MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
94


__ADS_3

Biasakan untuk like komen dan ulasannya karna sangat penting untuk saya😉


Happy reading


Setelah selesai makan mereka pun kembali ke sekolah untuk latihan basket,karna pak anwar ada urusan jadinya fia hanya sebentar memberikan arahan sisanya dia meminta arsen selaku kapten basket untuk membimbing pemain lainnya.


Saat bermain grace sangat kesal dengan thaya,dia yang biasanya jadi perhatian karna permainannya kini semua orang menatap kagum ke thaya yang sangat hebat saat bermain,malah mereka mengira kalau thaya dulu pemain basket di sekolah lamanya.


"Lo sengaja ya biar posisi gue di gantiin lo?" Ketua grace,dia sudah membuang sok polosnya karna disini hanya ada dia saja berdua dengan thaya,mereka saat itu tak sengaja barengan ke toilet.


"Mana tu topeng?" Senyum sinis thaya melirik ke grace sebentar lalu menghidupkan kran air untuk mencuci tangannya.


"Nggak usah ngkes deh,lo denger ya gue gwk akan serahin jabatan gue ke elo sampai kapan pun." Ancam grace lalu ingin melangkah keluar.


Tiba-tiba langkah nya terhenti mendengar ucapan thaya."gue malah jadi kepingin ngambil posisi lo,gimana dong? tadinya nggak ada kepikiran buat itu,tapi...."thaya menggantungkan ucapannya sambil memandang remeh ke grace,tentu saja grace naik pitam dan langsung mendorong thaya.


"Auuuu....lo gila ya,auchhhh... Sssttt. " Ringis thaya melihat sikunya berdarah.


"Itu sebagai peringatan buat lo jika berani-berani ngambil posisi gue."


"Dasar gila!!" Grace langsung pergi dari sana meninggalkan thaya sendirian yang sedang membersihkan tangannya di kran,lalu dia pun keluar dari toilet.


"Lo kebelet apa lagi arisan,lama amat." Itu kelvin saat thaya sudah duduk di sampingnya untuk melihat giliran arsen dan yang lainnya main sedangkan kelvin baru saja duduk disana. "Eh tangan lo kenapa?"tampak raut wajah khawatir kelvin saat melihat kain kecil yang biasa athaya gunakan untuk elap keringatnya kini basah terkena darah.


" Ssstttt sakit."rengek thaya ke kelvin,pas thaya berbicara seperti itu ternyata arsen mendengarnya lalu dia berlari ke pinggir lapangan.


"Kena apa,kok bisa berdarah kayak gini,kamu tu kebiasaan ya suka banget nggak hati-hati." Kesalnya lalu mengajak thaya untuk pergi ke UKS, "lo gantiin gue main dulu." Tunjuk nya ke kelvin.


"Gua juga mau lihat thaya." Dengus kelvin mencoba untuk mengikuti langkah mereka.

__ADS_1


"Ck...cuman gini doang,biar gue aja lo kan belum main,sana." Usir arsen dengan suara agak keras membuat kelvin memanyunkan bibirnya lalu menuruti juga ucapan arsen.


"Kenapa bisa begini?" Saat mereka telah di UKS kelvin langsung mencari betadin dan kasa untuk mengobati luka thaya yang seperti gesekan.


"Jatoh." Jawabnya pelan sambil mengkondisikan jantungnya yang lagi-lagi berdebar.


"AAAAAAAAA lemah banget sihhhhh,gue ni sebenarnya suka sama siapa sih,lo juga thay baru juga udahan sama kak arsen langsung nerima kak daren...AAAAAAAA,kalau dah gini lo bingung sendiri kan."batinnya meronta lalu wajahnya menongak kedepan saat arsen mengangkat dagunya supaya melihat kearahnya.


" Yang ngomong itu disini bukan dibawah."ucapnya lembut.


