
Biasakan untuk like komen dan ulasannya karna sangat penting untuk saya😉
Happy reading
"Kamu cantik banget sayang." Puji daren saat menjemput pujaan hatinya di apartemen dan thaya sudah bersiap menunggu kedatangannya.
Dengan menggunakan dress hitam sangat cocok disandingkan dengan jas hitam yang digunakan daren malam ini.
Malam ini mereka akan malam bersama keluarga daren yang telah menunggu mereka di restoran mewah,sedangkan untuk uno dia telah kembali ke Inggris dan dia minta maaf kepada keluarga daren karena tak bisa memenuhi keinginan mereka untuk dinner bersama.
"Terima kasih kak,kakak juga cakep banget." Balas thaya dengan memberikan senyuman ke daren,dia tak ingin daren mengetahui bagaimana perasaannya sekarang yang kalut,dia menyingkirkan pikiran yang mengganggu dia sekarang dan ingin konsisten dengan ujian nanti dan juga daren yang sekarang jadi pacarnya.
"Gimana latihan tadi?" Tanya daren sambil melirik sedikit lalu ke memandang kejalan lagi, saat ini mereka telah berada dimobil dan sudah berangkat untuk menuju ke restoran.
"Baik...tapi thaya tadi pulang duluan." Jawab thaya memandang ke wajah orang yang berada disamping nya itu dengan seksama.
"Kenapa...kamu sakit?" Khawatir daren mendadak cemas,"tuh kenapa lihatin kakak segitunya?"
"Emangnya kenapa,pacar sendiri kok." Thaya pura-pura cemberut dan memalingkan wajahnya membuat daren terkekeh gemes.
"Iya yang pacar nya nih." Tawa daren lalu mengambil tangan thaya dan diciumnya punggung tangan wanita itu.
"Jangan tinggalin kakak ya." Ucapnya membuat thaya langsung mengalihkan pandangan nya ke daren,pria itu tampak memandang sendu ke thaua dengan mengelus punggung tangannya menggunakan jempolnya membuat thaya sedikit merasa bersalah karna tadi siang sempat memikirkan arsen.
"Hm." Sambil mengangguk dan tersenyum lembut ke daren,dia ingin menenangkan pria itu yang sepertinya belum bisa mempercayai hati thaya.
Tak lama mobil mereka pun berhenti ditempat parkiran restoran yang tampak mewah itu."ayok"ajak daren memberikan tangannya lalu diapit oleh tangan thaya,mereka pun melangkah memasuki restoran itu.
"Lo kenapa cah?" Tanya livy yang saat ini melihat kelvin sedang termenung padahal orang disana lagi teriak-teriak melihat balapan didepan mereka.
Thaya dan kelvin tak sengaja bertemu,dan saat ini livy yang melihat kelvin tengah termenung sendirian.
"Ck...gue mau nanya sama lo bagian mana sih yang lo sebut gua kayak bocah,semuanya gede kok." Ucapnya abstrak membuat livy dan kedua temannya melotot.
"Apaan yang besar anjir?" Tanya angel pelan dan dijentik keningnya oleh luna.
__ADS_1
"Lo nambah nyebarin virus dikepala gue." Kata luna yang masih shock plus kesal.
"A aaa apa maksud lo?" Gugup livy memegang tengkuk lehernya merasa malu dengan pertanyaan kelvin yang membuat dia mikir yang aneh-aneh.
Kelvin menatap menelisik ke livy yang gelagatnya menjadi aneh."lo lagi gak mikir yang aneh-aneh kan?"
"YAAA...otak lo tu yang rusak.!!!" Kesal livy lalu pergi dari sana diikuti ange dan luna,mereka menuju kakaknya yang sepertinya malam ini akan berbalapan.
"Kak...gak usah ikutlah malam ni,entar kalau thaya tau dianya marah." Kata livy biar kakaknya membatalkan balapan malam ini,jujur dia merasa sedikit khawatir.
"Kenapa juga thaya marah,dia juga gak ada disini." Balasnya datar lalu menghidupkan mesin mobilnya untuk memanasi nya,malam ini peraturan nya pembalap harus membawa pasangan untuk ikut masuk kedalam mobil,karna arsen baru tau dia mengajak livy malam ini untuk ikut tapi tidak memberitahukan kalau dia sebenarnya juga ngajak livy jadi pasangan lombanya.
"Ayo naik." Suruh arsen
"Kemana?"tanya livy heran tapi belum mau masuk ke mobil kakaknya.
" Ya ikut balapan."
Livy melotot,sejak kapan dia berani ikut masuk kedalam mobil kakaknya kalau mau balapan,dia pun langsung menggeleng keras menolaknya.
"Nggak mau,livy takut." Tolak nya
"Ngapain kamu masuk kesini,keluar" Ucapnya dingin dan menatap tajam ke grace yang masuk kedalam mobilnya tanpa dia pinta.
