Apa lo serius,lo lagi dalam keadaan marah ar...kita gak mau lo kenapa-napa." Ucap andi dan diangguki jimmy dan teo.


"Lo meragukan gue?" Tatap tajam arsen ke andi membuat pemuda itu meneguk sulit liurnya.


"Bukan begitu ta....


" Siapkan saja."potong nya dan langsung masuk kekamar nya yang ada disana,jimmy dan teo hanya mengedikkan bahu sambil mamajukan bibir bawahnya.


Ting tong...


Bel thaya berbunyi membuat gadis itu mengernyit kan dahinya karna dia tidak ada pesan apa-apa atau pun janjian sama siapa pun,tapi dia tetap berdiri dari tempat duduknya yang tadi tengah duduk santai nonton tv,dia sudah malas memikirkan kejadian yang dia alami kemarin karna tetap saja tidak akan mengembalikan miliknya malah membuat dia terus terpuruk,dia tak ingin kejadian itu membuat dia hancur,dia harus bangkit walau luka besar itu bisa saja mengeluarkan darah lagi.


Klak...


Thaya menatap datar ke tamu yang datang ke apartemen nya."sayang."ucap wanita itu dan langsung memeluk thaya,thaya pun membalas pelukan itu,dia harus berdamai dengan keadaan ini,karna bagaimana pun ini bukan kesalahan mommy ana.


"Masuk mom,dad." Anaknya ke ana dan gerry,pria itu terus menatap thaya dengan perasaan bersalah.


"Maafin daddy nak...daddy terlalu keras kepada kalian,semua itu salah daddy,maafkan daddy mu ini nak..." Gerry langsung to the point dia tidak bisa terus menutupi rasa bersalah nya.


"No dad...ini sudah takdir,tidak apa-apa...thaya tidak menyalahkan daddy." Sendu thaya,dia yang tadi merasa tak enak kini kembali menangis lagi.


"Tidak sayang,ini memang kesalahan kita dan itu membuat arsen memperlakukan kamu seperti itu,jangan membenci nya sayang karna dia hanya ingin kamu tetap miliknya taoi kami yang membuat dia jadi bersikap seperti itu,ini kesalahan kami nak." Mereka bertiga sudah menangis disana,gerry tidak memperdulikan lagi jenisnya,dia sekarang merasa sangat sedih dan marah pada dirinya sendiri,karna cemburu nya membuat anaknya dan thaya menjadi begini.


"Kami akan bertanggung jawab,kami akan menikahkan kalian secepatnya dan kalian masih tetap bisa bersekolah." Putus gerry sudah bulat,dia harus buang jauh-jauh perasaan egoisnya.


"No dad...athaya tidak mau." Ucap thaya pelan sambil menunduk,ana dan gerry mendengar itu merasa terkejut dengan penuturan thaya.


"Kenapa sayang,bukankah kalian saling mencintai?" Tanya ana cemas,dia sudah tak bisa berfikir apa-apa kenapa thaya menolaknya padahal dulu mereka saling mencintai.


"Thaya tidak memiliki perasaan itu lagi." Ucap thaya menatap mata ana yang sudah berair.


"Tapi mommy tenang saja,kami masih jadi seperti yang dulu dan thaya akan menganggap kak arsen seperti kakak thaya seperti dulu lagi.


" Bagaimana bisa nak,arsen sudah mengambil sesuatu yang berharga milikmu,biarkan dia bertanggung jawab tas kesalahan nya."ana mencoba meyakinkan thaya supaya menerima arsen kembali.


"Maaf mom." Thaya hanya bisa tertunduk karna tak sanggup lagi menatap mata wanita yang sudah di anggapnya mommy sendiri.


Ana hanya bisa menghela nafasnya perlahan,ada beban didadanya yang belum bisa dia singkirkan,tapi apa boleh buat,dia tak ingin memaksakan kehendak mereka lagi,mereka tak mau membuat gadis itu bertambah sedih dengan menyatukan dengan orang yang telah merusak dirinya,akhirnya mereka pun permisi untuk pulang.


