
And now I'm picking her apart
Dan sekarang aku sedang mencari-cari kesalahannya
Like cutting her down will make you miss my wretched heart
Seperti menjelek-jelekkannya akan membuatmu merindukan hatiku yang sedih
But she's beautiful
Tapi dia cantik
She looks kind
Dia terlihat baik
She probably gives you butterflies
Dia mungkin membuatmu berkupu-kupu
hope you're happy
Ku harap kau bahagia
But not like how you were with me
Tapi tak seperti saat kau bersamaku
I'm selfish, I know
Aku tahu aku egois
I can't let you go
Aku tak bisa melepaskanmu
So find someone great but don't find no one better
Jadi temukan seseorang yang baik tapi jangan yang lebih baik
I hope you're happy
Ku harap kau bahagia
__ADS_1
I wish you all the best
Aku mengharapkan semua yang terbaik untukmu
Really
Sungguh
Say you love her, baby
Katakan bahwa kau mencintainya, sayang
Just not like you loved me
Tidak seperti kau yang dulu mencintaiku
And think of me fondly when your hands are on her
Dan pikirkan diriku dengan kasih saat tanganmu menyentuhnya
I hope you're happy
Ku harap kau bahagia
Tapi jangan lebih bahagia
I hope you're happy
Ku harap kau bahagia
But not like how you were with me
Tapi tak seperti saat kau bersamaku
I'm selfish, I know
Aku tahu aku egois
I can't let you go
Aku tak bisa melepaskanmu
So find someone great but don't find no one better
__ADS_1
Jadi temukan seseorang yang baik tapi jangan yang lebih baik
I hope you're happy but don't be happier
Aku harap kau bahagia tapi tak lebih bahagia
Lirik lagu yang dinyanyikan thaya sebagian ungkapan hatinya walaupun sebenarnya dia tak menginginkan jika orang yang mencintainya itu selalu memikirkannya walau sudah memiliki penggantinya,dia ingin mereka bahagia tanpa terus mengingat masa lalu,kisah mereka hanya masa lalu dan sekarang thaya hanya ingin fokus kesekolah nya.
Saat telah selesai pertandingan dan mereka juga menang melawan SMA GARUDA,thaya buru-buru pulang sendirian dan sempat mengatakan pada livy,livy pun sempat bertanya apa ada masalah soalnya dari semenjak thaya balik dari toilet thaya seperti menangis dan terus banyak diam saja,mana kakaknya dari tadi tidak nampak batang hidungnya.
Thaya langsung pulang ke apartemen nya,dia butuh sendirian,kejadian yang di alami beberapa hari belakang ini sukses membuatnya lumayan terpuruk.
Dia menangis di dalam kamarnya,kejadian di toilet tadi kembali teringat.
"Plis... Ayya mohon kalian tinggalin ayya,jangan dekatin ayya lagi." tangis thaya saat itu,tentu saja arsen menatap tak percaya sama thaya,dia mengira hanya mengatakan untuk daren tapi ternyata dia juga.
"Kenapa ay...kenapa,apa salah kakak,apa karna masalah dulu...fine,kakak minta maaf dan kakak juga mau tanggung jawab ayy,jangan suruh kakak pergi juga." Arsen langsung menyentak tangan daren yang masih memegang tangan thaya dan dipegangnya kedua bahu gadis yang tengah menangis itu,sedangkan daren masih terdiam,Kata-kata arsen tadi terus terngiang-ngiang dikepalanya.
"No kak...thaya nggak mau,thaya mau pergi,lepas..." Thaya pun langsung menarik tubuhnya untuk lepas dari pegangan arsen dan langsung pergi dari sana,setelah itu dia tak tau apa yang terjadi pada dua orang itu yang sudah dia tinggal kan disana.
Flashback off
"Maaf...maafin thaya,thaya nggak tau mau bagaimana,thaya rasa ini sudah keputusan yang bagus untuk kita untuk saling menjauh." Ucap thaya pelan dengan masih menangis dibalik bantalnya.
Sudah puas menangis gadis itu oun bangkit dari baringnya dan keluar dari kamarnya untuk ke balkon lalu mengambil gitarnya.
Sore hari ini thaya hanya duduk di balkonnya sambil memetik gitar dan bernyanyi,mengungkapkan isi hatinya yang benar-benar rapuh,sedangkan ponselnya dari tadi bergetar yang sengaja dia matikan nadanya karna dia lagi tak ingin diganggu.
Dia pun melirik ke ponselnya melihat ada nama daddy nya disana."hallo."jawabnya lirih.
"I'm sorry beby,daddy tidak tau jika daren keponakan your mom." Kata uno langsung meminta maaf ke anaknya setelah tadi dia melihat berita tentang pertunangan daren dan dia juga melihat ayah dari mom nya thaya,selama ini dia memang tidak terlalu ingin mengenal keluarga istrinya itu karna dia hanya butuh Elsa tapi tidak keluarga nya.
Tangis thaya kembali pecah,sungguh dia sekarang butuh seseorang di sampingnya,mendengarkan keluh kesahnya,tapi kenyataan nya dia hanya sendiri dan sekarang daddynya menghubunginya karna dia benar-benar merasa bersalah.
"Honey maafin daddy nak,yes...ini semua kesalahan daddy sehingga membuat kamu menderita beberapa kebelakang ini,maafin daddy sayang,gara-gara daddy kamu pisah dengan arsen dan gara-gara daddy lagi kamu oisah dengan daren...oh my god,apa yang ku lakukan tuhannn." Thaya hanya diam menangis mendengar ucapan daddy nya yang bergetar menahan tangisnya,dia tau bahwa daddy nya sekarang pasti menahan tangisannya karna merasa bersalah padanya.
"Kamu pulang ke Inggris saja lagi ya nak,daddy akan segera mengurus kepindahan kamu." Ujar uno melanjutkan ucapannya yang dari tadi belum mendengar jawaban putrinya itu tapi dia yakin anaknya itu mendengar ucapannya.
"No dad...sebentar lagi thaya akan ujian,thaya akan menyelesaikan sekolah nya di sini,its okay...thaya nggak papa kok,semua akan berlalu dengan segera." Thaya berusaha untuk tegar,dia juga menyadari apa yang dikatakan daddy nya juga sama dengan yang dia pikirkan dan dia juga sempat menyalahkan daddy nya,tapi toh semua telah terjadi,yang lepas hanya lah cerita sedangkan daddynya adalah jalan hidupnya.
"Really...kamu tidak perlu merasa kuat sayang,ini daddy mu bukan orang lain,jika kamu tidak sanggup katakan,daddy akan segera jemput kamu dan kita akan tinggal bersama lagi."
"Gak papa dad...thaya pasti bisa melewati nya,udah ya...thaya belum makan,mau makan dulu,daddy kaga diri baik-baik disana." Lalu dia oun mengakhiri panggilan itu.
__ADS_1
Thaya menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan,dia pun membuka ponselnya dan melihat banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari teman-temannya dan ada juga arsen dan daren,dia oun mengabaikan tanpa niat membaca apalagi menelfon balik,dia akhirnya oun memesan makanan lewat ponselnya lalu beranjak dari sana untuk mandi sambil menunggu kedatangan makanannya.