"Biar grace aja ya yang jadi pasangan malam ini,lagian nggak ada juga lagi yang berani masuk kesini." Ucapnya lemah lembut berharap arsen mengizinkannya,karena suara pemandu nya sudah berbunyi arsen mau tak mau menerima nya,mereka pun mulai bersiap-siap.
1
2
3
Saat hitungan ketiga mobil mereka pun berpacu untuk merebuti posisi pertama,dan tampak arsen yang memimpin mobil-mobil itu,sebenarnya grace takut apalagi arsen membawa seperti orang kesurupan,dan saat di tikungan arsen melakukan drift yang membuat grace menggenggam erat pegangan diatas kepalanya.
***
__ADS_1
"Malam om,tante..." salim thaya menciumi punggung tangan orang tua daren,Tia yang melihat sikap thaya itu oun tersenyum menatap thaya.
"Duduk nak,kita makan dulu." Ucapnya mempersilahkan thaya untuk duduk lalu daren memundurkan kursi yang akan diduduki thaya.
"Makasih." Ucapnya tersenyum dan dibalas senyuman oleh daren,orang tua daren dapat melihat dengan jelas bagaimana lembut perlakuan daren kepada athaya,mereka pun memulai makan tanpa berbicara karna bagi thaya seperti nya keluarga daren sama seperti keluarga nya yang di Inggris jika makan tidak boleh berbicara,dan jelas dia tau tata krama seperti itu.
"Sepertinya kamu masih sekolah sayang." Ucap Tia lembut ke thaya karna dia melihat betapa mudanya masih thaya itu.
"Iya tan...thaya masih kelas satu SMA." Jawaban thaya membuat orang tua daren saling berpandangan lalu menatap ke daren,sedangkan daren hanya mengangguk.
Tia lalu tertawa kecil."ahahaha...apa kamu diancam daren nak untuk jadi pacar nya,padahal kamu pasti bisa dapati yang lebih ganteng dan muda dari pada dia."
"Ngomong apaan sih,mana ada daren maksa, dianya juga mau kok." Sungut daren,bisa-bisanya mamanya bilang seperti itu didepan thaya,papa daren hanya mendengarkan saja kadang juga tersenyum dengar pembicaraan ibu dan anak itu.
"Siapa yang bilang?" Elak thaya mengerjai daren,Tia pun kembali tertawa melihat wajah kusut anaknya yang di goda thaya.
"Kamu kok ngomong gitu sih."rajuk daren manja menggusalkan wajahnya ke bahu Athaya membuat orang tuanya memandang horor ke anaknya,thaua merasa tak enak dan sedikit malu.
" Kak...jangan gitu,tuh dilihatin orang tua kakak."ucap thaya pelan tapi tidak diperdulikan daren yang masih menggusalkan wajahnya dengan manja ke thaya,thaya hanya bisa tertawa gak enak ke orang tua daren.
"Daren." Panggil papanya membuat daren berhenti lalu mandang ke papa nya seakan bertanya kenapa.
"Kamu nggak cocok seperti itu,malu dengan umur." Lanjut papanya dengan raut wajah datar.
"Bwahahahha..." Tawa mama Tia meledak,sudah hilang wanita anggun yang dilihat Athaya tadi,"apakah mereka aslinya memang seperti ini."batin thaya melongo melihat mamanya daren.
"Mamaaa...." Kesal daren manyun yang tampak menggemaskan walau pun umurnya sudah bukan remaja lagi seperti thaya.
Tia pun menghentikan tawanya lalu mengontrol kembali sikapnya seperti awal."ehm...maaf ya sayang,tante hanya kaget melihat sikap daren yang tak pernah tante lihat seperti itu sebelumnya."jelas Tia lalu melanjutkan kembali ucapan nya."dia itu orang nya kaku,cuek dan diingin sama orang lain,makanya tante dan om jadi kaget melihat dia seperti itu sama kamu."
"Iya nggak papa kok tan,thaya pun juga baru kali ini melihat kak daren begitu." Jawab thaya.
"Bohong...kamu berbohong sayang,kakak udah sering kayak gitu di apartemen kamu."batin daren menatap ke thaya yang juga menatapnya dengan senyum tertahan." Tak mungkinkan gue ngomong kalau udah sering digituin kak daren di apartemen."mereka seakan-akan bisa melakukan telepati pikiran mereka.
"Ehm...kamu tinggal dimana thaya?" Tanya papa Nico ke thaya memutuskan pandangan antara anaknya dengan gadis itu.
__ADS_1
"Ehm tinggal sendiri di APARTEMEN THAY-IND om."
Kalau aku buat novel lain ada yang setuju nggak sih,lagi mangut-mangutnya buat buat novel makanya lancar up nya,