"Hahhhhh.... " Thaya menutup matanya menggunkan punggung tangannya dan berbaring diranjang miliknya,ranjang yang pernah dia tiduri dengan arsen.

__ADS_1


"Maafkan thaya mom...dad." Gumamnya,tak terasa air matanya meleleh dibalik tangannya.


Terdengar reff lagu "HAPPIER"memecahkan keheningan kamar itu,thaya pun mengambil ponselnya diatas nakas dan mengangkat panggilan tersebut setelah melihat nama yang menghubungi nya.


" Ya daddy."


".... "


"Kenapa mendadak?"


"...."


"Hm... Baiklah." thaya pun mematikan panggilan itu setelah tadi daddy nya meminta dia menemani malam ini untuk pergi ke pesta rekan bisnis daddy nya,padahal tadi daren juga mengajaknya tapi dia tolak karna merasa lelah,tapi sekarang dia terpaksa pergi karna daddy nya yang meminta.


"Huhhhh...apa yang akan gue gunain ya." Gumamnya sambil memilih pakaian di lemari nya dan matanya langsung tertuju ke dress berwarna peach yang sangat manis menurut nya,dia pun mengambil dress itu lalu memilih sepatu apa yang dia gunakan untuk melengkapi penampilan nya,dan dia kini memiliki heels dengan warna senada dengan dressnya,setelah selesai memilih thaya memutuskan untuk berendam dahulu sebelum bertempur dengan make up nya.


Sambil berendam thaya menscrool ponselnya untuk melihat instagram miliknya,dia baru sadar jika kini ig nya banyak orang yang mengikuti nya,dan salah satu disana ada nama daren,Athaya pun membuka laman daren,tak banyak yang ada disana yang di upload daten tali ada satu gambar yang membuat Athaya menghentikan jarinya.


*pictures*


(Its mine)


Tulisan yang dibuat daren dibawah gambar tangan seorang yang sedang diinfus,thaya terdiam,dia tidak tau harus berbuat apa,sedangkan orang yang menulis itu kini tengah sibuk dikantornya.


"Bima tolong bereskan ini semua,saya akan pulang sekarang untuk istirahat." Daren membunyikan jarinya yang merasa lelah akibat menatap layar dan mengerjakan pekerjaan nya di laptop.


Bima yang dipanggil kini tengah membereskan meja bosnya,"apa lo akan langsung pulang sekarang?"tanya bima memastikan ucapan daren.


Bima dan daren adalah sahabat an tapi karna masih didalam perusahaan terkadang mereka seperti bos dan asisten karna mereka harus profesional dalam bekerja.


"Gue rasa sudah mengucapkannya dengan jelas."


"Hm...memang jelas tapi kurang meyakinkan." Balas Bima, sedangkan daren masih menunggu Bima di sofa miliknya, daren hanya diam dia tau kalau Bima sekarang sedang menggodanya,lebih tepat nya saya dia menceritakan tentang athaya padanya.


Setelah selesai mereka pun keluar dari sana dan pergi ke mobil masing-masing,pas di persimpangan jalan mereka berpisah,padahal rumah daren satu arah dengan Bima tapi seperti yang diucapkan Bima jika ucapan daren tadi tidak meyakinkan.


Setelah sampai didepan apartemen thaya daren menekan bel gadis itu.


Ting tong.... Ting tong...


Lumayan lama daren menekan akhirnya pintu itu terbuka dan menampakkan hanya kepala thaya.


"Kakak." Ucap thaya kaget tapi masih hanya menyembulkan kepalanya."ada apa?"tanya nya heran daren tiba-tiba datang kesana tanpa memberitahukan dulu.


"Apa kakak tak boleh datang?" Tanya daren sambil memperhatikan gulungan handuk di rambut thaya,sepertinya gadis itu baru selesai mandi pikir nya.


"Ya udah kamu pakai baju dulu sana,kakak tunggu disini." Ucap daren membuat wajah athaya memerah lagi,sepertinya daren sangat suka membuatnya memerah seperti kepiting direbus,thaya pun cepat-cepat menutup pintu dan langsung mencari sembarang baju untuk dirinya,padahal tadi dia masih berendam tapi mendengar bel terus berbunyi membuatnya langsung berhenti.