"Tenang...tenang,lo harus tenang,pacar lo kak daren sekarang."Lagi-lagi thaya membatin untuk memenangkan jantung nya yang minta ditabok.


Sekeras apa pun thaya untuk berusaha tenang tapi wajah dan telinganya tidak bisa menutupi itu,arsen tertawa pelan melihat wajah didepannya ini dia malah semakin mendekatkan wajahnya.


" Sayang."bisiknya.


Bukannya mensalting,tubuh thaya langsung tegang dengan wajah yang juga kaku,tatapannya langsung kosong membuat arsen yang langsung tercekat.


"Ayya..." Panggilnya lembut lagi tapi dengan hati-hati dan juga ingin memegang wajah gadis itu.


Grep...


"Jauhin tangan kakak,udah kan...ayya mau langsung pulang, kabarin dengan yang lain." Ucapnya datar langsung pergi keluar dari uis meninggalkan arsen yang menatap sendu kearah pintu yang ayya barusan lewati.


"Apa kamu masih belum bisa maafin kakak ayy,kakak tau kesalahan kakak sangat fatal dan kakak juga ingin tanggung jawab,tapi kamu sendiri yang menjauh dari kakak." Ucapnya sendu lalu ikut juga keluar untuk memberitahu yang lain untuk latihan hari ini cukup sekian karna dia ingin langsung pulang karna dia sudah tidak semangat untuk melanjutkan nya.


Ayya sekarang sudah sampai ke apartemen nya dan langsung duduk di balkon untuk merilekskan tubuhnya sebelum dia mandi bersiap untuk malam nanti.


Drrtt drttt...

__ADS_1


Thaya :"Hallo kak."


Daren :"kamu udah pulang?"


Thaya :"baru juga sampai,kakak dimana?"


Daren :"masih dijalan mau pulang,entar malam bisa nggak apa ditunda aja."


Thaya :"kenapa?"


Daren :"kayaknya kamu kecapean."


Thaya :"enggak kok,ya udah thaya mandi dulu ya, sampai bertemu entar malam."


Daren :"hm... Entar kakak jemput jam 20.00."


Athaya :"hm...bay."thaya langsung mengakhiri panggilan itu dan masih tetap duduk disana dengan melamun.


"Apa gue mengalami trauma ya,tubuh gue langsung kaku sendiri kalau kak arsen panggil sayang dengan kak daren yang kemarin cium leher gue." Gumam thaya sambil menyandarkan punggungnya ke kursi santai miliknya,dengan menatap keatas dia mengingat kembali yang telah di lakukan arsen dulu.


Plak...


"Gue harus bisa lupain...ahhh kak,kenapa lo jahat banget sama thaya,gak gitu juga buat thaya tetap sama kakak." Dia mendudukkan tubunhnya dengan wajah yang tertutup dengan kedia tangannya merasa frustasi dengan perasaan nya sekarang.


"Seharusnya lo nggak pakai perasaan dekat dengan kak daren kalau hati lo sendiri masih belum berakhir dengan kak arsen,malah meyakinkan kak daren kalau tidak punya perasaan lagi dengan kak arsen,lo tu harus tau membedakan pikiran yang sedang emosi sama yang enggak." Keluh thaya,padahal dia ingat sendiri kalau dia pernah berfikiran kalau dia tak merasakan apa-apa lagi dengan arsen kecuali rasa benci,padahal dia sadar juga padahal perasaan itu hanya karena dia kecewa dengan orang yang dia sayang melakukan hal itu kepada nya.


Dia pun lalu berdiri dan pergi menuju ke kamar mandi,dihidupkan nya air untuk mengisi bak karna dia ingin berendam untuk merilekskan tubuhnya lalu memasukkan aromaterapi ke dalam bakal tersebut.


"Gue harus bisa ngendalikan perasaan gue sendiri,jangan sampai ada yang tersakiti dengan perasaan bodoh ini." Tekadnya lalu memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2