MENJADI SUGAR MOMMY

MENJADI SUGAR MOMMY
84


__ADS_3

"Lo kenapa sih thay,kalau lo punya masalah dengan arsen ya jangan libatkan kan ke orang." Ucap teori keras membuat langkah thaya berhenti dan berbalik memandang tajam ke teo.


"Kalau gak tau apa-apa mending diam." Kata thaua pelan ditelinga teo lalu meniup telinga teo yang membuatnya menjadi merah,thaya menarik sudut bibirnya sebelah melihat respon teo yang langsung terdiam dengan wajahnya yang memerah,bagaimana tidak merah thaya teramat dekat dengannya sampai dia bisa mencium aroma wangi tubuh Athaya,arsen dan kelvin yang melihat itu hanya bisa mengepalkan tangannya.


"Kak teo gak papa?" Tanya grace pura-pura khawatir padahal macam tai.


"Oh... Its okay, gak papa." Teo gugup menjawab ucapan grace yang mendekati nya.


"Bukannya sudah ada buktinya kalau lo memang kelewatan dengan grace membuat dia sedih seperti ini."


Srak...


"Sudah gue bilang,kalau gak tau apa-apa lebih baik diam." thaya menatap tajam ke teo dan menarik kerah pemuda itu membuat semua orang yang disana membesarkan mata melihat sikap Athaya yang benar-benar berubah.


"Ayok." Ajak thaya ke kelvin setelah melepaskan kasar kerah baju teo.


"Lo gak papa yok,lo juga gak tau apa-apa langsung nuduh orang sembarangan." Ucap andi sedangkan arsen hanya terdiam,dia sama dengan yang lainnya baru melihat sisi lain athaya.


"Lo hubungi siapa?" tanya kelvin saat ini mereka ada di halte bus depan sekolah.


"Orang."


"Gua kira setan. " Sungut kelvin tapi masih saja menemani thaya menunggu disana, "kenpa gak ikut gua aja sih." Lanjutnya tapi berhenti saat sebuah mobil mewah berhenti didepan mereka.


"Kak." Panggil thaya sambil tersenyum riang,entah kenapa dia merindukan pria ini.


"Udah nunggu lama?" tanya daren sambil tersenyum dan mengacak sedikit rambut thaya,kelvin memincingkan matanya melihat pria yang dekat dengan athaya,begitu juga cowok yang baru keluar dari gerbang sekolah menggunakan motor nya,dia melihat athaya dengan seseorang selain kelvin,matanya langsung melebar saat melihat thaya mencium sekilas bibir daren.


Sama seperti yang lainnya,daren tampak mematung disana,serangan mendadak dari athaya membuat dia mati kutu,dengan sedikit keberanian daren melirik ke thaya yang berada di depannya.


"Ehm...ayo kita pulang."ucap ya gugup,sebenarnya thaya juga gugup tapi karna melihat arsen thaya memberanikan diri untuk mencium daren supaya arsen menyerah untuk mendekatinya,thaya hanya mengangguk dan memberikan by by ke kelvin yang masih bengong.

__ADS_1


" Anjir...pantasan nolak gua,spek gandengannya model gituan."gumamnya menyadari kepergian thaya dan daren.


"Tha..."


"Jangan dibahas." Potong thaya,dia sudah menutup wajahnya dengan tasnya,dia sudah tak sanggup menahan malunya,daren yang melihat thaya seperti itu merasa gemas,dia pun hanya mengacak rambut thaya.


"Kenapa berhenti disini?" Tanya thaya heran saat mobil daren berhenti di pinggir jalan sepi.


"Apa cowok itu yang sudah melakukan itu sama kamu?" tanya daren serius,dia sudah sangat penasaran dari thaya mencium dia tadi.


"Yang mana?"


"Yang nemanin kamu di depan tadi?


" Bukan,dia teman thaya...memangnya kenapa?'heran thaya.


"Lalu kenapa kamu tadi cium kakak?"


Thaya langsung membuang mukanya kesamping,wajahnya sudah memerah dan dapat diketahui oleh daren karna terlihat dari telinga thaya sekarang.