__ADS_1


Cklek...


"Masuk kak." Ucap thaya sambil tertunduk,daren yang melihat itu merasa gemes dengan tingkah thaya,dia pun mengangkat wajah thaya supaya menatapnya.


Deg...


Wajah thaya tambah memerah saat mata mereka bertemu,Buku-buku dia menepis tangan daren,daren hanya tertawa melihat itu.


"Ahhh thaya,kamu sangat menggemaskan jika memerah seperti itu."batin daren,mereka pun masuk kedalam apartemen thaya.


" Kakak mau minum apa?"tanya thaya mencoba membuang groginya.


Sumpah... Karna pria ini yang membuat thaya bisa melupakan perbuatan arsen,daten benao membuat dia terus merasa salting tingkat tinggi yang hanya terus dia pendam.


"Air putih aja." Jawabnya,saat ini dia telah duduk disofa ruang tamu thaya,apartemen thaya termasuk luas dari pada kamar apartemen lain karna bagaimana oun dia adalah pemilik apartemen ini jadi daddy nya meminta untuk mengkhususkan untuk thaya.


"Ini kak." Thaya meletakkan kopi diatas meja dan duduk disamping daren.


"Kamu tau betul minuman yang cocok pas habis kerja." Kata daren sambil mengangkat kopi pemberian thaya."ehmm... Enak,apa kamu sering membuatkan orang lain."


"No...only daddy."


"Really...termasuk arsen?" Ucap daren hati-hati tak ingin membuat thaya tersinggung.


"Tidak... Kak arsen tidak bisa minum kopi,dia menyukai susu coklat."ada rasa berat didada daren mendengar ucapan thaya yang mengetahui kesukaan arsen.


" Oh."hanya itu,hanya itu yang keluar dari mulut daren,athaya yang tadi juga meminum kopi tapi pakai es menatap daren dengan alis bertaut.


"Kenapa?"


"Apanya?" Daren malah balik bertanya padahal dia tau kalau thaya bertanya kenapa,thaya melirik daren penuh selidik.


"Kakak cemburu?" tanya thaya membuat daren melebarkan matanya lalu langsung membuang wajahnya kesamping.


"Really?? " Thaya ingin tertawa tapi dia menahannya,dia pun menarik wajah daren untuk menatapnya,daren yang diperlakukan thaua seperti itu membuat dada nya berdetak kencang.


"Astaga...malu ren dengan umur,depan lo ini cuman bocah kenapa lo deg-degan."batin daren merutuki sikap nya,daren menatap dalam kemata athaya dan tak sadar kini dia menatao ke bibir pink yang menciumnya tadi sian,kini dia mendekati wajah gadis itu,tapi saat hampir kena thaya berbicara pada nya." Malam ini thaya pergi ke pesta itu."daren yang tadi memandang bibir thaya langsung terhenti.


"Ha...?" Daren malah cengok mendengar ucapan thaya membuat gadis itu tertawa ngakak sambil memegang perutnya,dia tau kalau daren ingin menciumnya tapi dia nya grogi jadi ngomong asalan membuat daren menghentikan gerakannya.


"Iya ntar malam thaya akan pergi ke pesta yang kakak ajak tadi,tapi thaya pergi dengan daddy." Daren yang sempat cengo tadi lantas menatap athaya dengan tajam.


Glek...


"Mampus gue."batinnya melihat mata tajam daren.


" Kamu senang ya main-main sama kakak."suara daren terdengar mengerikan ditelinga thaya,thaya memundurkan tubuhnya untuk menjauh dari daren dan siap-sial untuk lari.

__ADS_1


Aaaaaaaaaaaa."teriak thaya saat dikejar daren,


Mereka tampak berlari berkejaran dalam apartemen thaya sampai daren dapat menangkap thaya dan memeluk gadis itu,terus menggelitikkan tubuh thaya.


__ADS_2