
"Emang ganteng ni anak." ucap salwa saat melihat foto yang dikirim kan anak buahnya.
"siapa?" tanya eva sambil mengunyah makanan nya karna sekarang mereka berada dikantin perusahaan mereka,mereka lagi malas untuk cari makanan diluar.
"nih... " salwa oun memberikan HP nya ke eva dan menunjukkan foto gerry yang tengah pemotretan dengan menggunakan jas.
"Wow...pilihan aku memang tidak meleset ya." Senyum eva setelah melihat foto gerry di handphone salwa,lalu dia pun mengembalikan lagi handphone tersebut ke tuannya.
"Oh ya va,lu kenapa tidak angkat telfon daddy lu,dia terus tanyain lu tu sama aku."
"Jadi kau bilang apa?"
"ya aku bilang kalau lu lagi sibuk aja."
"Bagus." puji eva masih sambil memakan makanan mereka.
setelah selesai mereka pun ingin kembali keruangan mereka,dan sepanjang jalan setiap karyawan bertemu mereka,karyawan itu akan menundukkan kepala dan menyapanya.
Sampai mereka ingin menaiki lift ada yang menyapa salwa dan tentu saja eva yang walaupun tidak dipanggil memandang orang yang memanggil sahabat nya itu.
"selamat siang buk salwa." Sapa gerry yang baru keluar dari lift sebelah yang dikhususkan untuk karyawan dan para tamu disana.
"siang." jawab salwa dan memasang wajah tersenyum nya,sedangkan eva hanya memandang gerry dengan datar,dia kesal karena gerry tidak menyapanya padahal dia adalah bos dari salwa,dia lupa kalau gerry tidak mengenalinya dan hanya dia mengenal gerry.
"selamat pagi buk... "akhirnya gerry pun menyapanya walaupun tidak tau nama eva,padahal gerry tadi masih shock karena bertemu lagi dengan wanita yang malam tadi menabrak nya,eva pun hanya membalas dengan anggukan lalu masuk kedalam lif yang telah terbuka.
" saya keatas dulu ger."pamit salwa.
"Silahkan buk."
Setelah kepergian eva dan salwa, gerry tampak termenung disana karna memikirkan apa wanita itu yang dibilang salwa malam tadi pergi bersamanya.
__ADS_1
"Seandainya dia yang menawari,mungkin aku susah menolak nya." ucap gerry sambil tersenyum lalu menggelengkan kepalanya karna merasa tidak mungkin orang yang seperti eva mau melakukan hal itu,apalagi dia ternyata atasannya,dia pun melangkahkan kakinya untuk pergi ke kampusnya karna dia mengambil jam siang untuk masuk kuliah.
"Hy bro... lu dari mana aja,tumben telat." tanya iban yang saat ini dia sudah berada di kampusnya,karna jarak kantor milik eva tidak terlalu jauh dari kampus gerry.
"dari pulang kerja bro." jawab gerry,lalu mereka pun ingin masuk ke kelas karna gerry memang sedikit saja lagi pasti dia akan terlambat masuk kelas.
"Syut syut...emang udah dapat kerjaan dimana?" Bisik iban saat mereka sudah berada dalam kelas dan dosen sedang menjelaskan materi ke siswanya.
"nanti aja pas ke kantin." balas gerry.
Jhon pun mengode mereka supaya diam karna dosen hari ini terkenal dosen killer,mereka pun akhirnya diam dan mendengarkan ucapan yang dosen mereka sampaikan.
Tapi gerry sama sekali tidak bisa konsen karna dia terus terbayang ucapan salwa tadi,apa sugar mommy nya tua ya,soalnya kan biasanya yang jadi sugar daddy yang dia tau jauh tuanya dari sugar baby nya.
Plak... dia menampar wajahnya sendiri dengan lumayan kuat sehingga membuat dosen memandang kearah mereka.
"Siapa yang berbunyi tadi?" tanyanya dan semua siswa hanya diam tanpa ingin memberitahukan siapa yang menimbulkan bunyi tadi.
Iban dan jhon pun saling pandang bertanya apa yang dilakukan gerry menampar wajahnya sendiri,jhon hanya mengangkat kedua bahunya karna memang tak tau ada apa dengan gerry.
