
"Yuk pulang." Ajak livy ke thaya.
"Hm."mereka pun melangkah keluar dari kelas menuju gerbang depan kampus mereka yang jauh,mereka sengaja hanya untuk berjalan santai saja.
" Thay...gue boleh nanya nggak?"
"Apa?" Masih dengan berjalan tanpa melihat ke livy thaya bertanya.
"Apa lo benar-benar nggak punya perasaan lagi sama kak arsen?" Langkah thaya terhenti,tubuhnya masih diam mencerna ucapan livy,bohong jika dia tidak memikirkan pria itu,tapi cinta? apa masih ada cintanya untuk arsen?.
"Gue nggak tau." Jawabnya lalu melanjutkan langkahnya lagi.
"Kalau kak arsen suka sama lo gimana?"
"Ya gimana apa nya?"
"Lo mau nggak balikan sama dia,dia sampai sekarang belum pernah pacaran lagi lo thay,dia sering nanyain lo terus."
"Udah liv...udah lama juga,nggak mungkin kak arsen masih suka,di Inggris banyak yang lebih cantik dari gue lagi live."
"Hm...bener juga ya." Thaya langsung menoleh keras ke livy yang membenarkan ucapannya yang bilang banyak cewek cantik dari pada dia.
"Kok bener sihhhh."ucap thaya dengan memajukan bibirnya seperti bebek.
" Lah...kan lo sendiri yang bilang,yang jemput kita ini mana sih thay,kita tunggu di sana aja yuk."menunjuk kursi yang ada di taman depan gedung kampus mereka.
"Eh eh kayaknya itu deh mobilnya." Tunjuk livy,thaya oun menyipitkan matanya melihat mobil yang berhenti tak jauh dari duduk mereka.
"Kok kayak...emangnya lo nggak tau mobil milik keluarga lo?"
"Kan banyak thay,mana ingat gue."
"Nanti kalau salah gimana,malu dong."
"Alah malu apaan,tinggal bilang maaf salah orang."
"Enteng bener." Mereka oun mendekati mobil itu dan livy mengetik pintu nya, dan saat kaca mobil turun livy dan thaya memasang wajah yang berbeda,livy yang tampak senang karna sudah lama tak bertemu dengan kakak nya sedangkan thaya mematung dengan wajah datar kaku.
"Kak arsen."batinnya.
" KAKAKKKKKK."seru livy langsung mau buka pintu nya tapi terhenti saat melihat orang yang di samping kakaknya keluar dari pintu belakang.
"ELLOOOO!!!" teriak livy melihat orang yang sangat tidak disukainya.
"Hy liv...apa kabar?"
"Ayo masuk." Ucap arsen dingin yang masih di tempat duduknya.
"Ayok thay."
__ADS_1
" lo duluan aja,gue mau ngambil barang gue yang tertinggal dikelas."ucap thaya mau memutar arah.
"Barang apaan,nggak ada yang tinggal kok,ayok lah."
"Kalau dia nggak mau jangan di paksa liv." Ucap arsen masih dingin membuat andi yang melihat nya berdecih.
"Sok cool banget dia nya,padahal siapa cobak yang pagi-pagi sudah sibuk sendiri ngajak cepat pulang ke Indonesia." Arsen yang mendengar gumaman andi menepuk kepalanya.
"Ssttt...sakit tau." Arsen hanya memandang tajam ke andi yang berani ghibahin nya depan-depanan.
Sebenarnya arsen sudah sangat kegerahan ingin memeluk thaya,tapi melihat thaya yang seperti itu membuat dia mengurungkan niatnya.
"Ayo masuk aja,masih muat kok." Ujar amber,perempuan yang tadi duduk disamping arsen,dia pun mau masuk kembali ke kursi belakang tapi ditahan oleh livy.
"Lo duduk didepan."
"Eh... Nggak mau,gue mau duduk sama arsen,dari tadi juga gue duduk disini,iya kan ar... "
"Kamu duduk didepan aja sama andi." ucap arsen,livy yang mendengar nya langsung tertawa apa lagi melihat wajah kesal amber.
"Kan masih muat kalau gue duduk sini,dan teman livy itu duduk dengan andi."
"Siapa perempuan ini?"batin thaya menelisik amber dari atas sampai bawah." Masih cantikan gue."batinnya dengan menyeringai menatap amber,dia tak sadar kalau gelagatnya dilihat arsen,arsen hanya tersenyum melihat seringaian thaya.
"Ntah apa yang dipikirkan nya." Pikirnya.
"Nggak mau,kita mau duduk bertiga dengan kak arsen dan thaya...udah sana duduk depan." Usir livy menarik tangan amber untuk menjauh.
"Turutin aja."livy pun tersenyum dan menarik tangan thaya lalu mendorong tubuh thaya pelan untuk masuk lebih dulu.
