
"Sepertinya ibuk eva tidak menyukai saya buk." ucap gerry sambil memainkan makanannya tanpa berniat melanjutkan makanan nya tadi.
"Kenapa kau berfikir begitu?" tanya salwa sambil memakan makanannya.
"Entahlah,saat kami berdua buk eva tidak mau berbicara,tapi aku masih berfikir dia tak nyaman berbicara berdua,lalu ibuk datang dia pun masih tidak mau berbicara."
"kau jangan berfikir yang bukan-bukan,buk eva itu tidak seperti itu kok,mungkin dia lagi ada masalah jadinya malas untuk ngomong,lagian apa pedulimu kalau dia tak ngomong?" tanya ke gerry,kenapa cowok ini sampai berfikiran seperti itu dengan eva,lalu dia mengambil handphone nya yang diatas meja habis berbunyi menandakan ada notif masuk,lalu dia membuka pesan itu dan membacanya.
"gak papa kok buk,hanya merasa seperti itu aja." lalu gerry juga mengambil handphone nya yang berbunyi disakunya,lalu melihat ke arah salwa,mereka saling tersenyum karna sama-sama memegang handphone.
"Sepertinya aku harus pergi ger,buk eva manggil aku ke ruangannya." ucap salwa setelah menghabiskan minumannya dan berdiri.
"sama buk,saya juga harus ke kampus dulu,sampai jumpa." ucap gerry,dan mereka berpisah disana karna salwa akan ke ruangan eva dan gerry pergi ke kampusnya.
"Hallo." kata gerry setelah berada di parkiran motornya untuk dibawa pergi ke kampusnya,dia menelfon kembali orang yang menelfon nya tadi yang sempat dia reject karna masih bersama salwa.
"lu dimana?" tanya orang itu.
"lagi diparkiran kantor buk eva ni,kenapa?" tanya gerry sambil memasang helm nya.
"Pakai nanya kenapa,bentar lagi masuk bege." kata iban,dia yang tadi menelfon gerry saat berada dengan salwa.
"Ya...aku langsung cabut." gerry pun mematikan panggilan itu dan pergi dari sana.
---------
"lihat jhon teman kita satu ini,udah sibuk aja,mana gak ngajak kita lagi kerja nya." ucap iban dan merangkul bahu antara jhon dan gerry.
__ADS_1
"wajah lu gak mendukung ban,jadi jangan berharap yang aneh-aneh lah." kata jhon sambil tertawa,sedangkan gerry hanya tersenyum saja, iban pun melepaskan rangkulannya ke jhon dan mendorong nya kesamping.
"Tega amat ni anak mulutnya,gak di filter lagi." sungut iban kesal dengan jhon,mereka pun pergi ke ruangan mereka dan mengikuti semua pelajaran hari ini.
Setelah sore harinya mereka pun pulang kerumah masing-masing dan janjian entar malam mau pergi ke rumah gerry.
Gerry telah sampai di rumahnya dan langsung masuk ke kamar mamanya untuk melihat keadaan wanita itu,tapi disana dia tidak menemukannya,lalu dia pun pergi ke belakang tempat biasa mamanya duduk menunggu kedatangannya dan benar disana ada mamanya yang sedang duduk dan memandang ke arah pemukiman sawah milik orang disana.
"Mama lagi apa?" tanya gerry seraya menciun tangan wanita itu.
"kamu sudah pulang nak,mama hanya duduk disini melihat pemandangan,kamu udah makan?" tanya mamanya lagi.
"udah tadi ma,ya udah gerry mandi dulu ya udah gerah nih." pamit nya dan meninggalkan mamanya sendiri disana.
Malam harinya saat gerry dan mamanya sedang berada di kamar dengan gerry yang sedang memijitkan kaki mamanya,mereka mendengar kalau pintu rumah mereka sedang diketok orang.
"Gerry buka kan dulu ma,pasti itu jhon dan iban." ucap gerry,mamanya hanya menganggukkan kepala dan sambil tersenyum,gerry oun melangkah kan kakinya untuk membuka pintu dan melihat dua cucunguk yang datang dengan membawa sangkek ditangan iban.
"Selamat malam tante." ujar mereka serempak.
"Kayak paduan suara aja lu pada." ucap gerry sambil tertawa.
"berisik lu...nih tan kita bawa oleh-oleh buat tante." kata iban sambil memberikan bawaan mereka tadi.
"terimakasih ya udah repot-repot." kata mama gerry dan menerima bawaan teman gerry tadi.
"gak repot kok tan,kan jhon yang beli." jawab iban lagi sambil cengengesan,dan mama dan gerry pun hanya tertawa mendengar nya.
__ADS_1
"udah lama kalian tidak main kesini ya?" ingat-ingat mama gerry.
"iya tan,kami lagi sibuk mengukur tanah orang tua iban untuk di jual." jawab jhon dan dapat pukulan dari iban.
"Sembarangan kalau ngomong." ucap iban kesal,mereka pun tertawa bersama dan saling bercerita,tapi setelah setengah menitan jhon dan iban disana,gerry melihat handphone nya yang berbunyi,lalu dia membuka pesan yang masuk ke handphone nya.
"Hotel A kamar 111." isi pesan tersebut dan membulatkan matanya.
"Apa sudah akan dimulai?" batinnya,dadanya berdegup kencang,merasakan gugup akan bertemu dengan orang yang akan menjadi sugar mommy nya,dia pun berdehem untuk menetralkan dirinya.
"Ehm guys,kita keluar bentar yuk." Ajak gerry kepada sahabat nya itu yang lagi berbicara dengan mamanya.
"Mau kemana?" tanya iban.
"mama istirahat aja lagi ya,gerry mau keluar dulu bentar." ucap gerry tanpa menjawab pertanyaan iban.
"Ya udah,kalian hati-hati ya,makasih sudah jenguk
tante." ucap mama gerry.
Mereka pun pergi keluar dari rumah gerry setelah berpamitan dengan mamanya.
"Mau kemana sih ger?" tanya jhon yang juga penasaran sama sahabat nya itu.
"Aku mau keluar dulu,dan kalian tak apakan pulang sekarang?" tanya gerry hati-hati.
"Lu mau kemana emang nya?" tanya iban,gerry pun berfikir alasan apa yang dia akan berikan kepada mereka supaya mereka tidak curiga.
__ADS_1
"Aku mau ketemu sama ema." jawab gerry meyakinkan sahabat nya itu.
"Oh...bilang dari tadi kek,ya udah kita pulang dulu ya." jawab jhon dan mereka menaiki mobil jhon yang dibawanya tadi,setelah kepergian jhon dan iban,gerry pun membawa motornya ke tempat yang sudah wanita itu kirimkan.