
"Putar balik!!!"teriak leon dan membuat supirnya mendadak langsung memutar mobil mereka karna merasa terkejut,untung saja keadaan disana sedang sepi.
Ckitttt...
" Kembali ke rumah sakit sekarang."perintahnya,dan sopir nya pun langsung mengangguk dan membawa tuannya ke rumah sakit yadi,sedangkan eva merasa kebingungan.
"Ada apa tuan?" tanyanya karna dia merasa bingung,mau dibilang tuan leon ayah gerry tapi yang dia tau dari salwa kalau ayah gerry telah meninggal karna bencana beberapa tahun lalu.
"Dia gerry..." ucap leon dengan mata berbinar merasa senang dan terharu akan bertemu dengan anak dan mantan istri nya...ya walaupun saat itu mereka tidak bercerai dan hanya memang tidak tahu kalau mereka masih hidup.
"Apa kamu yakin pa?" tanya anita yang merasa ada senang dan ragu kalau itu hanya mirip dengan suaminya.
"Aku yakin ma,dia gerry anakku dan aisyah." ucap leon yakin.
"Namanya memang gerry tuan dan mamanya juga ibu aisyah." sambung eva yang mulai yakin kalau leon adalah ayah gerry yang dia sangka telah meninggal.
"Ya Tuhan...cepat bim." perintah tuan leon lagi kepada sopirnya.
tak lama mereka pun sampai kembali ke rumah sakit dan agak tergesa-gesa melangkah keruangan gerry dan mama nya berada,eva melangkah duluan untuk menunjukkan keruangan gerry.
Langkah mereka semakin melaju saat melihat didepan ruangan gerry tampak sangat ribut.
"Gerry!!!" panggil eva kuat saat masuk ke ruangan itu dan melihat gerry yang tampak menangis disana.
__ADS_1
"Sebaiknya tuan keluar dulu karna kami harus melakukan pemeriksaan." ucap dokter disana karna tadi gerry menekan tombol darurat.
"Ada apa ger?" tanya eva menggoncang tubuh gerry karna dari tadi gerry hanya menangis tanpa menjawab ucapan eva.
"Mama va,mama ku tadi..." ucapnya terputus mengingat kejadian tadi saat eva keluar ingin mencari makanan untuk mereka.
Saat dia masuk ke kamar mamanya,gerry melihat tubuh mamanya bergerak kejang-kejang dan layar monitor nya berbunyi cepat,dia pun langsung menekan tombol untuk memanggil dokter.
"kamu tenang ya...mama pasti akan selamat."ucap eva memeluk gerry untuk memberi ketenangan pada gerry.
Sedangkan tuan leon yang sudah melihat wajah gerry tambah yakin kalau gerry adalah anaknya,dia pun mendekati gerry dan eva yang saling berpelukan,dan eva yang melihat itu pun melepaskan pelukannya,gerry masih belum sadar kalau ada orang lain disana,dia masih menutup wajahnya setelah lepas pelukan dari eva tadi.
"Gerry." panggil tuan leon lembut dan memegang bahu anaknya itu,gerry oun mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang memanggilnya.
"Papa..." gerry langsung tahu wajah yang ada di depannya itu karna sama yang dipikirkan orang kalau wajah mereka sangat mirip.
"Yes...ini papa." leon langsung memeluk gerry karna merasa sangat terharu dan sedih bersamaan karna dia benar-benar bertemu dengan anaknya.
"Maafkan papa baru bisa menemukan kalian,sungguh papa tidak tahu kalau kalian masih hidup,maafkan papa."
"Pa..." panggil gerry lagi,dia tak tau perasaan apa sekarang,dia senang karna tahu kalau papa nya masih hidup,tapi dia sekarang juga harus berhadapan kenyataan kalau mamanya sedang sekarat,jadi dia tak tau harus bereaksi bagaimana,air matanya yang tadi sempat berhenti kini tertumpah kembali.
Cklek...
__ADS_1
Pintu kamar gerry terbuka dan menampakkan wajah dokter yang tampak ragu untuk mengatakan pada keluarga disana.
"bagaimana dok mama saya?" tanya gerry cepat.
"Maafkan saya tuan...ibu anda telah tiada." ucap dokter itu dan gerry langsung tercengang,air matanya terus membasahi pipinya padahal dia tidak ada berkedip sedikit oun.
Leon langsung memeluk anaknya itu,mereka disana semuanya menangis bahkan anita pun ikut menangis walaupun dia tidak pernah mengenal istri dari suaminya itu,dia merasa tersayat melihat gerry yang tampak sangat shock dan terus menangis tanpa ekspresi itu.
"Maafkan papa nak...ini salah papa tidak bisa menemukan kalian dengan cepat...maafkan papa." leon menangis memeluk anaknya itu.
"Pa...kenapa mama pergi,bukankah kita sekarang akan berkumpul bersama lagi." ucapnya mulai menangis meraung disana dan membalas pelukan papanya.
Anita awalnya ingin memperkenalkan dirinya,tapi melihat keadaan sekarang dia pun urungkan niatnya,dia hanya bisa menangis melihat pertemuan ayah dan anak itu,dan juga kematian orang terkasih mereka.
Mereka pun lantas masuk ke dalam ruangan itu untuk melihat terakhir kalinya mama gerry.
"Ma...maafkan gerry ma karna telat membawa mama berobat,ini salah gerry jadi anak yang gak guna." tangis gerry memeluk tubuh kaku mamanya,leon menatap wanita yang dulu pernah menghiasi harinya kini tampak lebih kurus,wajahnya yang dulu sangat cantik telah hilang karna dimakan dengan rasa sakitnya selama ini.
Leon pun melangkah mendekati jenazah mama gerry dengan masih menangis,bagaimana oun mereka pernah hidup bersama dan berpisah dengan tidak sengaja karna menyangka sama-sama telah meninggal.
"Maafkan aku syah,aku tidak tau kalau kalian masih hidup,padahal dulu aku melihat jasad kalian sendiri didepan mata ku,tapi saat itu aku di panggil untuk ditanyakan data kalian,tapi setelah aku kembali kalian sudah tidak ada ditempat,sungguh maafkan aku..." tangis Leon disamping gerry dan memeluk anaknya itu.
Setelah cukup berapa lama mengurus pengembalian jasad mama gerry yang telah diurus asisten tuan leon,kini mereka akan kembali ke tanah air untuk memakamkan mama gerry.
__ADS_1