" Lo sengaja ya?"bisik thaya menekan ke telinganya livy.
"Pis... " Dengan senyum menjengkelkan menatap thaya yang sudah duduk di tengah-tengah antara arsen dan livy sedangkan amber dengan wajah cemberut menutup kasar pintu depan.
"Busettt...lo mau rusakin ni mobil ya!!!sentak livy kesal ke amber,amber tak ambil peduli,dia oun memasang seatbelt nya lalu bersandar dijok kursi.
" Liv...gue aja di jendela,gue mau hirup udara luar."ucap thaya,mobil mereka sudah berjalan keluar dari kampus mereka.
"Oh...kak,pindahan duduk sama thaya dong,dia mau duduk di dekat jendela." Arsen melihat ke livy lalu mengedipkan matanya ke adiknya itu(bukankah livy adik yang sangat berguna),thaya tentu melebarkan matanya ke livy,apa-apaan gadis ini pikirnya,dia yang sebenarnya mau menjauh duduknya malah disuruh livy tetap duduk disamping arsen,dia hanya bisa diam saja,dia tau kalau temannya itu sengaja mengerjai nya.
Dalam hati thaya merasa senang dan dadanya berdegup kencang saat pertama kali lihat arsen setelah begitu lama mereka tak bertemu,dia menutupi kegugupan nya dengan diam saja dari tadi,tapi matanya tiba-tiba langsung melebar saat merasa tangannya digenggam seseorang,dia oun menoleh ke samping melihat arsen dengan wajah yang biasa-biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa,lalu arsen pun menoleh ke thaya yang membuat thaya langsung membuang wajahnya yang sudah pasti memerah karna ketahuan sudah melihat ke arsen,arsen pun tersenyum menyeringai.
"Kita antarin thaya dulu ya kak." Ucap livy ke andi yang dari tadi diam saja.
"Okey."
Tak lama mobil mereka pun berhenti didepan bangunan apartemen milik thaya.
"Kamu tinggal disini?" Tanya amber melihat keluar bangunan itu.
__ADS_1
"Iya." Thaya oun melepaskan pegangan arsen dan segera turun sebelum arsen melakukan yang aneh-aneh lagi,arsen hanya tertawa kecil melihat thaya yang terlihat malu.
"Menggemaskan."
"Aku ya kak?" Tiba-tiba gadis itu muncul disamping jendela dekat duduk arsen.
"Ck...apaan sih." Decak nya
"Yee bukannya Terima kasih."
"Kamu tau dari mana dia tinggal disini,mantan yaaaa?" Ejek amber ke andy,andi pun melirik aneh ke amber lalu melirik ke arsen yang hanya diam memperhatikan thaya yang diluar.
"Makasih ya udah repot."
"Najis banget lo thay,biasanya juga lebih dari ini." Sambung livy dan dapat sinisan dari thaya,nggak bisa apa temannya itu jaga image,dia oun langsung masuk kedalam.
"Kakak kok nggak bilang mau pulang?" Tanya livy yang sekarang bersandar ke kakaknya itu.
"Untuk apa?"
"Oleh-oleh."
Ctak
"Bukannya nunggu kakak nya malah oleh-oleh." Arsen menjitak kepala livy.
"Ada acara apa nanti malam?" Lanjutnya.
"Siapa?" Tanya livy
"Kamu?"
"Aku atau diaaaa?"goda livy melirik nakal ke adiknya.
" Siapa?"tanya amber yang nyambung pembicaraan dua beradik itu.
"Kamu nanyakkk." Nyolot livy lalu sinis ke amber,amber hanya menahan kesal dengan gadis itu tanpa mengatakan apa-apa lagi.
Akhirnya mereka pun sampai di kediaman arsen dan livy,mereka semua turun dari sana dengan dua orang pelayan datang untuk membawakan koper tuannya yang baru pulang dan langsung menjemput adiknya.
"Sayang." Panggil ana memeluk putranya yang sudah lama tak pulang dan jika rindu pun orang tuanya kesana.
"Halo tante." Sapa amber tersenyum manis ke ana.
"Hay amber...ayo masuk,kita makan dulu,kalian belum makan kan.
" Bentar lagi mom...arsen mau mandi duku,gerah."dia pun langsung pergi ke atas untuk masuk ke kamarnya,dan yang lain mengikuti ana ke ruang makan.
Klak...ctak
__ADS_1
Arsen membuka pintu kamarnya yang tampak gelap lalu dia menghidupkan lampu kamarnya dan nampak lah tempat yang duku dia tinggali,dia menelusuri kamarnya melihat-lihat karna dia telah lama meninggalkan tempat itu.
Langkah nya terhenti saat melihat beberapa foto yang berada di dinding kamarnya,dia tersenyum karna dia sudah bertemu lagi dengan orang yang berada di antara orang digambar itu.