"Kamu harus tanggung jawab." Bisikan daren mendekat ditelinga thaya.


"Kyaaaaaaaa......thaya cuman minta dikit aja kakkkkkk!!!'teriak thaya dan mendorong tubuh daren sampai mundur kebelakan dan telentang,dengan posisi yang tak siap daren sempat menarik tangan thaya sehingga kini tubuh thaya berada di atasnya.


Untung saja Sopir yang membawa tuannya tadi sudah keluar karna mengerti tuannya ingin berbicara berdua dengan athaya,jika dia sempat melihat kejadian ini entah apa yang terjadi.


"Ehm... Lepasin tangan thaya." Ucap thaya gugup dan mengalihkan pandangannya.


Deh deg... Deg deg...


"Oh Tuhan tolong aku."batinnya meringis masih diatas daren,daren bukannya melepaskan...kini dia malah menarik tangan thaya kembali dan meraih pinggang thaya untuk memeluknya.

__ADS_1


" Bukankah kakak sudah bilang kamu harus tanggung jawab."bisik daren sambil menjilati telinga athaya.


"Kyaaaaaaa....kakak apa-apaan sih." Teriak thaya lagi langsung memaksa bangkit dari sana dengan sekuat tenaga.


"Ckkk...kenapa sih suka teriak,gak di apa-apain juga kok." Ketus daren sambil menggosok telinganya yang mendengar teriakan thaya.


"Apanya yang gak di apa-apain,tadi kakak kenapa jilati telinga thaya." Ketus thaya sambil menggosok telinganya yang masih merasa geli.


"Tapi enakkan?" Goda daren nakal,padahal daren orang yang sangat dingin dengan orang lain,tapi berbeda dengan thaya,semenjak kenal thaya hidup daren seakan berwarna,kelakuan thaya yang seperti cuaca dan terkadang juga suka meletup tiba-tiba membuat daren merasa senang.


Mereka pun akhirnya melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju apartemen thaya."apa daddymu masih disini?"tanya daren saat thaya ingin keluar dari mobilnya.


"Hm...tapi dia tinggal di mansion...ada apa kak?"


"Kenapa tidak tinggal disana juga,disini takutnya pemuda itu kembali lagi." Bujuk daren menatap mata thaya,dan tampak thaya membuang nafas panjang nya.


"Walaupun dia kesini juga tak akan mengubah apa-apa kak,perasaan thaya benar-benar telah mati padanya." Thaya tertunduk sendu mengingat kisahnya dengan arsen,padahal dulu dia sangat mencintai pemuda itu,tapi setelah apa yang dilakukan daren membuat perasaan itu mati seketika.


"Apa tidak ada maaf untuknya?"


"Ehm... Ada,tapi untuk seperti dulu mungkin juga tidak bisa,thaya juga tak mau membuat daddy gerry selalu merasa waspada terhadap daddy thaya,thaya mau menghentikan perasaan daddy juga tidak sampai hati,hati orang kenapa harus thaya paksakan,lagian ada bagusnya juga kejadian ini walaupun harus thaya menjadi korban,setidaknya kami benar-benar terpisah,untuk alasan daddy gerry dulu tidak bisa menghentikan kak arsen, tapi dengan kesalahan yang dia buat sekarang pasti dia tidak akan berani mendekati thaya lagi.


"Kenapa kamu terlalu keras dengan perasaan kamu,bukankah kalian bisa bersama lagi." Daren madih tidak mengerti jalan pikiran thaya saat ini.


"Bagus kalau hanya semudah itu,tapi Athaya tak tau kak,perasaan thaya dengan kak arsen terasa benar-benar hambar,malah kini thaya merasa jijik dengannya." thaya kembali tertunduk,dia menangis karna mungkin ini akan menyakiti perasaan arsen dan mommy ana.


Grep...


"Gak papa,kakak akan menemani kamu melewati ini." Ucap daren memeluk thaya dan mengelus punggung gadis itu ya walaupun tidak gadis lagi.


__ADS_1


__ADS_2