MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
22


__ADS_3

Sudah separah itu?" tanya salwa lagi,karna waktu dia menyelidiki mama gerry,mamanya masih stadium 1 dan masih bisa di obati di dalam negri saja.


"Hm...iya kak,mamanya sudah stadium 3."


Trang...


Suara sendok yang jatuh ke piring dan membuat mereka disana langsung melihat kearah suara itu.


"Kakak tidak apa-apa?" tanya jhon ke eva,sedangkan eva masih tak bergeming.


Dia seperti merasakan apa yang gerry rasakan sekarang."apa yang sedang aku lakuin,kenapa...kenapa aku merasa khawatir dengannya."batin eva masih terdiam ditempatnya tanpa menjawab pertanyaan jhon.


"Aku pulang dulu ke kantor." ucapnya dan langsung berdiri,salwa yang mengerti dengan keadaan temannya itu pun langsung berlari ke kasir dan membayar makanan mereka,sedangkan jhon dan iban merasa aneh dengan kelakuan eva.


"Kenapa reaksi kak eva seperti itu saat kami ngomongin gerry ya,apa dia mengenal gerry?" batin jhon merasa curiga dengan reaksi eva.


"Wah sepertinya ada yang tidak beres dengan kek eva dengan gerry ni." ucap iban yang merasa aneh dengan reaksi eva tadi,jhon pun melirik ke jhon minta penjelasan.


"Lu merasakan juga?" tanya jhon,dan iban mengangguk.


"Menurut lu kenapa kak eva reaksi nya seperti itu?"

__ADS_1


"Aku rasa..." iban menggantung ucapannya dan membuat jhon kesal lalu memukul bahu iban.


"Rasa apa bege?"


"Aku rasa gerry mempunyai hutang dengan kak eva jadi jak eva serba salah kalau mau menagih dengan gerry yang lagi kesusahan."jhon langsung membuang nafasnya dengan kasar.


" Udah lah,aku malas ngomong sama lu."jhon pun bangkit dari kursinya dan pergi ke arah kasir dan membayar makanannya lalu mengambil makanan yang dia minta bungkus kan untuk gerry.


"Ayok." ajak jhon ke iban.


"Eh memang seperti itukan,menurut lu kenapa dia bersikap aneh kayak gitu?" tanya iban tak Terima jhon mengacuhkannya.


"Tauk...gelap." sarkas jhon


"berisik lu toa mesjid,udah ah." kesal jhon dan mereka sekarang telah sampai keruangan mama gerry.


"Ger...ni makanan buat lu,makan dulu." tawar jhon dan memberikan makanan yang ditangannya ke gerry.


"Makasih ya." ucap gerry mengambil makanan itu dan meletakkannya di meja disana.


"Makan sekarang ger,bentar dingin gak enak." kata iban yang melihat gerry hanya meletakkan makanannya tanpa menyentuhnya sedikit pun.

__ADS_1


"entar aja,aku masih kenyang." jawabnya kembali melihat mamanya yang masih tertidur.


"Sebaiknya lu makan ger,kalau lu gak makan ntar lu sakit,lalu siapa yang jagain mama lu kalau lu sakit,kalau lu mau tetap jagain mama lu setidaknya lu bisa jaga diri lu dulu." kata jhon berusaha untuk membujuk gerry makan.


Gerry pun menghela nafasnya dengan panjang,"ya udah...aku makan."akhirnya gerry pun dengan terpaksa makan karna benar juga apa yang dikatakan jhon kalau dia harus malan agar bisa jagain mamanya terus.


Sedangkan di sebuah perusahaan,eva yang kini baru sampai disana melangkahkan kakinya untuk masuk keruangannya yang diikuti oleh asisten yang selalu setia dimana pun berada,salwa.Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat masuk kedalam ruangannyaruangannya karna dia melihat seseorang yang sama sekali dia tidak ingin lihat.


"Ngapain dia disini?"tanyanya pelan ke salwa tapi memandang datar orang yang ada di ruangannya itu.


" Sayang!!!"panggil orang itu lalu mendekati dirinya ke eva dan ingin memeluknya.


"Stop...berani melangkah lagi aku bakal batalin tunangan kita." ancam eva,tapi sepertinya pria itu tak ambil peduli dengan ucapan ulang dikatakan eva.


"akhirnya kita ketemu sayang,susah sekali aku ingin menemuimu." ucap pria itu dipelykan eva,eva hanya memejamkan matanya tanpa membalas pelukan itu,jika ini satu tahun yang lalu,mungkin dia akan merasa perempuan yang paling bahagia dipeluk dengan calon tunangannya,tapi semenjak kejadian dulu dia seakan mati rasa dengan pria yang ada didepannya ini.


"Tapi aku tak ingin ketemu kamu." ucap eva dengan memasang wajah datarnya karna muak dengan makhluk astral ini.


Uno pun merenggangkan pelukannya dan memegang kedua bahu eva.


"buk...saya permisi dulu." ucap salwa ingin pamit dari sana karna dia tidak mau masuk masalah pribadi orang,eva hanya mengangguk lalu dia melepaskan kedua tangan uno dengan kasar.

__ADS_1


"Ck ngapain kamu kesini?" ketus eva dan melangkahkan kakinya ke kursi kebesaran nya,sedangkan uno mengikutinya dari belakang lalu menarik tangan eva sebelum sempat duduk di kursi nya dan membawanya ke sofa yang ada diruangannya itu.


"Aku merindukanmu." ucap uno pelan di leher eva yang kini berada dalam pangkuannya,eva berusaha memberontak tapi uno memeluknya dengan erat."sebaiknya kamu jangan terlalu bergerak kalau tidak aku tak tau apa yang terjadi denganmu nanti."ucap uno dengan dingin ke eva,sebenarnya dia mencintai wanita ini,tapi karna eva yang dulu selalu sibuk dan mementingkan pekerjaannya,makanya dia sempat berfikir untuk membuat eva cemburu saat dia berada di apartemen sahabatnya tapi dia tak tau kalau waktu itu ternyata maya menyukai dirinya dan dia juga yang telah memasukkan benda haram ke minumannya dan maka terjadilah yang membuat eva salah faham dan memutuskan dirinya,tentu saja uno menolaknya karna dia tidak bermaksud begitu bahkan dia hari itu sangat marah kepada maya,dan dia cepat-cepat ke rumah eva untuk memberitahukan kepada orang tuanya untuk segera bertunangan dengannya.


__ADS_2