"Jadi apa ceritanya?" tanya iban langsung saat mereka telah duduk di kursi dekat kantin.
Iban duduk dengan jhon sedangkan gerry didepan mereka duduk sendirian seperti dia akan disidang dengan sahabatnya itu.
"Aku kerja di perusahaan milik buk eva." jawab gerry langsung tanpa basa basi,dan membuat kedua sahabat nya itu terkejut.
"Kerjaan apa disana,lu kan masih kuliah,apa yang aku bilang malam tadi beneran ya." ucap iban antusias merasa kalau ucapannya malam tadi ada sangkut pautnya.
"kok bisa ger?" tanya jhon.
"Is...lu mikir apa-apaan sih,kak salwa menawari aku jadi model majalah mereka,dan tadi pagi aku udah tanda tangan kontrak dan pengambilan foto." terang gerry biar iban tidak mikir yang aneh-aneh.
"oh jadi model,..ada lowongan lagi gak,aku juga mau donk."
"Muka lu gak muat di majalah itu ban." Jawab jhon sambil tertawa dan gerry hanya tersenyum,tak lama ada seseorang yang langsung duduk disamping gerry dan bergelayut dilengannya.
__ADS_1
"Hy sayang,maaf ya malam tadi aku marah-marah sama kamu dan gak ngertiin kamu." ucap ema manja ke gerry.
Jhon dan iban pura-pura ingin muntah melihat kelakuan pacar sahabat nya itu yang menurut mereka keganjenan jadi cewek.
"Lu kok bisa pacaran ama ulat bulu ini ger." kata iban dan diangguki jhon.
"Heh....lu bilang aku apa?" tanya ema merasa tidak senang karna secara tak langsung sahabat dari pacarnya itu mengatai dia ulat bulu.
"Udahlah ulat bulu,pekak juga." tentu saja ucapan iban itu membuat ema marah,mereka kalau sedah bertemu pasti akan bertengkar,karna iban sangat tidak suka dengan ema yang katanya wajahnya memiliki rupa yang lain.
"Emang ulat bulu punya telinga ban?" tanya jhon ikut andil menjahili ema,ema hanya bisa cemberut dan mengadukannya ke gerry.
"sayang lihat tuh teman kamu ngatain aku." ucap ema manja ke gerry,dan benar...gerry pasti melawankannya.
"Udah ban,jhon jangan jahili pacar aku terus,mendingan kalian cari pacar aja biar ada yang kalian bisa ganggu." Ema pun tersenyum dan mengejek ke jhon dan iban.
Iban dan jhon pun menggeritik geli melihat tingkah ema lalu mereka pun pergi dari sana karna ingin membiarkan gerry dan ema untuk berdua,jhon pun pergi ke kasir dulu untuk membayar makanan mereka.
"Ya udah yuk kita tunggu dia di taman aja." ucap john mengajak iban untuk ke taman sambil menunggu gerry menyusul mereka.
***
"Hm...ada apa dad,aku sibuk." ucap eva saat mengangkat panggilan di handphone nya dan tau kalau itu panggilan dari daddynya.
"Kenapa baru angkat...kamu udah gak mau ngomong sama daddy lagi ya." tanya daddynya karna dari kemarin dia menghubungi anaknya ini tapi tidak diangkat oleh eva.
"Aku sibuk dad,ada apa?" jawab eva dengan malas,dia sebenarnya sudah bisa menebak jalan pikiran daddynya ini dan tujuannya menghubungi eva.
"Emang daddy tidak boleh nelpon kamu?" Jawab daddy nya marah karna tak senang anaknya ini terlalu cuek dengannya.
"Ya udah,daddy mau ngomong apa,aku lagi beneran banyak kerjaan." eva pun menghela nafas panjang mendengar ucapan daddy nya.
"nanti malam pergi makan bareng dengan uno,dia menghubungi daddy karna gak bisa menghubungi kamu,dia mengajak kamu dinner direstoran katanya." ucap daddy tanpa basa basi lagi,dan benar yang dipikirkan eva pasti ada hubungannya dengan makhluk astral itu.
"Gak mau,aku sibuk."
__ADS_1