
Flashback on
"Siapa kamu?!!" teriak wanita yang dibawa uno ke hotel dan menemukannya sudah tak mengenakan apa-apa dan disebelah nya masih ada uno yang masih tertidur memeluknya.
Uno berjingkrak kaget karna wnait itu teriak ditelinga nya karna kaget,dan tentu saja uno merasa kaget juga dengar teriakan itu.
"Apa yang sudah kamu lakukan brengsekkkk!!?" Teriak wanita itu lagi dengan sudah menangis karna melihat keadaan nya yang sudah dapat dia pastikan mereka telah melakukan perbuatan itu.
"Apa yang ku lakukan,itu juga keinginanmu." ucap uno berpura-pura kalau wanita itu juga menginginkannya padahal itu memang rencananya.
Ting...pintu kamar itu terbuka dan menampakkan wanita yang memang sudah di tunggu uno,wanita itu awalnya sedikit terkejut tapi seperti yang di duga uno kalau eva akan biasa-biasa saja melihat dia bersama dengan wanita lain.
"Aku akan mengurus surat-suratnya." ucapnya lalu meninggalkan uno yang masih melihat kearah nya dan wanita bersama uno masih belum mengerti dengan keadaan barusan.
"Siapa dia?" tanya wanita itu disela tangisnya.
"Istri ku." jawab uno lalu beranjak dari ranjang tanpa mengenakan apa-apa membuat wanita tadi berteriak kembali karna melihat hidung Squidward berjuntaian.
Aaaaaaaaa...
Dia teriak dan langsung menutup matanya dengan selimut sedangkan uno hanya mengangkat satu alis nya melihat reaksi wanita itu.
__ADS_1
"Bukankah malam tadi sudah merasakannya,apa perlu kau berteriak seperti itu?" tanyanya karna menurut dia wanita itu berlebihan,padahal malam tadi rencana ingin meniduri wanita itu malahan wanita itu yang sangat liar dengannya,sempat dia berfikir aoa sudah salah memilih wanita yang ingin dia hamili,karna wanita itu menurutnya sangat bar-bar.
"Hei...malam tadi aku gak sadar ya,dan lagian pasti kamu sengaja kan memperkosa aku?" kesal wanita itu dan membuka selimut yang menutupi wajahnya tadi,tapi dia tak sadar kalau menurunkannya terlalu jauh,sebab membuat uno menelan salivanya dan mengingat kejadian malam tadi saat melihat pepaya besar bergantung didepannya,dia pun berpaling dari wanita itu dan langsung masuk ke kamar mandi.
"Apa-apaan dia langsung meninggalkan saja setelah ngatain aku."ucap wanita itu dan ingin membuka selimut untuk mencari pakaian nya yang sudah entah kemana letaknya,tapi dia di kejutkan saat selimut yang dia pakai tadi ternyata memperlihatkan pepaya nya dan dia baru sadar kenapa uno langsung meninggalkan nya ke kamar mandi,wajah wanita itu langsung memerah menahan malu yang luar biasa.
Dia berhenti menangis karna menurutnya menyesal pun sudah tak berguna,lagian dia juga sudah sempat memikirkan kalau dia mabuk kemungkinan kejadian seperti ini akan terjadi,dia hanya perlu kembali dan meminum obat agar dia tidak hamil anak uno.
Saat dia ingin keluar setelah memakai pakaian,uno keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Karen...wanita yang ditipu uno.
"Mau kemana kamu?" suara uno mengebas di telinga karen tapi dia merasa itu sangat seksi dan membuat telinga nya gatal ingin mendengar suara nya lagi.
"Ya pergilah ngapain aku disini sama penjahat kelamin." Ucapnya ingin marah-marah sambil memutarkan tubuhnya untuk melihat kearah orang yang bertanya tadi.
Glek...
__ADS_1
"Wats sahhh...aku butuh sarapan roti." batin karen melihat beberapa roti dekat dengan uno,dia pun perlahan mendekati uno sambil masih melihat roti sobek milik uno yang dia hitung ada delapan.
Karen tak sadar saat dia memegang roti itu dan mengelusnya membuat uno memejamkan matanya merasakan sentuhan tangan karen.
"Apa yang kau lakukan nona?" tanya uno sambil menahan sesuatu agar tidak menerkam wanita ini lagi.
"Apa aku boleh memakannya,aku belum sarapan." ucap karen gamblang ditelinga uno,tapi sejurus kemudian uno menarik satu sudut bibirnya seperti sebuah seringai yang menandakan dia punya ide liciknya.
"Kau ingin sarapan roti ini?" tanya nya dan langsung dapat anggukan dari karen yang menatap matanya dan saat itu baru karen sadar kalau dia sudah buat kesalahan dan ingin lari dari sana,tapi sudah terlambat...uno sudah mencekal tangannya dan meletakkannya kembali di atas roti sobek yang membuat karen mengeluarkan liurnya.
"Bukankah kau menginginkannya,aku akan memberikannya bahkan aku akan memberikan dengan bentuk yang lain." ucap uno dengan masih seringai menghiasi bibirnya.
Karen merasa dirinya dalam bahaya,dia kesusahan menelan ludahnya sendiri mendengar ucapan uno.
"Bentuk yang seperti apa?" tanya nya takut-takut,uno pun langsung membuka handuknya dak memperlihatkan Roti baguette.
Mata karen langsung membesar melihat roti yang dimaksud pria yang ada didepannya itu dan dia pun langsung berteriak.
"Aaaaaaaaaa...hidung Squidward!!!"
giftnya uyyyy...
__ADS_1